Queensha.id – Jepara,

 

Dugaan minyak goreng bantuan sosial (bansos) merek “Kita” yang mengeluarkan aroma menyerupai solar kini dilaporkan semakin meluas di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.

Setelah sebelumnya terjadi pengembalian dalam jumlah besar di Desa Plajan, kini warga Desa Slagi juga mulai mengembalikan minyak goreng bantuan yang diduga memiliki aroma tidak normal. Pemerintah desa masih melakukan pendataan terhadap jumlah produk yang dikembalikan masyarakat.

Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan penerima bantuan. Banyak warga memilih tidak menggunakan minyak goreng tersebut karena mencium bau menyengat yang disebut menyerupai solar.

 

Desa Plajan Kembalikan 1.706 Paket Bantuan

Di Desa Plajan, tercatat sebanyak 1.706 bungkus bantuan yang berisi beras dan minyak goreng telah dikembalikan oleh warga dari sekitar 1.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Carik Desa Plajan, Solikin, mengatakan pemerintah desa hanya bertugas menerima kembali barang yang dikembalikan warga, mendata jumlahnya, kemudian melaporkan kepada pihak terkait.

“Sebanyak 1.706 bungkus sudah dikembalikan. Ini kami laporkan beserta barang buktinya, setelah itu informasinya akan diganti. Kami tidak tahu penyebabnya karena kami hanya menerima barang, barcode penerimaan, sedangkan tanda terima dibawa kembali oleh petugas,” ujar Solikin, yang diterima awak media, Selasa (30/6/2026.

Menurutnya, pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk menyimpulkan penyebab munculnya aroma tersebut dan hanya menjalankan proses administrasi sesuai arahan.

 

Desa Slagi Masih Lakukan Pendataan

Sementara itu, proses pendataan di Desa Slagi masih terus berlangsung.

Carik Desa Slagi, Udin, menyampaikan bahwa hingga Selasa (30/6/2026) pukul 12.20 WIB, sudah terdapat 64 bungkus minyak goreng yang dikembalikan oleh warga.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena proses pendataan dan penerimaan pengembalian masih berlangsung.

Paket-paket yang dikembalikan sementara disimpan di balai desa sebagai barang bukti sambil menunggu proses penggantian dari pihak penyedia.

 

TKSK: Penyedia Siap Ganti Minyak Goreng

Menanggapi kondisi tersebut, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pakis Aji, Anis, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh operator desa agar setiap pengembalian minyak goreng segera didata.

“Kami sudah berkoordinasi dengan masing-masing operator desa. Apabila ada pengembalian minyak goreng, agar segera didata. Penyedia juga menyatakan siap mengganti seluruh minyak goreng yang dikembalikan masyarakat,” kata Anis.

Ia memastikan proses pendataan dilakukan agar seluruh hak masyarakat sebagai penerima bantuan tetap terpenuhi dan penggantian dapat berjalan sesuai prosedur.

 

Penyebab Aroma Masih Menunggu Penjelasan Resmi

Kasus ini menambah daftar laporan dugaan minyak goreng bantuan beraroma menyerupai solar yang sebelumnya juga sempat dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi mengenai penyebab munculnya aroma tersebut maupun hasil pemeriksaan kualitas produk.

Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari instansi penyalur bantuan, pihak penyedia, serta produsen minyak goreng untuk memastikan penyebab dugaan aroma tidak normal tersebut dan mekanisme penggantian produk kepada masyarakat.

Pemerintah desa bersama TKSK berharap proses pendataan dan penggantian dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat penerima bantuan tetap memperoleh minyak goreng yang layak digunakan sesuai standar keamanan dan kualitas pangan.

 

***

Sumber: AR.

Penulis: Vico Rahman.