Queensha.id – Edukasi Sosial,
Tradisi ronda malam atau siskamling yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia kini mulai banyak ditinggalkan. Di sejumlah lingkungan, pos ronda yang dulu ramai oleh warga setiap malam kini terlihat sepi karena perubahan gaya hidup, kesibukan pekerjaan, serta perkembangan teknologi keamanan.
Padahal, keberadaan ronda malam di lingkungan masyarakat memiliki banyak manfaat, bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar warga.
Dahulu, suara kentongan dari pos ronda menjadi tanda bahwa warga saling menjaga satu sama lain. Aktivitas sederhana seperti duduk bersama, berbincang, dan berkeliling kampung menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut pengamat sosial asal Jepara Purnomo Wardoyo, budaya ronda malam merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang mulai berkurang di tengah perubahan zaman.
“Ronda malam bukan hanya soal menjaga kampung dari pencurian, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap lingkungan. Ketika warga masih sering bertemu di pos ronda, komunikasi antar warga menjadi lebih kuat dan berbagai persoalan sosial lebih mudah diketahui,” ujar Purnomo Wardoyo.
Menurutnya, kemajuan teknologi seperti kamera CCTV dan sistem keamanan digital memang membantu masyarakat, tetapi tidak bisa sepenuhnya menggantikan hubungan sosial antar warga.
“Keamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Ronda malam adalah bentuk gotong royong yang menjadi ciri masyarakat Indonesia,” tambahnya.
10 Manfaat Ronda Malam untuk Lingkungan Sekitar
1. Meningkatkan Keamanan Lingkungan
Manfaat utama ronda malam adalah membantu menjaga keamanan wilayah dari berbagai potensi gangguan, seperti pencurian, perusakan fasilitas umum, atau tindakan mencurigakan.
Kehadiran warga yang berjaga membuat pelaku kejahatan berpikir ulang untuk melakukan aksinya.
Solusi: Warga dapat membuat jadwal ronda secara bergiliran agar keamanan lingkungan tetap terjaga tanpa membebani satu orang saja.
2. Mencegah Tindak Kejahatan
Lingkungan yang aktif melakukan ronda biasanya lebih sulit menjadi sasaran kejahatan.
Warga yang berkeliling dapat melihat kondisi sekitar dan melaporkan jika menemukan sesuatu yang tidak biasa.
Solusi: Lakukan patroli sederhana dengan tetap mengutamakan keselamatan dan tidak bertindak sendiri jika menemukan pelaku kejahatan.
3. Mempererat Hubungan Antar warga
Ronda malam menjadi tempat warga bertemu dan berkomunikasi secara langsung.
Di tengah era digital, banyak orang lebih sering berinteraksi melalui telepon genggam dibanding berbicara dengan tetangga.
Solusi: Jadikan pos ronda sebagai tempat silaturahmi dan membangun hubungan sosial yang sehat.
4. Menumbuhkan Sikap Gotong Royong
Ronda malam mengajarkan bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Warga belajar saling membantu dan tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi.
Solusi: Buat sistem ronda yang adil sehingga semua warga merasa memiliki peran.
5. Mempercepat Informasi Saat Terjadi Masalah
Warga yang sering bertemu di pos ronda biasanya lebih cepat mengetahui kondisi lingkungan.
Misalnya ada warga sakit, rumah kosong, orang asing yang mencurigakan, atau kejadian darurat.
Solusi: Bangun komunikasi antara warga melalui grup lingkungan dan tetap mempertahankan pertemuan langsung.
6. Mengawasi Keamanan Rumah Warga
Tidak semua warga memiliki kemampuan memasang CCTV atau sistem keamanan modern.
Ronda malam menjadi bentuk pengawasan bersama terhadap rumah-rumah warga.
Solusi: Warga dapat saling memberi informasi ketika ada rumah kosong karena pemilik sedang bepergian.
7. Mengurangi Kenakalan Remaja
Lingkungan yang aktif biasanya lebih mudah mengawasi aktivitas anak muda pada malam hari.
Hal ini dapat mencegah kegiatan negatif seperti nongkrong hingga larut tanpa tujuan, tawuran, atau aktivitas yang merugikan.
Solusi: Ajak generasi muda ikut kegiatan positif di lingkungan.
8. Membantu Saat Kondisi Darurat
Ronda malam juga bermanfaat ketika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, kecelakaan, atau warga membutuhkan bantuan.
Warga yang berjaga dapat menjadi pihak pertama yang memberikan pertolongan.
Solusi: Pastikan anggota ronda mengetahui nomor penting seperti pemadam kebakaran, kepolisian, dan layanan kesehatan.
9. Menjaga Kebersihan dan Ketertiban Lingkungan
Saat berkeliling, warga dapat melihat kondisi lingkungan seperti sampah menumpuk, lampu jalan mati, atau fasilitas umum yang rusak.
Solusi: Catat temuan dan sampaikan kepada pengurus lingkungan agar segera ditindaklanjuti.
10. Menjaga Tradisi dan Nilai Sosial Masyarakat
Ronda malam merupakan warisan budaya kebersamaan yang mengajarkan kepedulian, tanggung jawab, dan rasa persaudaraan.
Jika budaya ini hilang, masyarakat bisa menjadi lebih individual.
Solusi: Kenalkan budaya ronda kepada generasi muda agar tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.
5 Tips Aman Saat Ngeronda Malam
1. Jangan Ronda Sendirian
Ronda malam sebaiknya dilakukan minimal dua atau lebih orang.
Selain lebih aman, warga juga dapat saling membantu ketika terjadi sesuatu.
2. Jangan Membawa Barang Berharga Berlebihan
Saat ronda, cukup membawa perlengkapan yang diperlukan.
Hindari membawa uang tunai atau barang mahal yang tidak diperlukan.
3. Jangan Main Hakim Sendiri
Jika menemukan orang mencurigakan atau dugaan tindak kriminal, jangan langsung melakukan tindakan berbahaya.
Segera hubungi pihak berwenang.
4. Gunakan Perlengkapan Keamanan
Warga dapat membawa:
- senter
- alat komunikasi
- jas hujan saat musim hujan
- alat penerangan di pos ronda
5. Tetap Waspada dan Jangan Terlalu Sibuk Bermain Handphone
Ronda malam bertujuan menjaga lingkungan.
Terlalu fokus bermain ponsel dapat membuat warga kehilangan kewaspadaan terhadap kondisi sekitar.
Ronda Malam Bukan Sekadar Menjaga Kampung
Di tengah perkembangan zaman, keamanan lingkungan memang dapat dibantu teknologi seperti CCTV dan aplikasi keamanan. Namun, hubungan sosial antar warga tetap membutuhkan interaksi langsung.
Menurut Purnomo Wardoyo, masyarakat yang masih menjaga tradisi ronda malam sebenarnya sedang menjaga nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pos ronda bukan hanya bangunan kecil di pinggir jalan. Di sana ada nilai kebersamaan, kepedulian, dan rasa saling menjaga antar warga,” jelasnya, Rabu (7/10/2026).
Budaya ronda malam perlu kembali dihidupkan agar lingkungan tidak hanya aman, tetapi juga memiliki hubungan sosial yang kuat.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan