Queensha.id – Kuliner,
Jawa Tengah tidak hanya terkenal dengan gudeg, soto, dan nasi liwet. Provinsi ini juga memiliki beragam jenis sate dengan cita rasa khas yang berbeda di setiap daerah. Mulai dari sate kambing dengan bumbu sederhana hingga sate ayam yang disajikan dengan saus unik, semuanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara yang patut dibanggakan.
Berikut lima sate paling terkenal di Jawa Tengah lengkap dengan sejarah, resep sederhana, dan kisaran harganya.
1. Sate Kambing Tegal
Sejarah
Sate Kambing Tegal merupakan salah satu ikon kuliner Jawa Tengah yang sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu. Keistimewaannya terletak pada penggunaan kambing muda yang membuat teksturnya empuk tanpa perlu banyak bumbu.
Masyarakat Tegal sejak dahulu dikenal sebagai pedagang sate yang merantau ke berbagai daerah sehingga popularitas sate kambing Tegal menyebar ke seluruh Indonesia.
Resep Sederhana
Bahan:
- 500 gram daging kambing muda
- Kecap manis
- Bawang merah iris
- Cabai rawit
- Merica
- Garam
Cara Membuat:
- Potong daging berbentuk dadu.
- Tusuk menggunakan bambu sate.
- Bakar di atas bara api hingga matang.
- Sajikan dengan kecap, bawang merah, dan cabai.
Harga
Rp30.000 hingga Rp70.000 per porsi.
2. Sate Blora
Sejarah
Kabupaten Blora dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sate legendaris di Jawa Tengah. Sate Blora menggunakan daging ayam kampung dengan bumbu kacang yang lebih encer dibanding sate Madura.
Kuliner ini berkembang sejak era perdagangan antardaerah dan menjadi salah satu sajian favorit masyarakat Blora.
Resep Sederhana
Bahan:
- Daging ayam kampung
- Bawang putih
- Ketumbar
- Garam
- Kacang tanah goreng
Cara Membuat:
- Marinasi ayam dengan bumbu halus.
- Tusuk dan bakar hingga matang.
- Sajikan dengan saus kacang dan lontong.
Harga
Rp15.000 hingga Rp30.000 per porsi.
3. Sate Ambal Kebumen
Sejarah
Sate Ambal berasal dari Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Berbeda dengan sate lainnya, kuliner ini menggunakan saus berbahan dasar tempe fermentasi yang dihaluskan sehingga menghasilkan rasa gurih dan unik.
Konon, resep ini sudah diwariskan turun-temurun selama beberapa generasi dan menjadi identitas kuliner masyarakat Kebumen.
Resep Sederhana
Bahan:
- Daging ayam
- Tempe fermentasi
- Bawang putih
- Ketumbar
- Gula merah
Cara Membuat:
- Bakar sate ayam hingga matang.
- Haluskan tempe dan bumbu.
- Masak hingga menjadi saus.
- Siramkan ke atas sate.
Harga
Rp15.000 hingga Rp35.000 per porsi.
4. Sate Kere Solo
Sejarah
Nama “kere” dalam bahasa Jawa berarti miskin. Sate Kere muncul pada masa lalu ketika masyarakat kecil tidak mampu membeli daging sapi atau kambing.
Sebagai gantinya digunakan tempe gembus dan jeroan sapi yang dibakar layaknya sate biasa. Kini Sate Kere justru menjadi kuliner khas yang banyak diburu wisatawan saat berkunjung ke Solo.
Resep Sederhana
Bahan:
- Tempe gembus
- Jeroan sapi rebus
- Ketumbar
- Bawang putih
- Kecap manis
Cara Membuat:
- Bumbui tempe dan jeroan.
- Tusuk menggunakan bambu sate.
- Bakar hingga harum.
- Sajikan dengan sambal kecap.
Harga
Rp10.000 hingga Rp25.000 per porsi.
5. Sate Buntel Solo
Sejarah
Sate Buntel merupakan kuliner khas Solo yang telah ada sejak zaman Keraton Surakarta. Sate ini dibuat dari daging kambing cincang yang dibungkus lemak tipis kemudian dibakar hingga matang.
Teksturnya yang lembut membuat sate ini banyak digemari bahkan oleh orang yang kurang menyukai daging kambing biasa.
Resep Sederhana
Bahan:
- Daging kambing cincang
- Lemak kambing tipis
- Bawang putih
- Merica
- Garam
Cara Membuat:
- Campurkan daging dan bumbu.
- Bentuk bulatan memanjang.
- Bungkus menggunakan lemak tipis.
- Bakar hingga matang dan harum.
Harga
Rp30.000 hingga Rp80.000 per porsi.
Sate Menjadi Warisan Kuliner yang Terus Bertahan
Keberadaan berbagai jenis sate di Jawa Tengah menunjukkan betapa kaya warisan kuliner Nusantara. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri, baik dari bahan, teknik memasak, maupun sejarah yang melatarbelakanginya.
Menurut pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, keberagaman kuliner sate di Jawa Tengah mencerminkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan pangan lokal.
“Sate bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari identitas budaya daerah. Dari Sate Kere yang lahir dari kesederhanaan hingga Sate Buntel yang menjadi kebanggaan Solo, semuanya memiliki nilai sejarah dan filosofi yang layak diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.
Dengan cita rasa khas dan harga yang masih terjangkau, berbagai sate tradisional Jawa Tengah tetap menjadi primadona kuliner yang diminati masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.
***

Tinggalkan Balasan