Queensha.id – Jepara,
Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah milik warga di Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, pada Rabu (8/7/2026) malam. Api diduga berasal dari bara tungku kayu yang masih menyala dan kemudian merambat ke tumpukan kayu di sekitarnya hingga membakar seluruh bangunan rumah.
Rumah yang terbakar diketahui milik Siti M (27), warga RT 05 RW 04 Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.
Berdasarkan informasi dari Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung mengerahkan armada menuju lokasi kejadian.
“Dua unit mobil pemadam dari Pos Mako 113 dan satu unit dari Pos Kalinyamatan langsung diberangkatkan begitu menerima laporan,” ujar petugas Damkar Jepara, Kamis (9/7/2026).
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 21.15 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman untuk mencegah kobaran api merembet ke rumah-rumah warga di sekitarnya.
Diduga Berasal dari Bara Tungku Kayu
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa sumber api diduga berasal dari tungku kayu yang masih menyisakan bara.
Bara tersebut kemudian menyulut tumpukan kayu yang berada di dekat tungku hingga api membesar dan membakar bangunan rumah berukuran sekitar 10 x 7 meter.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena saat petugas tiba, api sudah membakar sebagian besar bangunan.
Berkat kerja sama petugas Damkar bersama warga sekitar, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski rumah mengalami kerusakan berat, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Namun, seluruh bagian rumah beserta sejumlah barang berharga di dalamnya mengalami kerusakan akibat dilalap si jago merah.
Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.
Damkar Imbau Warga Lebih Waspada
Tim Damkar Kabupaten Jepara mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan tungku kayu maupun sumber api lainnya.
Sebelum meninggalkan dapur atau beristirahat pada malam hari, warga diminta memastikan bara api benar-benar padam sehingga tidak memicu kebakaran.
Petugas juga mengimbau agar bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti kayu bakar, jerami, atau benda mudah terbakar lainnya, tidak diletakkan terlalu dekat dengan tungku.
Kelalaian Kecil Bisa Berakibat Fatal
Peristiwa kebakaran di Desa Blimbingrejo menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dalam penggunaan tungku tradisional dapat berujung pada musibah besar.
Selain menyebabkan kerugian material hingga ratusan juta rupiah, kebakaran juga berpotensi mengancam keselamatan penghuni rumah maupun warga di sekitarnya apabila tidak segera ditangani.
Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan peralatan yang melibatkan api, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di Kabupaten Jepara.
***
Sumber: M8.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan