Queensha.id – Jepara,

 

Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah terasa begitu kental di Desa Papasan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Papasan sukses menggelar Gebyar Muharram 1448 H, sebuah kegiatan yang memadukan syiar Islam, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Balai Desa Papasan pada Selasa malam (30/6/2026) tersebut berlangsung meriah dengan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara. Pawai obor yang menghiasi jalan-jalan desa menjadi simbol datangnya Tahun Baru Islam, sekaligus mengajak masyarakat memperkuat keimanan dan ukhuwah Islamiyah.

Tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada 38 anak yatim-piatu dan kaum dhuafa sebagai bentuk nyata kepedulian sosial warga Nahdliyin terhadap sesama.

 

Antusiasme Warga Melampaui Perkiraan Panitia

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua GP Ansor Papasan, Ahmad Arifin, mengaku bersyukur atas suksesnya pelaksanaan Gebyar Muharram tahun ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat jauh melebihi perkiraan panitia.

“Kami dari panitia merasa sangat senang karena acara berjalan lancar dan mendapat antusiasme luar biasa dari warga Nahdliyin Papasan maupun masyarakat sekitar. Panitia menyiapkan sekitar 500 kupon untuk peserta pawai obor, namun ternyata jumlah tersebut masih kurang karena masyarakat yang hadir sangat banyak,” ungkap Ahmad Arifin.

Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan masih mendapat tempat di hati warga dan mampu mempererat persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

 

Diharapkan Menjadi Agenda Rutin NU Papasan

Rois Syuriyah PRNU Papasan, Kiai Sholekan, berharap Gebyar Muharram dapat menjadi tonggak awal kemajuan organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat ranting.

“Dengan adanya kegiatan Gebyar Muharram ini, kami berharap menjadi awal kemajuan NU Ranting Papasan dan dapat dijadikan agenda rutin setiap tahun karena manfaatnya sangat besar bagi warga Nahdliyin,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya memperingati Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi media dakwah serta memperkuat tali silaturahmi antarwarga.

 

Santunan Anak Yatim Wujud Implementasi Nilai Islam

Ketua Tanfidziyah PRNU Papasan, Kiai Daim, M.Pd., menjelaskan bahwa santunan kepada anak yatim merupakan implementasi nyata ajaran Islam yang mengajarkan kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

“Momentum santunan yatama ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai Islam yang mengedepankan kasih sayang, kebersamaan, serta perhatian kepada anak-anak yatim. Tujuannya untuk berbagi kebahagiaan, meringankan beban mereka, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Semoga menjadi amal saleh bagi seluruh donatur,” tutur Kiai Daim.

 

Pemerintah Desa Papasan Berikan Apresiasi

Keberhasilan penyelenggaraan Gebyar Muharram mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Papasan.

Petinggi Desa Papasan, M. Idham Kholik, menyatakan dukungannya terhadap berbagai kegiatan positif yang digagas oleh PRNU bersama seluruh Badan Otonom (Banom) NU.

“Pemdes mengapresiasi sepenuhnya kegiatan yang dilaksanakan oleh PRNU Desa Papasan. Selain mempererat silaturahmi antarwarga, kegiatan ini juga membangun semangat gotong royong serta kepedulian sosial melalui santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan layak untuk terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

 

Kolaborasi Seluruh Banom NU Jadi Kunci Kesuksesan

Kesuksesan Gebyar Muharram 1448 H tidak lepas dari kekompakan seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Desa Papasan. Berbagai Badan Otonom NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, IPNU, IPPNU hingga para siswa Yayasan Aswaja Papasan turut bergotong royong menyukseskan acara.

Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan mampu melahirkan kegiatan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

 

Terima Kasih kepada Para Donatur

Meski acara telah usai, Ketua Panitia Ahmad Arifin tetap menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan dukungan melalui rekening bersama panitia.

Menurutnya, bantuan dari para dermawan menjadi penyebab utama hadirnya kebahagiaan di wajah 38 anak yatim dan kaum dhuafa yang menerima santunan pada momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, panitia, relawan, Banom NU, Pemerintah Desa Papasan, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” tutup Ahmad Arifin.

Dengan suksesnya Gebyar Muharram 1448 Hijriah, masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya menyemarakkan syiar Islam, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat Kabupaten Jepara.

 

Sumber: SJ.

Penulis: Vico Rahman.