Queensha.id – Edukasi Sosial,
Sebuah unggahan yang beredar di media sosial Facebook dari akun Rahma Fitri, yang mengutip tulisan R. Noto Widjojo, menarik perhatian warganet. Tulisan tersebut berisi pesan, “Heii wanita, jangan kau lepaskan celana dalammu”.
Arti tulisan itu, supaya perempuan tidak mudah terpengaruh oleh rayuan, melainkan mengutamakan penilaian terhadap karakter, tanggung jawab, dan masa depan seorang calon pasangan.
Dalam narasinya, penulis mengingatkan agar perempuan tidak terburu-buru memberikan (keperawanan) hanya karena pujian atau kata-kata manis. Pesan tersebut menekankan pentingnya mengenal kepribadian, tanggung jawab, serta kesiapan finansial calon pasangan sebelum membangun hubungan yang lebih serius.
Meski menggunakan bahasa yang tegas dan lugas, inti pesan tersebut mengajak perempuan untuk berpikir rasional dalam menentukan pasangan hidup.
Jangan Mudah Terbuai Rayuan
Banyak hubungan yang berawal dari perhatian, pujian, dan kata-kata romantis. Namun, pujian saja tidak cukup menjadi ukuran bahwa seseorang layak dijadikan pasangan hidup.
Dalam kehidupan nyata, seseorang perlu dinilai dari sikap sehari-hari, cara memperlakukan orang lain, tanggung jawab terhadap pekerjaan, serta komitmennya dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Rayuan dapat membuat seseorang merasa dihargai, tetapi karakter dan tindakan nyata jauh lebih penting daripada sekadar ucapan.
Karakter Lebih Penting daripada Penampilan
Salah satu poin yang disampaikan dalam unggahan tersebut adalah pentingnya memastikan calon pasangan memiliki sifat bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Hubungan jangka panjang membutuhkan lebih dari sekadar rasa cinta. Dibutuhkan komitmen, kedewasaan emosional, kemampuan menyelesaikan masalah, serta kesiapan membangun keluarga.
Pasangan yang bertanggung jawab biasanya menunjukkan konsistensi antara perkataan dan perbuatannya.
Kesiapan Menjadi Ayah yang Baik
Unggahan tersebut juga mengingatkan agar perempuan mempertimbangkan apakah calon pasangan memiliki kualitas sebagai seorang ayah di masa depan.
Menjadi orang tua bukan hanya soal memberikan nafkah, tetapi juga mendidik, melindungi, memberikan kasih sayang, dan menjadi teladan bagi anak-anak.
Karakter seperti sabar, penyayang, jujur, serta mampu mengendalikan emosi menjadi modal penting dalam membangun keluarga yang harmonis.
Cinta Perlu Diiringi Tanggung Jawab
Dalam hubungan yang sehat, cinta memang menjadi fondasi. Namun, cinta saja sering kali tidak cukup apabila tidak disertai tanggung jawab.
Kesiapan ekonomi memang bukan satu-satunya ukuran kebahagiaan rumah tangga. Akan tetapi, memiliki pekerjaan, semangat mencari nafkah, dan kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga merupakan bagian dari tanggung jawab yang perlu dipersiapkan.
Yang perlu dibedakan adalah kondisi ekonomi seseorang dengan kemauan untuk bekerja dan berusaha. Tidak semua orang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi berarti tidak layak menjadi pasangan. Yang lebih penting adalah integritas, etos kerja, dan komitmennya untuk bertanggung jawab.
Pandangan Islam tentang Memilih Pasangan
Dalam Islam, memilih pasangan hidup dianjurkan berdasarkan agama dan akhlaknya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Wanita dinikahi karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut juga menjadi pedoman dalam memilih pasangan secara umum. Akhlak, keimanan, serta tanggung jawab merupakan faktor utama yang perlu diprioritaskan.
Islam juga melarang hubungan di luar pernikahan yang mengarah kepada zina. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 32:
“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.”
Karena itu, hubungan laki-laki dan perempuan hendaknya dijaga dalam batas-batas yang sesuai syariat hingga tiba saatnya akad nikah.
Bijak Sebelum Mengambil Keputusan
Setiap orang tentu memiliki kriteria pasangan masing-masing. Namun, keputusan membangun rumah tangga sebaiknya tidak hanya didasarkan pada perasaan sesaat atau rayuan romantis.
Mengenali karakter pasangan, melihat tanggung jawabnya, memperhatikan cara ia memperlakukan keluarga, serta memastikan adanya komitmen untuk bertumbuh bersama merupakan langkah penting sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Pada akhirnya, membangun rumah tangga bukan hanya tentang menemukan orang yang dicintai, tetapi juga menemukan seseorang yang mampu menjadi teman hidup, pendamping dalam suka dan duka, serta bersama-sama membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
***
Sumber: RF.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan