Queensha.id – Jepara,
Polemik mengenai pentas hiburan dangdut jalanan atau orkesan di Kabupaten Jepara terus menjadi perbincangan hangat di media sosial. Setelah sebelumnya ramai dipicu kritik terhadap fenomena hiburan rakyat tersebut, kini sejumlah pelaku seni dan musisi senior orkes Jepara memilih membuka ruang dialog sebagai upaya mencari solusi bersama.
Salah satu respons datang dari musisi kendang jaipong asal Jepara, Fredy Vano. Melalui akun Facebook pribadinya, ia mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dan berdiskusi secara langsung dengan M. Abdullah Badri atau yang akrab disapa Gus Badri.
“Aku kok koyo kudu jagong mbek Gus Badri iki momen pas koyone (Aku seperti harus duduk berdiskusi dengan Gus Badri, ini sepertinya momen yang tepat),” tulis Fredy Vano dalam unggahannya, pada Minggu (28/6/2026).
Gus Lucky Usulkan Dialog Terbuka
Ajakan tersebut mendapat sambutan dari Gus Lucky, sosok yang dikenal sebagai Master of Ceremony (MC) orkes di Jepara. Melalui kolom komentar, ia mengusulkan agar para ketua orkes, musisi, dan Gus Badri menggelar pertemuan secara langsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.
Menurutnya, dialog tatap muka akan menjadi sarana terbaik untuk melakukan klarifikasi sekaligus bertukar pandangan mengenai batasan hukum hiburan rakyat dari perspektif keagamaan.
“Ayo dijak metu wae. La nek wis ketemu dijak rembugan. Do takon. Nek wong duwe gawe, sing uleman ono orkese, nek sampean ngarani hukume haram, harame ning ndi,” tulis Gus Lucky.
Pernyataan tersebut mencerminkan keinginan para pelaku seni untuk memperoleh penjelasan secara langsung sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Siapkan Forum Tabayun
Wacana dialog tersebut tampaknya tidak berhenti sebatas diskusi di media sosial. Fredy Vano bahkan meminta Gus Lucky mulai menyusun jadwal pertemuan agar gagasan tersebut dapat segera direalisasikan.
Menanggapi hal itu, Gus Lucky menyebut perlu dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan para musisi dan pengelola orkes guna menentukan waktu serta lokasi yang tepat. Dengan nada berseloroh, ia mengatakan bahwa sosok yang akan menjadi “bintang tamu” dalam forum tersebut bukan penyanyi dangdut, melainkan Gus Badri.
“Nek wis do siap, kapan direncanakan. Tanggale, lokasi. La sebagai bintang tamune iki ora Dinda Triratu, ora Evis Renata, tapi bintang tamune Yai Badri,” ujarnya.
Dialog Diharapkan Menjadi Jalan Tengah
Inisiatif yang muncul dari para penggiat seni ini diharapkan menjadi ruang tabayun atau klarifikasi yang sehat antara pelaku hiburan rakyat dan tokoh agama. Melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati, kedua belah pihak diharapkan dapat menemukan titik temu mengenai penyikapan terhadap hiburan orkes tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Dialog tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai posisi hiburan rakyat dalam kehidupan sosial masyarakat Jepara, sekaligus menjaga harmoni antara nilai-nilai budaya, tradisi, dan pandangan keagamaan.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal maupun lokasi pertemuan tersebut. Namun, wacana dialog yang digagas para musisi mendapat perhatian luas dari warganet dan diharapkan dapat menjadi langkah konstruktif dalam meredam polemik yang berkembang.
***
Sumber: SJ.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan