Queensha.id – Jepara,

 

Sebuah rumah milik warga di Desa Ujung Pandan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, mengalami kebakaran pada Jumat (19/6/2026) petang. Peristiwa yang terjadi sekitar waktu Magrib itu mengundang perhatian warga sekitar karena kobaran api terlihat membesar dan mengancam bangunan di sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung di RT 02 RW 01 Desa Ujung Pandan. Laporan pertama diterima petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 18.12 WIB.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Pos Pemadam Kebakaran Kalinyamatan segera bergerak menuju lokasi dengan membawa satu unit armada pemadam kebakaran.

 

Api Diduga Berasal dari Obat Nyamuk

Hasil pendataan awal menunjukkan bahwa sumber kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk yang memicu munculnya api di dalam rumah.

Dalam waktu singkat, api merambat ke bagian bangunan yang mudah terbakar hingga menyebabkan sebagian rumah berukuran sekitar 10 x 10 meter tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

Meski penyebab pastinya masih dalam proses pendalaman, dugaan sementara mengarah pada kelalaian penggunaan sumber api di dalam rumah.

 

Petugas dan Warga Berjibaku Padamkan Kobaran Api

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 18.40 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman bersama warga setempat.

Kobaran api yang cukup besar membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas harus memastikan api benar-benar padam agar tidak kembali menyala dan merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Setelah hampir dua jam melakukan penyemprotan dan pendinginan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.30 WIB.

Situasi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.

 

Satu Korban Mengalami Luka Bakar Ringan

Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka bakar ringan akibat terkena dampak kebakaran.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban yang mengalami luka langsung mendapatkan penanganan sehingga kondisinya dapat segera ditangani.

Meski tidak menimbulkan korban meninggal dunia, kebakaran mengakibatkan kerusakan cukup signifikan pada bangunan rumah beserta sejumlah barang di dalamnya.

 

Kerugian Ditaksir Mencapai Rp30 Juta

Akibat kebakaran tersebut, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp30 juta.

Kerusakan meliputi bagian bangunan rumah serta sejumlah perabot dan barang berharga yang tidak sempat diselamatkan saat api membesar.

Petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan total kerugian yang dialami korban.

 

Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan berbagai sumber api di dalam rumah.

Selain obat nyamuk bakar, sejumlah pemicu kebakaran yang sering terjadi antara lain kompor, lilin, korsleting listrik, hingga pembakaran sampah yang tidak diawasi.

Petugas mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh sumber api telah aman sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat.

Langkah sederhana seperti mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengecek instalasi listrik secara berkala, serta menempatkan obat nyamuk bakar pada wadah yang aman dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran.

 

Pengamat Sosial: Kebakaran Rumah Masih Menjadi Ancaman Nyata

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai sebagian besar kebakaran rumah tangga sering kali dipicu oleh faktor kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah.

“Banyak kasus kebakaran terjadi bukan karena bencana besar, melainkan akibat hal-hal kecil yang dianggap sepele. Kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga keamanan rumah sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi mengenai keselamatan rumah tangga perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami risiko penggunaan sumber api dan listrik di lingkungan tempat tinggal.

 

Kewaspadaan Adalah Kunci Pencegahan

Kebakaran yang terjadi di Desa Ujung Pandan menjadi pelajaran berharga bahwa satu sumber api kecil dapat memicu kerugian puluhan juta rupiah dalam waktu singkat.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemeriksaan rutin terhadap peralatan rumah tangga, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, risiko kebakaran dapat diminimalkan.

Saat ini kondisi di lokasi kejadian telah kembali normal dan aktivitas warga berlangsung seperti biasa setelah proses pemadaman selesai dilakukan.

 

***

M8.