Queensha.id – Mudik Lebaran,

 

Perjalanan mudik yang biasanya penuh cerita rindu dan harapan justru berubah menjadi momen menegangkan sekaligus mengharukan di jalur lintas Sulawesi. Seorang mahasiswi berinisial SF (20), asal Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah melahirkan secara mendadak di sebuah warung sederhana saat dalam perjalanan pulang kampung.

 

Peristiwa tak terduga itu terjadi saat SF menumpangi mobil dari Palopo menuju kampung halamannya. Awalnya perjalanan berlangsung normal, melintasi jalan berkelok dan perkampungan seperti mudik pada umumnya. Namun suasana berubah drastis ketika SF tiba-tiba mengeluhkan sakit perut hebat.

 

Teriakan kesakitan membuat seluruh penumpang panik. Sopir yang tidak mengetahui kondisi SF segera menghentikan kendaraan di wilayah Desa Kasintuwu.

 

Dalam kondisi darurat, SF dibawa ke sebuah warung di pinggir jalan. Tempat singgah sederhana itu mendadak berubah menjadi ruang persalinan darurat. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan memberikan bantuan.

 

Di tengah kepanikan, pengakuan SF justru mengejutkan banyak orang. Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya sedang hamil.

 

“Saya tidak tahu kalau sedang hamil. Tiba-tiba saja perut terasa sangat sakit,” ujarnya lirih.

 

Tak lama kemudian, tangis bayi pecah di warung tersebut. Dengan bantuan warga dan aparat desa, SF berhasil melahirkan dalam kondisi darurat tanpa bantuan tenaga medis profesional di lokasi.

 

Situasi yang semula penuh kecemasan perlahan berubah menjadi kelegaan. Warga bahu-membahu memastikan ibu dan bayi dalam kondisi aman sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Mangkutana untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

 

Peristiwa ini menjadi kisah yang membekas bagi warga setempat. Di tengah keterbatasan fasilitas, solidaritas masyarakat desa menjadi penolong utama dalam proses kelahiran yang tidak direncanakan tersebut.

 

Kisah ini bukan hanya tentang perjalanan mudik yang berubah arah, tetapi juga tentang kehidupan yang hadir di saat tak terduga di pinggir jalan, di sebuah warung sederhana, dengan bantuan tangan-tangan tulus yang sigap menolong sesama.

 

***
(18 Maret 2026)