Queensha.id – Jepara,

 

Rezeki setiap manusia telah diatur oleh Allah SWT. Namun, Islam juga mengajarkan bahwa rezeki harus dijemput dengan ikhtiar, doa, kesabaran, dan kerja keras.

Kisah inilah yang dialami Dedi Setiawan (30), seorang pria asal Kabupaten Jepara yang memilih menekuni profesi sebagai penulis lepas. Meski pekerjaannya tidak banyak diketahui orang, ia mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya melalui jasa penulisan berbagai jenis naskah.

Dedi mengaku belum ingin menyebutkan desa tempat tinggalnya karena ingin menjaga privasi keluarga.

 

Menulis Menjadi Sumber Penghasilan

Berbeda dengan pekerjaan kantoran pada umumnya, Dedi menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer.

Ia menerima berbagai jenis pekerjaan, mulai dari penulisan ilmiah, artikel edukasi, artikel jurnalistik, naskah pidato, profil perusahaan, hingga berbagai kebutuhan penulisan lainnya.

Pekerjaan tersebut seluruhnya dilakukan dari rumah.

“Alhamdulillah, dari pekerjaan menulis ini saya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Memang tidak selalu ramai, tetapi saya percaya setiap rezeki sudah Allah SWT yang mengatur,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).

 

Tetangga Mengira Hanya Bermain Game

Karena lebih banyak berada di dalam rumah sambil menatap layar komputer atau ponsel, tidak sedikit tetangga maupun kerabat yang salah paham.

Sebagian mengira dirinya hanya menghabiskan waktu bermain game atau sekadar berselancar di internet.

Padahal, hampir setiap hari waktunya diisi dengan menyusun artikel, melakukan riset, mengedit naskah, dan berkomunikasi dengan klien.

“Saya tidak terlalu memikirkan anggapan orang. Mereka hanya melihat saya duduk di depan komputer, padahal pekerjaan saya memang seperti itu,” katanya sambil tersenyum.

 

Rezeki Datang dari Doa dan Ikhtiar

Di balik kesibukannya menulis, Dedi mengaku selalu berusaha menjaga hubungan dengan Allah SWT.

Baginya, pekerjaan hanyalah sarana, sedangkan pemberi rezeki tetap Allah SWT.

Setiap selesai salat, ia memanjatkan doa agar diberi rezeki yang halal, berkah, dan cukup untuk keluarganya.

Ia meyakini firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa siapa yang bertakwa kepada-Nya, maka Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Keyakinan tersebut menjadi penyemangat ketika pekerjaan sedang sepi atau menghadapi berbagai tantangan.

Tidak Perlu Gengsi dengan Pekerjaan Halal

Menurut Dedi, masih banyak orang yang menganggap pekerjaan harus terlihat besar agar dianggap sukses.

Padahal, selama pekerjaan itu halal dan mampu menghidupi keluarga, tidak ada alasan untuk merasa rendah diri.

Ia memilih fokus meningkatkan kualitas tulisan daripada sibuk menjelaskan pekerjaannya kepada setiap orang.

“Yang penting orang tua dan keluarga tahu saya bekerja dengan cara yang halal. Kalau orang lain belum tahu, tidak masalah. Rezeki bukan datang karena penilaian manusia, tetapi karena izin Allah SWT,” tuturnya.

 

Menjadi Inspirasi di Era Digital

Perkembangan teknologi telah membuka banyak peluang pekerjaan baru, termasuk profesi sebagai penulis lepas (freelance writer).

Seseorang kini dapat bekerja dari rumah dengan memanfaatkan kemampuan menulis, selama terus belajar, menjaga kualitas, dan membangun kepercayaan klien.

Kisah Dedi menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak selalu harus terlihat mewah atau dipamerkan kepada banyak orang.

Di balik pintu rumah yang sederhana, seseorang bisa tetap berkarya, menghasilkan karya bermanfaat, dan menghidupi keluarganya dengan cara yang halal.

Bagi Dedi, ukuran keberhasilan bukanlah seberapa banyak orang mengetahui profesinya, melainkan seberapa besar rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan setiap hari.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.