Queensha.id – Musik,

 

Perjalanan Ivan Kurniawan Arifin atau yang dikenal sebagai Ivanka menjadi bagian dari Slank ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Di balik posisinya sebagai bassist legendaris, tersimpan kisah penuh dilema, konflik batin, hingga keputusan besar yang nyaris membuatnya meninggalkan kesempatan emas.

 

Berawal dari Ajakan Sederhana

Dalam perbincangannya bersama Ari Lasso di kanal YouTube, Ivanka mengenang momen awal ketika dirinya dihubungi oleh Bimbim.

Ajakan itu terdengar sederhana: latihan dan membuat lagu bersama. Tanpa banyak berpikir, Ivanka langsung mengiyakan.

“Saat itu gue nggak mikir panjang. Bimbim ngajak latihan, ya sudah langsung jalan ke Potlot,” ungkapnya.

Namun, apa yang awalnya ia kira hanya proyek biasa, ternyata menjadi pintu masuk ke perjalanan besar dalam kariernya.

 

Dari Latihan ke Rekaman Album

Setibanya di markas Potlot, Ivanka langsung terlibat dalam proses kreatif bersama Kaka dan personel lainnya. Mereka bahkan menciptakan puluhan lagu dalam waktu singkat.

Tanpa disadari, sesi latihan tersebut ternyata langsung direkam dan dijadikan bagian dari album Slank.

“Di tengah-tengah latihan, tiba-tiba dibilang ini buat album Slank,” kenangnya.

Momen itu menjadi titik balik, di mana Ivanka mulai menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam fase penting band tersebut.

 

Dilema: Antara Loyalitas dan Kesempatan

Namun di balik peluang besar itu, Ivanka justru menghadapi tekanan batin yang tidak ringan. Ia berada di tengah konflik internal Slank, sekaligus memiliki kedekatan emosional dengan personel lama seperti Bongky dan Pay.
Situasi ini membuatnya merasa serba salah.

“Harusnya bukan gue yang di posisi ini,” ujarnya, dilansir dari sumber.

Ia bahkan sempat meminta pendapat Bongky. Jawaban yang diterima justru mengejutkan dan ia diminta untuk tetap melanjutkan jalan tersebut.

 

Nyaris Tinggalkan Bimbim

Konflik tidak berhenti di situ. Ivanka juga tengah mengerjakan proyek musik bersama Pay dan Yoyo. Selain itu, ia mendapat tawaran pekerjaan dari keluarganya di Australia.

 

Tekanan pilihan semakin besar yaitu tetap bersama Slank, tetap menjaga relasi pertemanan atau memilih jalur karier lain.

Dalam kondisi tersebut, Ivanka mengaku sempat berpikir untuk meninggalkan Bimbim.

“Gue sempat mau ninggalin Bimbim,” ujarnya jujur.

Namun pada akhirnya, ia memilih bertanggung jawab atas proses rekaman yang sudah dijalani.

 

Resmi Jadi Bagian Slank

Keputusan itu menjadi langkah penting dalam sejarah Slank. Pada album ke-7, Ivanka resmi diperkenalkan sebagai personel tetap bersama Ridho Hafiedz dan Abdee Negara.

Formasi tersebut kemudian menjadi salah satu era paling ikonik dalam perjalanan band.

 

Pilihan yang Mengubah Hidup

Kisah Ivanka menunjukkan bahwa di balik gemerlap dunia musik, terdapat keputusan-keputusan sulit yang tidak terlihat publik.

Ia harus mengorbankan:

– Pendidikan.

– Kenyamanan pertemanan.

– Peluang karier di luar negeri.

 

Namun dari pilihan itulah, lahir perjalanan panjang yang mengukuhkan namanya sebagai bagian penting dari Slank.

Cerita Ivanka bukan sekadar kisah masuk band, melainkan potret tentang keberanian mengambil risiko di tengah ketidakpastian.

Dari ajakan latihan sederhana, konflik batin, hingga keputusan besar—semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang akhirnya membentuk sejarah musik Indonesia.

 

***
(28 April 2026)