Queensha.id – Jakarta,
Kepolisian mengungkap dugaan upaya pengaburan informasi dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM. Pelaku disebut menyebarkan foto hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) di media sosial untuk mengalihkan perhatian publik dari identitas pelaku sebenarnya.
Kasus ini menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyebut penyebaran foto editan tersebut diduga dilakukan setelah para pelaku mulai panik karena rekaman CCTV terkait kejadian itu beredar luas di media sosial.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengatakan pihaknya menemukan indikasi bahwa foto viral yang beredar bukanlah gambar pelaku sebenarnya.
“Pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik setelah rekaman CCTV beredar. Mereka kemudian mencoba mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar hasil rekayasa AI,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (16/3).
Menurut polisi, foto tersebut sengaja diedarkan untuk mempengaruhi opini publik sekaligus mengubah persepsi masyarakat mengenai identitas pelaku.
“Dapat kami pastikan foto yang beredar adalah hoaks karena merupakan hasil rekayasa AI. Kami menduga ini bagian dari upaya jaringan pelaku untuk mengaburkan fakta hukum yang sedang kami telusuri,” tambahnya.
Serangan Terjadi Usai Acara Diskusi
Peristiwa penyiraman air keras terjadi setelah Andrie Yunus menghadiri sebuah acara diskusi podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia sekitar pukul 23.00 WIB.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa korban diserang oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar cukup serius di beberapa bagian tubuh.
“Korban mengalami luka pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata,” kata Dimas dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan saat ini telah mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.
Ciri-ciri Pelaku
Dari keterangan saksi dan hasil rekaman CCTV, polisi juga mengungkap ciri-ciri dua terduga pelaku.
Pelaku pertama disebut mengenakan kaos kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara pelaku kedua yang berperan sebagai penumpang terlihat memakai penutup wajah atau masker jenis “buff” berwarna hitam, kaos biru tua, serta celana panjang berbahan jeans yang dilipat hingga pendek.
Waspada Manipulasi Informasi
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap informasi visual yang beredar di media sosial. Teknologi AI generatif kini memungkinkan manipulasi gambar secara realistis sehingga berpotensi menyesatkan opini publik.
Polisi memastikan penyelidikan terhadap pelaku penyiraman air keras masih terus dilakukan, termasuk menelusuri jaringan yang diduga ikut menyebarkan foto palsu tersebut.
Peristiwa ini pun kembali memicu perhatian publik terhadap keamanan aktivis serta potensi penyalahgunaan teknologi digital untuk mengganggu proses penegakan hukum.
***
(Queensha Jepara – 17 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan