Queensha.id – Jepara,
Sebanyak 485 siswa kelas XII SMKN 2 Jepara siap menampilkan karya terbaik mereka dalam ajang Gelar Karya Siswa yang akan berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April 2026.
Kegiatan yang digelar di aula sekolah ini menjadi puncak pencapaian siswa setelah menempuh proses pembelajaran selama tiga tahun. Menariknya, acara ini terbuka untuk umum secara gratis, sehingga masyarakat bisa langsung melihat kualitas karya generasi muda Jepara.
Kepala SMKN 2 Jepara, Indria Mustika, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kerja keras siswa.
“Gelar karya ini menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan hasil terbaiknya sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum terjun ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Sebagai satu-satunya SMK berbasis kriya di Jepara, sekolah ini memiliki fokus pada pengembangan keterampilan di sektor kerajinan unggulan daerah. Mulai dari ukir, keramik, batik, anyaman, hingga perhiasan (monel), semuanya menjadi bagian dari potensi lokal yang terus dikembangkan.
Ketua panitia, Sukoco Setyo Prayitno, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diikuti siswa dari tujuh jurusan, yakni Kriya Kreatif Kayu dan Rotan, Batik dan Tekstil, Keramik, Desain Tata Busana, Logam dan Perhiasan, Desain Teknik Furnitur, serta Animasi.
Tak hanya pameran karya, acara ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan menarik seperti fashion show bertema “Fashion Franzy”, job fair perusahaan di Jepara, campus day perguruan tinggi Jawa Tengah, hingga hiburan musik.
Mantan Ketua OSIS, Destarika Putri Cinta Suryaningmanto, mengaku bangga dengan adanya kegiatan ini.
Menurutnya, gelar karya menjadi momen penting bagi siswa untuk menunjukkan identitas dan kemampuan mereka.
“Ini sangat berarti bagi perjalanan karier siswa, baik yang ingin langsung bekerja maupun melanjutkan kuliah,” ujarnya, Senin (30/3).
Sementara itu, Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto, menekankan pentingnya peran sekolah dalam menjaga keberlanjutan industri ukir Jepara yang kini menghadapi tantangan serius.
“Jepara butuh tenaga terampil di bidang ukir. Kolaborasi semua pihak sangat penting agar warisan ini tidak hilang,” tegasnya.
Dengan mengusung tema “Retrospeksi Harmonisasi Kehidupan Melalui Karya Seni”, gelar karya ini diharapkan menjadi cerminan bagaimana siswa memaknai kehidupan melalui karya seni yang mereka hasilkan.
Acara akan dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB dan terbuka bagi masyarakat luas, pelajar, hingga pelaku industri.
Ajang ini bukan sekadar pameran, tetapi juga bukti bahwa generasi muda Jepara siap bersaing dan mengangkat potensi daerah ke level yang lebih tinggi.
***
Hadepe.
(30 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan