Queensha.id – Jepara,
Suasana duka menyelimuti Dukuh Karanganyar, Desa Kaligarang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Senin (6/7/2026). Tangis keluarga pecah setelah seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di dasar sumur sedalam sekitar 20 meter yang berada di belakang rumahnya.
Korban diketahui berinisial HTN (63), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Dukuh Karanganyar RT 05 RW 02, Desa Kaligarang. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang mengenalnya sebagai sosok sederhana.
Peristiwa memilukan itu bermula sekitar pukul 06.00 WIB. Sang suami berpamitan berangkat ke sawah, sementara korban masih berada di dalam kamar dalam kondisi berbaring.
Sekitar setengah jam kemudian, anak korban hendak menemui ibunya. Namun, kamar yang sebelumnya ditempati korban sudah kosong. Rasa cemas pun mulai menyelimuti keluarga. Mereka mencari ke seluruh bagian rumah hingga halaman belakang.
Harapan agar sang ibu segera ditemukan pupus ketika sepasang sandal milik korban terlihat berada tepat di samping sumur.
Dengan perasaan waswas, anak korban mengambil senter dan mengarahkan cahaya ke dasar sumur. Pemandangan yang terlihat membuatnya syok. Tubuh sang ibu tampak berada di dasar sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Temuan tersebut segera dilaporkan ke Polsek Keling. Petugas kepolisian bersama Tim BPBD Kabupaten Jepara kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.
Setelah melalui proses yang cukup sulit, sekitar pukul 08.30 WIB korban akhirnya berhasil diangkat dari dasar sumur. Namun, harapan keluarga agar korban masih dapat diselamatkan sirna. HTN dinyatakan telah meninggal dunia.
Kapolsek Keling, AKP Suyitno, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pemeriksaan luar yang dilakukan dokter dari Puskesmas Keling II hanya menemukan sejumlah luka lecet yang diduga akibat benturan saat korban terjatuh ke dalam sumur. Dokter juga memperkirakan korban telah meninggal sekitar tiga jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
Polisi memastikan hingga saat ini tidak ditemukan indikasi tindak pidana. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Kaligarang. Isak tangis terdengar saat proses evakuasi berlangsung, sementara puluhan warga memadati lokasi dengan wajah penuh kesedihan.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan sumur-sumur terbuka di sekitar rumah. Langkah sederhana seperti memasang penutup atau pagar pengaman di sekitar sumur diharapkan dapat mencegah musibah serupa terjadi kembali.
***
Sumber: M8.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan