Queensha.id – Edukasi Sosial,
Menabung selama ini kerap dianggap sebagai indikator seseorang mampu mengelola keuangan dengan baik. Namun, realitas yang dihadapi sebagian besar masyarakat Indonesia menunjukkan kondisi yang jauh lebih kompleks.
Berdasarkan survei terbaru yang dirilis GoodStats, sekitar 70 persen masyarakat Indonesia mengaku tidak memiliki tabungan. Artinya, mayoritas pendapatan yang diterima setiap bulan habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebaliknya, hanya 30,1 persen responden yang menyatakan mampu menyisihkan sebagian penghasilannya secara rutin untuk ditabung.
Pendapatan dan Biaya Hidup Jadi Kendala
Survei tersebut mengungkap beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat kesulitan menabung. Sebagian responden mengaku masih sering melakukan pengeluaran impulsif, sementara banyak lainnya menyebut pendapatan yang diterima belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Di sisi lain, kenaikan harga kebutuhan hidup turut mempersempit ruang bagi masyarakat untuk menyisihkan uang sebagai dana cadangan maupun investasi masa depan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan menabung tidak hanya bergantung pada kedisiplinan seseorang, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat pendapatan serta besarnya pengeluaran yang harus dipenuhi setiap bulan.
Tabungan Kerap Terpakai untuk Kebutuhan Mendesak
Survei juga menunjukkan bahwa memiliki tabungan belum tentu menjamin kondisi keuangan yang stabil.
Tidak sedikit masyarakat yang telah berhasil menabung akhirnya harus menggunakan kembali dana tersebut untuk membayar kebutuhan mendesak, seperti biaya kesehatan, pendidikan anak, perbaikan rumah, maupun keperluan darurat lainnya.
Hal tersebut menggambarkan pentingnya memiliki dana darurat yang memadai, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.
Menabung Tetap Penting untuk Masa Depan
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kebiasaan menabung tetap menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ketahanan finansial keluarga.
Menyisihkan uang, meski dalam jumlah kecil, dapat membantu masyarakat menghadapi kebutuhan yang tidak terduga tanpa harus bergantung pada utang.
Namun, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada individu. Dibutuhkan dukungan berupa pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, terbukanya lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan agar masyarakat memiliki kemampuan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menabung.
Literasi Keuangan Perlu Diperkuat
Selain faktor ekonomi, peningkatan literasi keuangan juga dinilai penting agar masyarakat mampu mengelola pendapatan secara lebih efektif, menyusun prioritas pengeluaran, dan merencanakan keuangan jangka panjang.
Dengan kombinasi antara pengelolaan keuangan yang bijak, peningkatan pendapatan, serta kondisi ekonomi yang mendukung, diharapkan semakin banyak keluarga Indonesia yang mampu membangun tabungan dan memiliki rasa aman dalam menghadapi masa depan.
Ekonom: Menabung Perlu Diimbangi Peningkatan Pendapatan
Ekonom senior Indonesia Faisal Basri (alm.) dalam berbagai kesempatan pernah menekankan bahwa kemampuan masyarakat untuk menabung sangat erat kaitannya dengan tingkat pendapatan riil dan daya beli. Menurutnya, ketika kenaikan pendapatan tidak mampu mengimbangi laju inflasi maupun biaya hidup, ruang bagi masyarakat untuk menyisihkan uang menjadi semakin sempit.
Pandangan tersebut sejalan dengan hasil survei GoodStats yang menunjukkan masih banyak masyarakat kesulitan memiliki tabungan bukan semata-mata karena kurang disiplin, tetapi juga karena pendapatan yang habis untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Sementara itu, ekonom dari Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, menilai kebiasaan menabung tetap penting sebagai fondasi ketahanan finansial keluarga. Namun, ia mengingatkan bahwa masyarakat juga perlu meningkatkan literasi keuangan agar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengendalikan pengeluaran konsumtif, serta membangun dana darurat secara bertahap.
Menurut Rhenald Kasali, kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian membuat setiap keluarga perlu memiliki perencanaan keuangan yang matang. Menabung, meskipun dimulai dari nominal kecil, dinilai lebih baik daripada tidak memiliki dana cadangan sama sekali.
Dengan demikian, kemampuan masyarakat untuk menabung merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor, mulai dari pendapatan yang memadai, pengendalian pengeluaran, hingga kondisi ekonomi yang mendukung.
Oleh karena itu, selain meningkatkan literasi keuangan, diperlukan pula penciptaan lapangan kerja yang lebih luas, peningkatan produktivitas, serta pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sumber: GoodStats.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan