Queensha.id – Edukasi Islam,
Di tengah tingginya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak, berbagai ikhtiar dilakukan agar buah hati mereka menjadi pribadi yang cerdas, mudah memahami pelajaran, dan memperoleh keberkahan ilmu. Salah satu amalan yang banyak beredar di masyarakat adalah membacakan doa-doa tertentu pada air minum yang kemudian diberikan kepada anak.
Amalan tersebut biasanya diawali dengan membaca Surah Al-Fatihah, selawat, tasbih, tahmid, takbir, serta zikir “Ya Hayyu Ya Qayyum”, kemudian dilanjutkan dengan doa khusus yang berisi permohonan kepada Allah SWT agar anak dimudahkan dalam menuntut ilmu.
Lalu, bagaimana pandangan Islam mengenai amalan tersebut?
Islam Menganjurkan Orang Tua Mendoakan Anak
Dalam ajaran Islam, mendoakan anak merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Bahkan doa orang tua termasuk doa yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.
Banyak ayat Al-Qur’an dan hadis yang menjelaskan pentingnya memohon kebaikan bagi anak-anak, termasuk agar mereka diberikan ilmu yang bermanfaat, akhlak yang baik, kesehatan, serta masa depan yang penuh keberkahan.
Karena itu, berdoa agar anak mudah belajar dan berhasil dalam pendidikan merupakan perbuatan yang baik dan dianjurkan.
Apakah Boleh Membacakan Doa pada Air Minum?
Sebagian ulama menjelaskan bahwa membaca ayat Al-Qur’an atau doa pada air kemudian diminumkan kepada seseorang termasuk bentuk ruqyah syar’iyyah yang diperbolehkan selama tidak mengandung unsur syirik, mantra yang tidak jelas, atau keyakinan yang bertentangan dengan aqidah Islam.
Dalam praktiknya, yang memberikan manfaat bukanlah air tersebut, melainkan Allah SWT yang mengabulkan doa hamba-Nya.
Oleh karena itu, seorang Muslim tetap harus meyakini bahwa kesembuhan, kecerdasan, kemudahan belajar, dan keberhasilan semuanya berasal dari Allah semata.
Pandangan Ulama Besar
Sejumlah ulama besar dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an dan doa pada air merupakan amalan yang pernah dipraktikkan oleh sebagian ulama salaf sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Imam An-Nawawi
Imam An-Nawawi dalam beberapa penjelasannya mengenai ruqyah menyebutkan bahwa membaca ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang baik untuk memohon pertolongan Allah adalah sesuatu yang diperbolehkan.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Dalam kitab-kitabnya, Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa ayat Al-Qur’an memiliki keberkahan dan dapat dijadikan sarana doa serta ruqyah dengan tetap meyakini bahwa Allah-lah yang memberikan manfaat.
Syekh Wahbah Az-Zuhaili
Ulama kontemporer asal Suriah ini juga menjelaskan bahwa doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan, terutama ketika dilakukan dengan keyakinan penuh kepada Allah SWT.
Yang Lebih Penting adalah Ikhtiar dan Pendidikan
Para ulama mengingatkan bahwa doa harus dibarengi dengan usaha nyata. Orang tua tidak cukup hanya memberikan air doa kepada anak, tetapi juga harus mendampingi proses belajar mereka.
Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
– Membiasakan anak mencintai ilmu.
– Menanamkan disiplin belajar.
– Memberikan lingkungan yang positif.
– Menjaga asupan makanan halal dan bergizi.
– Memberikan teladan yang baik.
– Membiasakan anak melaksanakan ibadah.
Dalam Islam, keberhasilan pendidikan merupakan perpaduan antara doa, usaha, kedisiplinan, dan pertolongan Allah SWT.
Jangan Berlebihan dalam Keyakinan
Para ulama juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam meyakini suatu amalan tertentu.
Jika seseorang meyakini bahwa air tersebut memiliki kekuatan sendiri tanpa kehendak Allah, maka hal itu tidak dibenarkan dalam Islam.
Namun apabila air tersebut hanya dijadikan sarana doa dan ikhtiar, sementara keyakinan sepenuhnya ditujukan kepada Allah SWT, maka hal itu termasuk amalan yang diperbolehkan.
Pendidikan Anak Adalah Amanah
Islam memandang pendidikan sebagai amanah besar yang diberikan Allah kepada setiap orang tua. Karena itu, selain mendoakan anak agar cerdas dan mudah belajar, orang tua juga dituntut untuk memberikan pendidikan agama, akhlak, dan ilmu pengetahuan secara seimbang.
Doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan merupakan salah satu bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya. Namun keberhasilan pendidikan tetap memerlukan proses panjang, kesabaran, serta usaha yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, setiap orang tua berharap anak-anaknya tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
“Rabbi zidnii ‘ilmaa” — Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku (QS. Thaha: 114).
***
Queensha Jepara.

Tinggalkan Balasan