Queensha.id – Kabar Duka,

 

Dunia musik rock Indonesia kembali diselimuti kabar duka. Akun Facebook Estiana Almachzumi, yang dikenal sebagai bagian dari keluarga Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim Slank), mengunggah ucapan belasungkawa atas sosok Trisno “Trisnoize”, bassist legendaris PAS Band.

Dalam unggahan tersebut tertulis:

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Trisno ‘Trisnoize’, bassis legendaris dari PAS Band. Semoga jalanmu lapang menuju Sang Pencipta, Kang. Karya dan kebaikanmu akan selalu kami kenang. Rest in Peace Legend.” Sabtu, (1/8/2026) sore

 

Unggahan itu juga disertai tagar #TrisnoTrisnoize, #PASBand, #RestInPower, dan #MusikIndonesiaBerduka.

Hingga artikel ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak keluarga maupun manajemen PAS Band yang mengonfirmasi kabar tersebut.

 

Sempat Berjuang Melawan Gagal Ginjal

Sebelum kabar duka beredar, kondisi kesehatan Trisno memang menjadi perhatian para musisi Indonesia.

Drummer PAS Band, Sandy, sebelumnya mengungkapkan bahwa rekan satu bandnya itu telah mengalami penurunan kondisi kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Awalnya, Trisno disebut mengalami pembengkakan pada kaki dan penurunan berat badan, namun enggan menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh.

Setelah akhirnya diperiksa, Trisno diketahui mengalami gangguan liver dan hipertensi. Kondisinya kemudian memburuk pada pertengahan Juli 2026 hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Dokter mendiagnosis fungsi ginjal Trisno hanya tersisa sekitar 5 persen, sehingga ia harus menjalani cuci darah (hemodialisis). Selain itu, ia juga mengalami penyumbatan di bagian kepala yang mengharuskannya menjalani tindakan operasi.

Musisi Eno NTRL sebelumnya juga mengajak masyarakat untuk mendoakan kesembuhan Trisno melalui media sosial. Dalam unggahannya, Eno memperlihatkan momen panggilan video dengan Trisno yang sedang menjalani perawatan intensif menggunakan alat bantu pernapasan.

 

Sosok Penting dalam Sejarah PAS Band

Trisno merupakan salah satu personel penting PAS Band yang ikut mengantarkan grup musik asal Bandung tersebut mencapai puncak popularitas pada era 1990-an.

Bersama Yukie (vokal), Bengbeng (gitar), dan Richard Mutter (drum), Trisno menjadi bagian dari formasi yang melahirkan banyak karya ikonik di blantika musik rock Indonesia.

PAS Band juga dikenal sebagai salah satu pelopor musik independen (indie) di Indonesia. Saat industri musik masih didominasi label rekaman besar, PAS Band memilih memproduksi dan mendistribusikan albumnya secara mandiri, sebuah langkah yang kemudian menjadi inspirasi bagi banyak musisi generasi berikutnya.

Sejak debut melalui album Four Through The Sap pada 1993 hingga Unscripted Experience pada 2020, PAS Band telah melahirkan sederet lagu populer seperti Jengah, Permata Yang Hilang, Aku, Pantai Abiss.., dan Malam Tetaplah Malam.

 

Warisan Musik yang Akan Selalu Dikenang

Terlepas dari kabar yang masih menunggu konfirmasi resmi, nama Trisno telah menjadi bagian penting dalam sejarah musik rock Indonesia. Permainan bassnya yang khas serta dedikasinya bersama PAS Band menjadikan dirinya dikenang sebagai salah satu musisi yang turut membentuk perkembangan musik independen di Tanah Air.

Doa dan dukungan dari para musisi serta penggemar terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan dan kontribusi Trisno bagi dunia musik Indonesia.

 

***

Sumber: Estiana Almachzumi.

Penulis: Vico Rahman.