Queensha.id – Edukasi Pendidikan,

 

Memilih jurusan kuliah menjadi salah satu keputusan penting yang dapat memengaruhi perjalanan karier seseorang. Banyak calon mahasiswa beranggapan bahwa jurusan populer, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), akan selalu memberikan peluang kerja yang luas dan gaji tinggi.

Namun, kondisi pasar kerja global menunjukkan kenyataan yang tidak selalu sejalan dengan anggapan tersebut. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), perlambatan ekonomi, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuat persaingan kerja semakin ketat.

Berdasarkan laporan Forbes yang mengutip riset The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat berjudul Labor Market Outcomes of College Graduates by Major, terdapat perbedaan yang cukup signifikan terkait tingkat pengangguran lulusan berbagai jurusan kuliah.

Perusahaan saat ini juga cenderung lebih selektif dalam merekrut tenaga kerja. Ketika ekonomi tumbuh, perusahaan melakukan ekspansi besar-besaran. Namun saat kondisi ekonomi melemah, efisiensi melalui pengurangan jumlah karyawan menjadi langkah yang banyak diambil untuk menjaga stabilitas bisnis.

10 Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi

Berikut daftar jurusan yang tercatat memiliki tingkat pengangguran lulusan paling tinggi:

  1. Antropologi – 9,4%
  2. Fisika – 7,8%
  3. Teknik Komputer – 7,5%
  4. Seni Komersial dan Desain Grafis – 7,2%
  5. Seni Murni – 7,0%
  6. Sosiologi – 6,7%
  7. Ilmu Komputer – 6,1%
  8. Kimia – 6,1%
  9. Sistem Informasi dan Manajemen – 5,6%
  10. Kebijakan Publik dan Hukum – 5,5%

Meski demikian, tingginya tingkat pengangguran bukan berarti jurusan tersebut tidak memiliki masa depan. Faktor lokasi kerja, pengalaman, keterampilan tambahan, hingga kondisi ekonomi juga sangat memengaruhi peluang seseorang memperoleh pekerjaan.

10 Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Terendah

Sebaliknya, beberapa jurusan justru memiliki tingkat penyerapan kerja yang sangat tinggi karena kebutuhan tenaga profesional masih besar.

Daftarnya meliputi:

  1. Ilmu Gizi – 0,4%
  2. Jasa Konstruksi – 0,7%
  3. Ilmu Hewan dan Tanaman – 1,0%
  4. Teknik Sipil – 1,0%
  5. Pendidikan Luar Biasa – 1,0%
  6. Pertanian – 1,2%
  7. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – 1,3%
  8. Teknik Kedirgantaraan – 1,4%
  9. Keperawatan – 1,4%
  10. Ilmu Kebumian – 1,5%

Jurusan-jurusan tersebut dinilai memiliki permintaan tenaga kerja yang relatif stabil karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, pembangunan, kesehatan, pendidikan, maupun sektor pangan.

Banyak Lulusan Bekerja Tidak Sesuai Jurusan

Data historis dari CareerBuilder menunjukkan bahwa sekitar 47 persen lulusan perguruan tinggi memulai pekerjaan pertama mereka di luar bidang studi yang dipelajari.

Bahkan, sekitar 32 persen pekerja tidak pernah bekerja sesuai jurusan kuliah sepanjang kariernya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi, pengalaman kerja, kemampuan komunikasi, serta keterampilan digital sering kali menjadi faktor yang sama pentingnya dibandingkan latar belakang pendidikan.

Era AI Mengubah Kebutuhan Dunia Kerja

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menjadi tantangan baru bagi para lulusan perguruan tinggi.

CEO Microsoft, Satya Nadella, mengungkapkan bahwa sekitar 20 hingga 30 persen penulisan kode pemrograman di perusahaan kini telah dikerjakan oleh AI. Sementara CTO Microsoft, Kevin Scott, memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, sekitar 95 persen proses penulisan kode berpotensi dibantu atau dikerjakan AI.

Perubahan tersebut mendorong lulusan baru untuk terus meningkatkan kompetensi melalui upskilling dan reskilling, termasuk menguasai teknologi digital, analisis data, pemanfaatan AI, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta komunikasi.

Memilih Jurusan Jangan Hanya Karena Tren

Bagi calon mahasiswa, memilih jurusan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan tren atau besarnya gaji yang ditawarkan. Minat, bakat, kemampuan akademik, peluang kerja, serta kesiapan menghadapi perubahan dunia industri juga perlu menjadi pertimbangan utama.

Dengan kombinasi pendidikan, keterampilan yang terus diperbarui, pengalaman organisasi maupun magang, lulusan dari berbagai jurusan tetap memiliki peluang besar untuk membangun karier yang sukses di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

 

***

Sumber: CNBC.