Queensha.id – Edukasi Kesehatan,

 

Memasuki musim panas atau saat suhu udara meningkat, banyak orang tua mengeluhkan anaknya tiba-tiba mengalami biduran atau dalam istilah medis disebut urtikaria. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bentol-bentol kemerahan di kulit yang terasa sangat gatal dan dapat muncul di bagian tubuh mana saja.

Meski umumnya tidak berbahaya, biduran dapat membuat anak rewel, sulit tidur, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi orang tua memahami penyebab, gejala, serta cara penanganannya agar kondisi tidak semakin parah.

Apa Itu Biduran?

Biduran merupakan reaksi pada kulit akibat pelepasan zat histamin oleh tubuh. Reaksi ini menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah kulit melebar sehingga muncul bentol yang disertai rasa gatal.

Bentol dapat hilang dalam hitungan jam, tetapi juga bisa muncul kembali di bagian tubuh yang berbeda.

Mengapa Musim Panas Memicu Biduran?

Cuaca panas membuat tubuh anak lebih banyak berkeringat. Pada sebagian anak yang memiliki kulit sensitif, kondisi ini dapat memicu reaksi alergi atau iritasi.

Selain itu, suhu panas menyebabkan pembuluh darah melebar sehingga pelepasan histamin menjadi lebih mudah terjadi.

Penyebab Biduran pada Anak

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan biduran antara lain:

  • Paparan suhu panas atau sinar matahari.
  • Keringat berlebihan.
  • Alergi makanan, seperti telur, udang, kacang, atau susu.
  • Gigitan serangga.
  • Debu dan tungau.
  • Infeksi virus atau bakteri.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Gesekan pakaian yang terlalu ketat.
  • Stres atau kelelahan pada anak.

Dalam beberapa kasus, penyebab biduran tidak selalu dapat diketahui secara pasti.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala biduran pada anak umumnya meliputi:

  • Bentol berwarna merah atau putih.
  • Rasa gatal yang cukup hebat.
  • Bentol dapat berpindah-pindah lokasi.
  • Kulit terasa panas.
  • Kadang disertai pembengkakan pada bibir, kelopak mata, atau wajah.

Apabila anak mengalami sesak napas, suara serak, pembengkakan pada lidah atau tenggorokan, maupun sulit menelan, orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan karena kondisi tersebut dapat mengarah pada reaksi alergi berat yang memerlukan penanganan segera.

Cara Mengatasi Biduran pada Anak

Sebagian besar biduran ringan dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah, seperti:

  • Kompres kulit menggunakan air dingin.
  • Hindari anak menggaruk area yang gatal.
  • Gunakan pakaian berbahan katun yang longgar.
  • Jaga tubuh tetap sejuk dan hindari paparan panas berlebihan.
  • Pastikan anak cukup minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi.

Bila biduran diduga dipicu makanan tertentu, hentikan sementara konsumsi makanan tersebut hingga penyebabnya diketahui.

Apabila keluhan tidak membaik, sering kambuh, atau disertai gejala berat, segera konsultasikan ke dokter. Dokter dapat menentukan penyebab serta memberikan pengobatan yang sesuai, termasuk bila diperlukan obat antihistamin.

Cara Mencegah Biduran Saat Cuaca Panas

Orang tua dapat mengurangi risiko biduran dengan beberapa langkah berikut:

  • Hindari aktivitas di bawah terik matahari terlalu lama.
  • Mandikan anak setelah banyak berkeringat.
  • Gunakan pakaian yang menyerap keringat.
  • Kenali makanan atau benda yang memicu alergi.
  • Jaga kebersihan lingkungan rumah agar bebas debu dan tungau.
  • Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup.

Orang Tua Diminta Tidak Panik

Biduran memang sering membuat orang tua khawatir karena bentol muncul secara tiba-tiba. Namun, sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat sembuh dalam waktu singkat.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Bila biduran disertai sesak napas, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, anak tampak lemas, atau bentol tidak kunjung membaik, segera bawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Dengan mengenali penyebab serta melakukan pencegahan sejak dini, risiko biduran pada anak saat musim panas dapat diminimalkan sehingga mereka tetap dapat beraktivitas dengan nyaman.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.