Queensha.id – Jepara,
Sebuah unggahan di grup Facebook Info Seputar Jepara mendadak menjadi perbincangan hangat warganet. Postingan dari akun Facebook “Kangmen Kangmen” yang berisi permintaan mencari jasa tukang batu dengan sejumlah kriteria khusus memancing beragam komentar, mulai dari candaan hingga kritik.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan:
“GOLEK TUKANG BATU SING ORAK NGROKOK BOTGAWENE CEPET RESIK RAPI LAN ORAK KAKEHAN JAGONG.”
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, unggahan tersebut bermakna mencari tukang batu yang tidak merokok, bekerja cepat, hasilnya rapi, bersih, dan tidak terlalu banyak mengobrol.
Tak butuh waktu lama, kolom komentar langsung dipenuhi respons menggelitik dari netizen Jepara. Berikut beberapa komentar yang ramai diperbincangkan:
“Wong pelit gawe aturan Dewe mending kerjani Dewe Karo bojne, “
“tukangi dewee kak lek nggolekmu ngunu angel saiki🤣”
“Umpomo ono paling isuke ws ora balik neh.. 😀🙏”
“Inbok wae,, bgwe sregep,, orak udot rak sah ngei mangan, sdino 200 sak tel,, tpimuleh yo gwanono beras spratat.”
“Luru wong ngono Yo kudu wani bayar duwur mas diatas 330 munggah.”
“Tukang gambar ono.”
“Ngonoiku di info hariane piro bos lah sisan jelas, modelanmu golek murah tek cepet iku gawe candi Prambanan tah pye”
“sing megawe tangan , bahu mbi otakke bos ora cangkeme , alm bpakku biyen alhamdulillah raono sing komplain ngunukui penting hasil krjane”
“Adoh adoh mangsaku tukang jeporo y sregep² cekatan mlh ik kok kakean request Kyo lagu 🤣🤣😁😁”
“Ono bos mulay jam 7..Sampay jam 12.bocahe leren.setengah siji langsong manjing.laute jam setengah enem..bayarane450 sak setel….gelem Kowe tanggaku..”
“ono kang ora rokok tp bayarane jalok ijol rego roko surya 16 blm makan dan gorengang esok sore..”
“Ngonoiku di info hariane piro bos lah sisan jelas, modelanmu golek murah tek cepet iku gawe candi Prambanan tah pye..”
Beragam komentar tersebut menunjukkan bahwa banyak warganet menilai mencari tukang dengan kriteria yang terlalu spesifik bukanlah perkara mudah, terlebih jika tidak diimbangi dengan upah yang sesuai.
Upah Tukang Batu di Jepara
Berdasarkan informasi yang dihimpun, untuk pekerjaan renovasi rumah non-kontraktor atau tanpa mandor besar, upah harian tukang batu di Kabupaten Jepara umumnya berkisar Rp150 ribu per hari untuk tukang utama. Sementara kenek atau pekerja pembantu menerima sekitar Rp125 ribu hingga Rp150 ribu per hari.
Selain upah harian, pemberi kerja biasanya juga menyediakan minuman, jajanan, bahkan satu bungkus rokok bagi pekerja yang merokok sebagai bentuk penghargaan selama bekerja.
Jam kerja umumnya dimulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB. Pada pukul 12.00 WIB, para pekerja beristirahat untuk menunaikan salat dan makan siang, kemudian kembali bekerja pukul 13.00 WIB hingga sore hari.
Di sejumlah daerah seperti Jepara, Kudus, Demak, Pati, Blora, Semarang, dan wilayah lain di Jawa Tengah, banyak tukang bangunan memilih libur pada hari Jumat untuk melaksanakan salat Jumat. Sementara sebagian lainnya mengambil hari libur setiap Minggu sesuai kesepakatan dengan pemilik pekerjaan.
Selain sistem harian, banyak pula tukang yang menggunakan sistem borongan, yakni menyepakati nilai total jasa pembangunan atau renovasi sejak awal hingga pekerjaan selesai.
Pekerjaan Berat yang Layak Dihargai
Warga Jepara, Ahmad Suyono (45), menilai profesi tukang batu merupakan pekerjaan yang mengandalkan tenaga, keterampilan, dan pengalaman sehingga sudah sepatutnya dihargai.
“Menjadi tukang batu itu bukan pekerjaan ringan. Mereka bekerja di bawah terik matahari, mengangkat material berat, berpikir bagaimana hasil bangunan tetap kuat dan rapi. Kalau memang menginginkan hasil yang bagus, ya pekerjanya juga harus dihargai dengan upah yang layak dan perlakuan yang baik. Jangan hanya banyak tuntutan, tetapi tidak sebanding dengan penghargaan yang diberikan,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, hubungan yang saling menghormati antara pemilik pekerjaan dan para tukang akan menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman sehingga hasil pekerjaan pun menjadi lebih maksimal.
Unggahan yang semula hanya berisi permintaan mencari tukang batu itu akhirnya berkembang menjadi perbincangan luas mengenai pentingnya menghargai profesi pekerja bangunan yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan rumah maupun fasilitas masyarakat.
***
Sumber: Akun Facebook.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan