Queensha.id – Religi,

 

Rezeki merupakan salah satu hal yang selalu menjadi perhatian manusia. Setiap orang tentu berharap mendapatkan kehidupan yang cukup, pekerjaan yang lancar, kesehatan, keluarga yang harmonis, serta keberkahan dalam hidup.

Dalam pandangan Islam, rezeki bukan hanya berupa uang atau harta. Rezeki juga bisa berupa kesehatan, ilmu, keluarga yang baik, ketenangan hati, kesempatan, dan keberkahan waktu.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari terkadang seseorang merasa sudah bekerja keras tetapi hasil yang diperoleh terasa kurang, usaha mengalami hambatan, atau kebutuhan hidup semakin berat.

Kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri. Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa perilaku yang dapat menjadi penghalang keberkahan rezeki.

Berikut 10 hal yang perlu menjadi bahan renungan.

 

1. Meninggalkan Ibadah dan Jauh dari Allah

Dalam Islam, hubungan manusia dengan Allah menjadi dasar keberkahan hidup. Ketika seseorang mulai meninggalkan kewajiban agama, hati menjadi jauh dari rasa syukur dan tanggung jawab.

Solusi:

– Memperbaiki ibadah.
– Menjaga salat lima waktu.
– Memperbanyak istighfar.
– Memohon kepada Allah agar diberikan rezeki yang halal dan berkah.

Doa:

“Rabbighfir lii warhamnii warzuqnii”

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan berilah aku rezeki.”

 

2. Kurang Bersyukur Atas Nikmat Allah

Banyak orang merasa kekurangan bukan karena tidak memiliki apa-apa, tetapi karena selalu membandingkan dirinya dengan orang lain.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Solusi:
Belajar menghargai hal kecil, seperti kesehatan, keluarga, pekerjaan, dan kesempatan yang dimiliki.

Contoh sejarah:
Nabi Sulaiman AS dikenal sebagai seorang nabi yang memiliki kerajaan besar, tetapi tetap rendah hati dan selalu bersyukur kepada Allah.

 

3. Melakukan Perbuatan Dosa dan Maksiat

Dalam nasihat para ulama, dosa dapat mengurangi keberkahan hidup. Bukan berarti setiap kesulitan pasti akibat dosa, tetapi seorang muslim dianjurkan selalu memperbaiki diri.

Solusi:

– Segera bertaubat.
– Meninggalkan kebiasaan buruk.
– Memperbanyak amal kebaikan.

Doa:

“Astaghfirullah wa atubu ilaih.”

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertaubat kepada-Nya.”

 

4. Memutus Silaturahmi

Islam mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sesama manusia.

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang menjaga silaturahmi akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

Solusi:

– Meminta maaf jika memiliki kesalahan.
– Menjaga komunikasi dengan keluarga.
– Membantu orang lain ketika mampu.

Contoh sejarah:
Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dikenal sebagai sahabat yang gemar membantu keluarga dan masyarakat yang membutuhkan.

 

5. Malas Berusaha dan Tidak Mau Bekerja Keras

Islam tidak mengajarkan manusia hanya menunggu tanpa usaha. Rezeki membutuhkan ikhtiar.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang meminta.

Solusi:

– Tingkatkan kemampuan.
– Belajar keterampilan baru.
– Berusaha mencari peluang halal.

 

6. Mengambil Hak Orang Lain atau Berlaku Curang

Harta yang diperoleh dengan cara tidak benar dapat menghilangkan keberkahan.

Contohnya:

– Menipu dalam perdagangan.
– Mengurangi timbangan.
– Korupsi.
– Mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Solusi:

– Kembalikan hak orang lain.
– Berdagang secara jujur.
– Cari penghasilan yang halal.

Contoh sejarah:
Nabi Muhammad SAW sebelum menjadi Rasul dikenal sebagai pedagang yang mendapat julukan Al-Amin karena kejujurannya.

 

7. Terlalu Kikir dan Tidak Mau Berbagi

Islam mengajarkan bahwa harta bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga memiliki hak orang lain.

Sedekah bukan membuat seseorang miskin, tetapi menjadi jalan mendapatkan keberkahan.

Solusi:

– Bersedekah sesuai kemampuan.
– Membantu keluarga dan tetangga.
– Berbagi tanpa mengharap pujian.

Doa:

“Allahumma inni as’aluka rizqan thayyiban wa ‘ilman naafi’an wa ‘amalan mutaqabbalan.”

Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima.”

 

8. Sering Mengeluh dan Berpikiran Negatif

Pikiran yang selalu dipenuhi keluhan dapat membuat seseorang kehilangan semangat mencari solusi.

Solusi:

– Perbanyak doa.
– Fokus mencari jalan keluar.
– Bersabar dalam menghadapi ujian.

Contoh sejarah:
Nabi Ayyub AS mengalami ujian berat berupa penyakit dan kehilangan harta, tetapi tetap bersabar hingga Allah memberikan pertolongan.

 

9. Mengabaikan Amanah dan Tanggung Jawab

Kepercayaan adalah modal penting dalam kehidupan. Seseorang yang tidak menjaga amanah dapat kehilangan kepercayaan dari orang lain.

Solusi:

– Tepati janji.
– Jujur dalam pekerjaan.
– Bertanggung jawab terhadap tugas.

10. Mengutamakan Dunia dan Melupakan Akhirat

Mengejar dunia diperbolehkan, tetapi jangan sampai membuat seseorang meninggalkan nilai agama dan kemanusiaan.

Solusi:
Seimbangkan antara usaha mencari dunia dengan ibadah dan amal kebaikan.

Allah berfirman:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”
(QS. Al-Qasas: 77)

 

Doa Agar Rezeki Dilancarkan

Salah satu doa yang sering diamalkan:

“Allahumma inni as’aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.”

Artinya:

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”

 

Jadi, perasaan rezeki terasa seret dapat menjadi pengingat bagi seseorang untuk mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbaiki hubungan dengan manusia, serta meningkatkan usaha.

Namun, setiap kesulitan hidup tidak boleh langsung dianggap sebagai hukuman. Dalam ajaran Islam, ujian juga dapat menjadi cara Allah meningkatkan derajat seseorang, menghapus dosa, dan memberikan pelajaran berharga.

Kunci utama adalah tetap berikhtiar, berdoa, bersabar, bersyukur, serta mencari rezeki melalui jalan yang halal dan baik.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.