Queensha.id — Mudik Lebaran,
Perjalanan mudik Lebaran yang identik dengan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga, tak selalu berjalan lancar. Hal itu dirasakan Siswanto, warga Pekanbaru, yang harus menghadapi perjalanan panjang dan melelahkan menuju kampung halamannya di Boyolali.
Siswanto bersama keluarganya memulai perjalanan pada Sabtu pagi (14/3/2026) menggunakan mobil pribadi. Namun, perjalanan lintas pulau tersebut diwarnai kendala serius saat melintas di wilayah Palembang. Ia mengaku terjebak kemacetan parah hingga 12 jam.
“Terjebak dari jam 1 pagi sampai jam 1 siang,” ungkapnya saat ditemui di Gerbang Tol Kalikangkung, Senin (16/3/2026), seperti dikutip dari indoraya.news.
Setelah keluar dari kepadatan lalu lintas di Sumatra, perjalanan mulai berangsur lancar saat memasuki wilayah Jawa Tengah melalui jalur tol. Meski demikian, Siswanto menyoroti masih adanya kekurangan pada infrastruktur, khususnya penerangan jalan di beberapa titik yang dinilai belum memadai.
Tak hanya menguras tenaga, perjalanan mudik tersebut juga menguras kantong. Siswanto memperkirakan total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp30 juta untuk satu kali perjalanan bersama keluarga.
Pengeluaran itu meliputi bahan bakar kendaraan, tarif tol, biaya penyeberangan kapal, penginapan, hingga konsumsi selama perjalanan. Bahkan, sebelum memasuki jalan tol, ia telah mengisi saldo uang elektronik sebesar Rp1 juta untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi di gerbang tol.
Meski biaya yang dikeluarkan tergolong besar, Siswanto menilai mudik menggunakan mobil pribadi tetap lebih efisien. Dengan membawa lima anggota keluarga sekaligus, biaya perjalanan dinilai lebih hemat dibandingkan menggunakan transportasi umum secara terpisah.
“Kalau lelah ya berhenti dulu untuk istirahat,” tuturnya.
Kisah Siswanto menjadi gambaran nyata bahwa perjalanan mudik tidak hanya soal jarak, tetapi juga kesiapan fisik, finansial, serta kesabaran menghadapi berbagai kemungkinan di jalan.
***
(16 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan