Queensha.id – Jepara,

 

Kisah pilu menyelimuti kawasan Pantai Semat, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2026). Seorang lansia yang selama bertahun-tahun hidup sebatangkara di toilet umum pantai ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Lansia tersebut diketahui bernama Achmad Nasroh (65), sosok yang akrab dipanggil warga dengan sebutan “Mbah Mad”.

Selama lebih dari satu dekade, Mbah Mad hidup sendiri tanpa keluarga di sebuah toilet umum Pantai Semat. Tempat yang bagi banyak orang hanya persinggahan singkat, justru menjadi rumah terakhir bagi dirinya.

Kapolsek Tahunan, Ginyono, mengatakan Mbah Mad berasal dari Tuban, namun memiliki keluarga di Semarang.

“Orang tersebut asalnya dari Tuban. Tapi punya keluarga di Semarang. Warga sini menyebutnya Mbah Mad. Sudah 10 tahun lebih hidup sebatangkara di sini. Sehari-hari bekerja serabutan,” ujar AKP Ginyono.

 

 

Tinggal di Toilet Umum, Bertahan Hidup dari Kerja Serabutan

Warga sekitar sudah lama mengenal sosok Mbah Mad. Ia dikenal pendiam, sederhana, dan hidup dalam keterbatasan.

Di usia senjanya, ketika banyak orang menikmati waktu bersama keluarga, Mbah Mad justru menghabiskan hari-harinya di sudut toilet umum Pantai Semat.

Lantai dua bangunan toilet itulah yang selama ini menjadi tempat tidurnya.

Tak ada kasur empuk. Tak ada keluarga yang menemani. Hanya dinding kusam dan suara ombak pantai yang menjadi saksi perjalanan hidupnya.

Untuk makan sehari-hari, Mbah Mad bekerja serabutan membantu warga sekitar.

 

 

Hilang Dua Hari, Warga Mulai Curiga

Menurut keterangan polisi, warga mulai merasa ada yang berbeda sejak Selasa (26/5/2026).

Biasanya Mbah Mad terlihat saat waktu subuh atau duduk di sekitar pantai. Namun sejak dua hari terakhir, keberadaannya tak lagi terlihat.

Warga sempat mencarinya ke tempat biasa ia tidur di lantai dua toilet umum, namun saat itu tidak ditemukan.

Hingga akhirnya pada Kamis pagi sekitar pukul 09.30 WIB, bau busuk menyengat mulai tercium dari arah toilet umum tersebut.

Perasaan tidak enak langsung menyelimuti warga.

 

 

Ditemukan Telungkup dalam Kondisi Membusuk

Saat dicek bersama-sama, warga dikejutkan dengan pemandangan memilukan.

Mbah Mad ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi tertelungkup di dalam toilet umum. Tubuhnya mulai membusuk dan mengeluarkan cairan berbau menyengat.

Bahkan wajahnya disebut sudah mengalami kerusakan.

“Ditemukan pagi ini dalam kondisi sudah tak bernyawa. Dalam posisi telungkup,” jelas AKP Ginyono.

Suasana mendadak hening. Beberapa warga mengaku tak kuasa melihat kondisi pria tua yang selama ini hidup sendiri tanpa perhatian banyak orang.

 

 

Diduga Meninggal Sejak Dua Hari Lalu

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dari dokter Puskesmas Tahunan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Polisi menduga Mbah Mad telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan warga.

Kematian sunyi itu pun membuat banyak warga tersentuh. Di tengah ramainya kehidupan pantai dan lalu lalang manusia setiap hari, seorang lansia ternyata menghembuskan napas terakhirnya dalam kesendirian.

 

 

Akan Dimakamkan di Desa Semat

Pihak kepolisian kemudian menghubungi keluarga korban yang berada di Kota Semarang.

Keluarga disebut telah menerima kabar duka tersebut dan menyerahkan proses pemakaman kepada warga serta pemerintah desa setempat.

Rencananya, Mbah Mad akan dimakamkan di pemakaman umum Desa Semat, tidak jauh dari tempat ia menghabiskan sisa hidupnya selama bertahun-tahun.

“Pihak keluarga sudah mendapatkan informasi ini dan menerima kejadian ini. Selanjutnya lansia ini akan dimakamkan di pemakaman umum Desa Semat,” pungkas Ginyono.

 

Kisah yang Mengingatkan Tentang Kesepian di Usia Senja

Kisah Mbah Mad menjadi pengingat menyayat hati bahwa masih ada orang-orang lanjut usia yang menjalani hidup dalam kesepian dan keterbatasan.

Di balik ramainya dunia, ternyata ada sosok yang bertahun-tahun bertahan hidup sendirian tanpa tempat tinggal layak, tanpa keluarga di sisi, hingga akhirnya meninggal dalam sunyi.

Kini, toilet umum Pantai Semat yang dulu menjadi tempat berteduh Mbah Mad hanya menyisakan cerita pilu tentang kerasnya hidup seorang manusia di usia senja.

 

 

***

Queensha Jepara, 28 Mei 2026.