Queensha.id – Jepara,

 

Warga Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, dibuat resah setelah beredarnya laporan dugaan aksi begal yang menimpa seorang pengendara wanita saat pulang kerja pada dini hari, Sabtu (9/5/2026).

 

Korban diketahui bernama Feni Ramdani, putri dari Bapak Tohari, warga RT 05 RW 02 Desa Karanggondang Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara.

 

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial Facebook yang diunggah oleh akun Riezma Dwie Setianie, kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB saat korban pulang kerja dari arah Ngabul menuju rumahnya di wilayah Mlonggo.

 

Sekitar pukul 01.30 WIB, ketika melintas di area Masjid Perempatan Desa Srobyong, korban mulai merasa diikuti oleh seorang pengendara sepeda motor Honda PCX berwarna merah.

 

Pelaku kemudian terus membuntuti korban hingga memasuki kawasan persawahan Srobyong, tepatnya di dekat area Selep (penggilingan padi) atau sebelah selatan Gang Gayam Srobyong. Lokasi tersebut dikenal cukup sepi dan minim penerangan pada malam hari.

 

Di lokasi itulah pelaku diduga melancarkan aksi kejahatan jalanan dengan cara menarik jaket korban saat kendaraan masih melaju.

 

Dikutip dari komentar netizen dan sumber informasi, “Korbane selamet ijek iso lolos boss… Ndelalah orak tibo yo untunge orak onok barang yang di gondol begal…,” tulis akun Riezma Dwie Setianie, Minggu (10/5).

 

Kronologi Dugaan Begal di Mlonggo Jepara

Berdasarkan informasi yang tertulis dalam laporan yang beredar:

  • Pukul 01.00 WIB korban berangkat pulang kerja dari arah Ngabul.
  • Pukul 01.30 WIB korban merasa diikuti saat melintas di area Masjid Perempatan Srobyong.
  • Pelaku menggunakan sepeda motor Honda PCX merah.
  • Aksi terjadi di area persawahan Srobyong yang jauh dari permukiman warga.
  • Pelaku diduga menarik jaket korban sebelum melancarkan aksinya.

 

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci terkait kondisi korban maupun kerugian yang dialami setelah kejadian tersebut.

 

 

Warga Sekitar Mengaku Resah

Sejumlah warga sekitar mengaku mulai khawatir dengan kondisi keamanan di jalur tersebut, terutama saat malam hingga dini hari.

 

Salah seorang warga Desa Srobyong, Sutrisno mengatakan kawasan persawahan menuju perempatan memang cukup rawan karena minim penerangan dan jarang dilalui kendaraan pada jam tertentu.

 

“Kalau malam memang sepi sekali di jalur sawah itu. Kami berharap patroli malam bisa lebih ditingkatkan supaya warga, terutama perempuan yang pulang kerja malam, merasa lebih aman,” ujarnya.

 

Warga lainnya, Rina Wulandari juga mengimbau pengendara agar tidak melintas sendirian pada dini hari.

 

“Kalau bisa jangan sendirian lewat situ malam-malam. Minimal ada teman atau rombongan supaya lebih aman,” katanya.

 

 

Imbauan Waspada untuk Pengendara

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur sepi, khususnya pada malam hingga dini hari. Pengendara juga disarankan memilih jalur yang ramai, menghindari berkendara sendirian, serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keamanan dan patroli rutin di wilayah-wilayah rawan kejahatan jalanan di Kabupaten Jepara.

 

***

Sumber: Riezma Dwie Setianie.

Queensha Jepara, 10 Mei 2026.