Queensha.id – Jepara,

 

Kabar kehadiran Karnaval SCTV 2026 di Kabupaten Jepara disambut antusias oleh masyarakat. Acara hiburan berskala nasional yang akan berlangsung pada 13-14 Juni 2026 di Alun-alun 1 Jepara itu dipastikan menghadirkan deretan artis papan atas Indonesia, penyanyi dangdut populer, grup band ternama, hingga pemain sinetron unggulan SCTV.

Namun di tengah tingginya perhatian publik terhadap acara tersebut, muncul berbagai pertanyaan terkait sumber pendanaan dan keterlibatan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam pelaksanaannya.

Menanggapi hal itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan bahwa penyelenggaraan Karnaval SCTV 2026 tidak menggunakan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Jepara.

Menurutnya, Pemkab Jepara hanya memberikan dukungan berupa fasilitas dan pelayanan publik yang memang menjadi tugas pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan masyarakat maupun event nasional yang diselenggarakan di wilayah Jepara.

“Tidak ada anggaran dari Pemkab Jepara. Kita hanya memfasilitasi seperti penggunaan Alun-alun 1 Jepara, perizinan, tim kesehatan, tim Damkar, Satpol PP, serta DLH untuk kebersihan. Kalau untuk hotel dibantu melalui dana CSR dari masing-masing hotel yang ada di Jepara. Hal ini kami informasikan supaya masyarakat tidak gagal memahami,” ujar Witiarso Utomo, Kamis (11/6).

Pemkab Jepara Hanya Berperan Sebagai Fasilitator

Witiarso menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan pemerintah daerah merupakan bentuk pelayanan dan koordinasi agar kegiatan berskala nasional dapat berjalan aman, tertib, nyaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Fasilitas yang disiapkan antara lain penggunaan kawasan Alun-alun 1 Jepara sebagai lokasi acara, pengurusan perizinan, dukungan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi kondisi darurat, kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran, pengamanan dari Satpol PP, serta dukungan kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan prosedur yang lazim dilakukan pemerintah daerah ketika ada kegiatan besar yang berpotensi mendatangkan ribuan pengunjung.

“Jangan sampai ada anggapan bahwa pemerintah mengeluarkan anggaran khusus untuk mendatangkan artis atau membiayai acara ini. Yang kami lakukan adalah memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik sehingga kegiatan dapat berlangsung aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Hotel Berpartisipasi Melalui Program CSR

Bupati Jepara juga menerangkan bahwa kebutuhan akomodasi bagi sebagian pihak yang terlibat dalam acara tidak dibebankan kepada APBD Kabupaten Jepara.

Sebaliknya, sejumlah hotel di Jepara memberikan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Melalui pola tersebut, dunia usaha turut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan yang dinilai mampu meningkatkan promosi daerah dan mendatangkan wisatawan ke Jepara.

Witiarso menilai kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan penyelenggara merupakan bentuk sinergi yang positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa membebani keuangan daerah.

 

Masyarakat Diminta Tidak Gagal Memahami Informasi

Bupati Jepara menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat agar tidak muncul persepsi yang keliru terkait penggunaan anggaran daerah.

Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa kehadiran Karnaval SCTV merupakan kesempatan besar untuk memperkenalkan Jepara ke tingkat nasional melalui siaran televisi yang ditonton jutaan pemirsa di seluruh Indonesia.

Menurutnya, manfaat yang diperoleh daerah tidak hanya berupa hiburan, tetapi juga promosi wisata, budaya, kuliner, produk UMKM, hingga peningkatan okupansi hotel dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang utuh. Kehadiran Karnaval SCTV ini bukan membebani APBD, tetapi justru menjadi momentum untuk memperkenalkan Jepara secara nasional dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

 

Momentum Promosi Wisata dan UMKM Jepara

Karnaval SCTV 2026 diperkirakan menjadi salah satu agenda hiburan terbesar di Jepara tahun ini. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah diprediksi memadati kawasan Alun-alun 1 Jepara selama pelaksanaan acara.

Selain menghadirkan artis ternama seperti Geisha, Drive, Tasya Rosmala, Ghea Youbi, Happy Asmara, Tri Suaka dan Nabila Maharani, acara tersebut juga menjadi panggung promosi bagi berbagai potensi daerah.

Melalui siaran langsung nasional, masyarakat Indonesia akan diperkenalkan dengan kekayaan wisata bahari Jepara, industri ukir yang mendunia, kuliner khas daerah, hingga keramahan masyarakat Kota Ukir.

Pemerintah Kabupaten Jepara berharap momentum ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, sektor perhotelan, transportasi, serta berbagai usaha lokal lainnya.

Dengan demikian, Karnaval SCTV 2026 bukan hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga sarana promosi daerah yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisata dan memperkuat citra Jepara sebagai kabupaten yang maju, ramah, dan kaya potensi budaya.

 

***

Queensha Jepara (Kamis, 11 Juni 2026)