Queensha.id – Jepara,

Terobosan di sektor pertanian kembali lahir dari wilayah pesisir. Uji coba penanaman padi biosalin di Kabupaten Jepara menunjukkan hasil menggembirakan setelah berhasil dipanen dengan produktivitas tinggi, membuka harapan baru bagi petani di kawasan terdampak banjir rob.

Program ini merupakan kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pertamina Gas Negara yang mengembangkan varietas padi khusus tahan salinitas tinggi. Total lahan uji coba mencapai 22 hektare, tersebar di wilayah pesisir seperti Desa Bandungharjo, Desa Suwawal, dan Desa Kemujan.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa varietas Biosalin 1 dan Biosalin 2 dirancang khusus untuk menjawab persoalan klasik lahan pesisir yang selama ini sulit ditanami akibat intrusi air laut.

“Ini varietas unggul yang mampu bertahan di lahan dengan kadar garam tinggi. Hasilnya cukup baik dan menjanjikan,” ujarnya usai panen di Bandungharjo, Jumat (24/4/2026).

Tak hanya tahan terhadap kondisi ekstrem, padi biosalin juga memiliki keunggulan masa tanam yang relatif singkat, yakni sekitar 85 hingga 100 hari. Dalam satu hektare, potensi hasil panen bahkan bisa mencapai sekitar sembilan ton gabah merupakan angka yang tergolong tinggi untuk lahan pesisir.

Inovasi ini dinilai krusial, terutama bagi wilayah Pantura yang terus menghadapi ancaman rob dan penurunan kualitas tanah. Selama ini, banyak petani terpaksa membiarkan lahannya tidak produktif karena tidak cocok ditanami padi konvensional.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Kemenko Pangan, Widiastuti, menyebut inovasi ini sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Lahan pesisir selama ini menyumbang sekitar 30 persen produksi beras nasional. Dengan adanya padi biosalin, kontribusinya berpotensi meningkat hingga 50 persen,” jelasnya.

Meski hasil panen awal dinilai sukses, BRIN menegaskan riset akan terus dilanjutkan untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas distribusi benih ke berbagai daerah yang menghadapi persoalan serupa.

Ke depan, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian agar varietas ini lebih mudah diakses petani.

 

Harapannya, inovasi ini tidak hanya menjadi solusi lokal, tetapi juga jawaban nasional atas tantangan perubahan iklim dan krisis pangan.

Di tengah ancaman rob yang kian nyata, keberhasilan panen padi biosalin di Jepara menjadi bukti bahwa inovasi mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang. Kini, lahan asin yang dulu dianggap “mati” perlahan menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali.

 

***

Indoraya News.

(Jumat (24/4/2026).