Queensha.id – Kudus,
Warga Kabupaten Kudus dihebohkan dengan kabar seorang pelaku pencurian yang disebut-sebut memiliki ajian “Welut Putih”, ilmu kanuragan yang diyakini membuat seseorang sulit ditangkap.
Isu tersebut viral di media sosial setelah beredar video pencarian pelaku oleh aparat kepolisian di wilayah Kecamatan Dawe. Dalam video itu, narasi yang berkembang menyebut pelaku memiliki kemampuan mistis hingga mampu lolos dari kejaran petugas.
Namun pihak kepolisian menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
Kapolsek Dawe, AKP Budianto, menjelaskan bahwa pelaku pencurian motor memang sedang dalam pengejaran. Namun, tidak ada kaitannya dengan ilmu gaib seperti yang ramai dibicarakan.
“Petugas terus melakukan pengejaran. Identitas pelaku sudah kami kantongi, dan saat ini fokus pada penangkapan di lapangan,” ujarnya, Senin (14/4) dilansir dari Detikjateng.
Kejar Pelaku hingga Masuk Hutan
Dalam upaya penangkapan, aparat dari Polres Kudus mengerahkan tim khusus, termasuk bantuan unit anjing pelacak (K9). Penyisiran difokuskan di area kebun tebu dan hutan, karena pelaku diduga melarikan diri ke kawasan tersebut.
Polisi juga mengamankan lima unit sepeda motor yang diduga hasil curian dari pelaku yang sama.
Modus yang digunakan tergolong sederhana, yakni memanfaatkan kelengahan korban. Kendaraan yang diparkir tanpa pengamanan atau masih dalam kondisi kunci menempel menjadi sasaran empuk.
Ajian Welut Putih: Mitos atau Kenyataan?
Di tengah perburuan tersebut, muncul kembali perbincangan soal Ajian Welut Putih. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, ajian ini dikenal sebagai ilmu kanuragan yang membuat pemiliknya lincah, licin, dan sulit ditangkap, layaknya belut.
Konon, ajian ini merupakan warisan leluhur yang dahulu digunakan untuk pertahanan diri. Bahkan ada pantangan tertentu, seperti tidak boleh mengonsumsi belut agar kesaktiannya tidak hilang.
Meski demikian, dalam konteks kejadian di Kudus, polisi memastikan bahwa pelaku tidak memiliki kemampuan supranatural seperti yang beredar di masyarakat.
Warga Diminta Tetap Waspada
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu yang belum jelas kebenarannya. Fokus utama saat ini adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pencurian.
Masyarakat diminta memastikan kendaraan dalam kondisi aman saat diparkir, seperti mencabut kunci dan menggunakan pengaman tambahan.
Kasus ini masih dalam pengembangan, dan aparat kepolisian terus melakukan pengejaran untuk segera menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
***
Detikjateng.
14 April 2026

Tinggalkan Balasan