Queensha.id – Tuban,
TUBAN – Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan video yang memperlihatkan seorang petani bergelantungan dan diterbangkan menggunakan drone berukuran besar di kawasan persawahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Aksi ekstrem tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan.
Setelah videonya viral, pembuat konten akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan.
Pembuat Konten Akui Drone Tidak Diperuntukkan Mengangkut Manusia
Permintaan maaf disampaikan oleh Budianto, pemilik akun media sosial @mbahkaruhon, bersama Daeman (51), pria yang tampak bergelantungan saat diterbangkan menggunakan drone.
Dalam video permintaan maaf yang diterima media, keduanya mengakui telah menggunakan drone tidak sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.
“Kami berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut karena dapat mengakibatkan kecelakaan atau cedera serius yang bisa berakibat fatal,” ujar Budianto.
Mereka juga mengonfirmasi bahwa video viral tersebut telah dihapus dari akun media sosial sebagai bentuk tanggung jawab atas aksi yang dilakukan.
Hanya Iseng untuk Konten Media Sosial
Budianto menjelaskan, aksi tersebut bukan bagian dari pekerjaan ataupun operasional perusahaan tempatnya bekerja sebagai pengelola kebun pisang Cavendish di Kabupaten Tuban.
Menurutnya, ide tersebut muncul secara spontan karena rasa penasaran terhadap kemampuan angkat drone pertanian yang biasa digunakan untuk mendukung aktivitas di perkebunan.
“Awalnya hanya iseng, karena penasaran drone ini mampu mengangkat beban sekitar 60 sampai 70 kilogram, ternyata bisa,” jelasnya.
Ia menambahkan, drone tersebut selama ini difungsikan untuk mengangkut logistik dan perlengkapan menuju area perkebunan, bukan untuk membawa manusia.
Polisi Sebut Permasalahan Sudah Diselesaikan
Kepolisian Resor Tuban memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan setelah pembuat konten menyampaikan permintaan maaf dan menghapus video yang sempat viral.
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Iksan, mengatakan permintaan maaf dilakukan langsung di lokasi tempat aksi tersebut direkam, didampingi personel Polsek Merakurak.
“Kejadian itu sudah selesai, yang bersangkutan sudah meminta maaf dan menyadari kesalahannya,” ujar Iptu Iksan.
Keselamatan Harus Menjadi Prioritas
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penggunaan drone harus mengikuti aturan keselamatan dan fungsi yang telah ditetapkan. Drone pertanian memang dirancang untuk membantu penyemprotan tanaman, pemetaan lahan, maupun mengangkut logistik dalam batas tertentu, bukan sebagai alat transportasi manusia.
Aksi berbahaya demi mengejar konten viral di media sosial berpotensi mengancam keselamatan pelaku maupun orang lain. Jika terjadi kegagalan sistem, kerusakan teknis, atau kehilangan kendali saat terbang, akibatnya bisa sangat fatal.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam membuat konten digital dan tidak meniru aksi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain hanya demi memperoleh perhatian di media sosial.
***

Tinggalkan Balasan