Queensha.id – Edukasi Anak,

 

Banyak orang tua rela mengeluarkan biaya yang sangat besar demi menyekolahkan anak di lembaga pendidikan bergengsi. Harapannya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berprestasi, dan sukses di masa depan.

Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mahalnya biaya sekolah secara langsung menjamin kesuksesan seseorang ketika dewasa. Banyak penelitian dan pengalaman justru menunjukkan bahwa karakter anak serta pola asuh di rumah memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk masa depan mereka.

Salah satunya diungkapkan oleh penulis asal Amerika Serikat, Margot Machol Bisnow, dalam bukunya Raising an Entrepreneur. Ia mewawancarai 70 orang tua dari para pengusaha dan pemimpin sukses. Dari hasil wawancara tersebut, ditemukan bahwa keberhasilan anak lebih banyak dipengaruhi oleh pembentukan karakter sejak kecil dibandingkan dengan mahal atau tidaknya sekolah yang ditempuh.

Dihimpun dari CNBC International, berikut lima karakter utama yang banyak dimiliki anak-anak yang kemudian sukses saat dewasa.

 

1. Gigih dan Tidak Mudah Menyerah

Karakter pertama adalah resilience atau kegigihan. Anak yang memiliki sifat ini tidak mudah putus asa ketika menghadapi kegagalan. Mereka justru menjadikan hambatan sebagai pelajaran untuk terus berkembang.

Contohnya adalah Jonathan Neman, pendiri jaringan restoran sehat Sweetgreen. Ia mengaku pernah mengalami berbagai kegagalan saat merintis usaha sejak remaja. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti mencoba hingga akhirnya berhasil membangun bisnis besar.

 

2. Memiliki Rasa Penasaran yang Tinggi

Anak yang gemar bertanya, mencoba hal baru, dan mengeksplorasi lingkungan biasanya memiliki kemampuan belajar yang lebih baik.

Orang tua yang memberikan ruang bagi anak untuk bereksperimen secara aman akan membantu membangun kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.

Sifat tersebut juga terlihat pada Tania Yuki, pendiri sekaligus CEO Shareablee. Sejak kecil, ayahnya selalu mendukung rasa ingin tahunya sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan inovatif.

 

3. Memiliki Minat dan Passion yang Kuat

Kesuksesan sering kali lahir dari ketekunan mengembangkan bidang yang benar-benar disukai.

Ketika anak menunjukkan ketertarikan pada suatu aktivitas, orang tua sebaiknya memberikan dukungan positif selama aktivitas tersebut bermanfaat.

Robert Stephens menjadi salah satu contohnya. Sejak kecil ia senang membongkar dan memperbaiki berbagai peralatan. Berkat dukungan keluarganya, kegemaran tersebut berkembang menjadi bisnis reparasi yang sukses saat usianya masih muda.

 

4. Berani Mengambil Inisiatif

Karakter berikutnya adalah keberanian untuk memulai.

Anak yang terbiasa mengambil inisiatif tidak hanya pandai berencana, tetapi juga berani mewujudkan ide menjadi tindakan nyata. Kebiasaan ini akan sangat membantu ketika mereka memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

Paige Mycoskie, pendiri merek fesyen Aviator Nation, menjadi contoh nyata. Ia memanfaatkan hadiah ulang tahunnya untuk membeli mesin jahit dan berani meninggalkan pekerjaannya demi membangun bisnis yang kemudian berkembang pesat.

 

5. Tidak Takut Menghadapi Kegagalan

Anak yang percaya diri biasanya tidak takut mencoba hal-hal baru meskipun ada kemungkinan gagal.

Keberanian menghadapi risiko membuat mereka lebih cepat belajar dan berkembang dibandingkan mereka yang selalu takut melakukan kesalahan.

Menurut ibu dari Dhani Jones, pendiri Qey Capital, rasa percaya diri yang ditanamkan orang tua sejak kecil membuat anak mampu menjalani hidup tanpa terus-menerus dihantui rasa takut akan kegagalan.

 

Peran Orang Tua Lebih Penting dari Sekadar Memilih Sekolah

Kesimpulan dari berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa sekolah memang memiliki peran penting dalam pendidikan anak. Namun, pembentukan karakter di lingkungan keluarga tetap menjadi fondasi utama bagi keberhasilan mereka di masa depan.

Orang tua dapat membantu anak berkembang dengan memberikan dukungan emosional, membangun rasa percaya diri, menghargai proses belajar, mengajarkan tanggung jawab, serta memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba, gagal, lalu bangkit kembali.

Pada akhirnya, kesuksesan anak tidak hanya ditentukan oleh seberapa mahal biaya sekolah yang dibayarkan, tetapi juga oleh nilai-nilai kehidupan, kebiasaan positif, dan karakter kuat yang ditanamkan setiap hari di rumah.

 

***

Sumber: CNBC.