Queensha.id – Edukasi Kesehatan,

 

Sebuah unggahan di media sosial Facebook oleh akun Rahma Fitri kembali memunculkan diskusi mengenai kebutuhan biologis laki-laki. Dalam narasi tersebut dikutip pernyataan dr. Aisyah Dahlan yang menyebut bahwa pusat syahwat pada laki-laki lebih besar dibanding perempuan sehingga sebagian pria memiliki dorongan seksual yang lebih tinggi. Narasi itu juga menyebut hubungan intim dapat menjadi salah satu cara relaksasi setelah bekerja.

Pandangan tersebut memang sering disampaikan dr. Aisyah Dahlan dalam berbagai seminar keluarga. Namun, perlu dipahami bahwa hingga saat ini klaim mengenai “2,5 kali lebih lebar” bukan merupakan konsensus ilmiah yang diterima secara luas dalam dunia kedokteran, meskipun ada kajian yang membahas pandangan beliau.

Para pakar kesehatan menjelaskan bahwa kebutuhan biologis laki-laki tidak hanya berkaitan dengan hubungan seksual. Kesehatan pria dipengaruhi oleh keseimbangan hormon, kondisi fisik, psikologis, kualitas tidur, nutrisi, hingga hubungan emosional dengan pasangan.

 

10 Kebutuhan Biologis Laki-Laki

1. Kebutuhan Hubungan Intim yang Sehat

Hubungan seksual merupakan salah satu kebutuhan biologis orang dewasa dalam pernikahan. Aktivitas seksual yang dilakukan secara sehat, aman, dan atas dasar persetujuan kedua belah pihak dapat memberikan manfaat psikologis maupun fisik.

Namun frekuensinya tidak bisa disamaratakan. Ada pria yang menginginkan lebih sering, ada pula yang tidak. Semua bergantung pada usia, kesehatan, hormon, tingkat stres, dan kondisi hubungan pasangan.

 

2. Kebutuhan Kasih Sayang dan Kedekatan Emosional

Meski sering dianggap hanya membutuhkan seks, laki-laki juga membutuhkan perhatian, penghargaan, pelukan, dan komunikasi yang baik dari pasangan.

Hubungan emosional yang sehat justru meningkatkan kualitas kehidupan rumah tangga.

 

3. Tidur Berkualitas

Kurang tidur dapat menurunkan kadar testosteron, menurunkan gairah seksual, mengurangi konsentrasi, hingga menyebabkan mudah marah.

Tidur cukup menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi pria.

 

4. Nutrisi Seimbang

Tubuh pria membutuhkan protein, vitamin, mineral, zinc, selenium, omega-3, vitamin D, dan berbagai zat gizi lainnya untuk menjaga produksi hormon, kualitas sperma, serta kesehatan secara menyeluruh.

 

5. Aktivitas Fisik dan Olahraga

Olahraga membantu meningkatkan kebugaran, menjaga berat badan, memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi stres, dan membantu menjaga kadar testosteron tetap optimal.

 

6. Pelepasan Stres

Bekerja dalam tekanan tinggi dapat meningkatkan stres.

Sebagian pria merasa lebih rileks setelah berolahraga, beristirahat, berbincang dengan pasangan, menjalankan hobi, atau melakukan hubungan intim bersama pasangan. Bentuk relaksasi setiap orang bisa berbeda-beda.

 

7. Kesehatan Hormon

Hormon testosteron berperan penting terhadap energi, massa otot, suasana hati, hingga dorongan seksual.

Kesehatan hormon dipengaruhi pola makan, olahraga, tidur, serta penyakit tertentu.

 

8. Kesehatan Organ Reproduksi

Pria perlu menjaga kebersihan organ reproduksi, menghindari perilaku seksual berisiko, serta memeriksakan diri apabila muncul keluhan seperti nyeri, benjolan, atau gangguan ereksi.

 

9. Dukungan Psikologis

Laki-laki juga bisa mengalami kecemasan, depresi, tekanan pekerjaan, maupun masalah keluarga yang berdampak terhadap kesehatan seksual.

Karena itu komunikasi terbuka dengan pasangan sangat penting.

 

10. Penghargaan dan Rasa Dihargai

Secara psikologis, banyak pria merasa lebih percaya diri ketika dihargai atas usaha dan tanggung jawabnya terhadap keluarga.

Hubungan yang saling menghormati membantu menciptakan rumah tangga yang harmonis.

 

Menurut Pakar Kesehatan

Sejumlah ahli kesehatan menjelaskan bahwa dorongan seksual pada pria dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti hormon testosteron, kondisi kesehatan, usia, stres, obat-obatan, hingga kualitas hubungan dengan pasangan. Tidak semua pria memiliki kebutuhan seksual yang sama, sehingga tidak tepat menyimpulkan bahwa seluruh laki-laki pasti menginginkan hubungan intim setiap hari.

Hubungan intim yang sehat sebaiknya dilakukan atas dasar kenyamanan, komunikasi, dan persetujuan kedua pasangan. Selain menjadi bagian dari kebutuhan biologis, hubungan tersebut juga berperan dalam mempererat ikatan emosional dalam keluarga.

Dengan memahami kebutuhan biologis laki-laki secara menyeluruh, masyarakat diharapkan tidak hanya memandang seks sebagai satu-satunya kebutuhan pria, tetapi juga memperhatikan kesehatan fisik, mental, emosional, dan kualitas hubungan dalam membangun keluarga yang harmonis.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.