Queensha.id – Jepara,

 

Pembangunan akses paving di depan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jepara di wilayah Pakisaji menjadi perhatian masyarakat. Posisi konstruksi paving yang tampak lebih tinggi dari badan jalan dan berada sangat dekat dengan tepi jalan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan kondisi yang terlihat di lapangan, area paving di depan sekolah memiliki elevasi yang cukup tinggi dengan tepi konstruksi yang berhadapan langsung dengan badan jalan. Warga menyebut jaraknya hanya sekitar 20 sentimeter dari badan jalan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ruas jalan tersebut merupakan akses yang cukup ramai dilalui kendaraan dan menjadi jalur menuju Dukuh Toksongo.

Salah satu tokoh pemuda Desa Suwawal Timur, Dukuh Toksongo, Eko Santoso, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada penyelesaian bangunan utama, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan masyarakat yang menggunakan akses di sekitarnya.

“Ini jalan ramai dan menjadi salah satu akses masuk ke Dukuh Toksongo. Kalau konstruksinya terlalu tinggi dan terlalu dekat dengan badan jalan, tentu harus dipikirkan aspek keselamatannya,” ujar Eko.

Ia menilai persoalan tersebut semakin penting karena pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis pemerintah.

“Ini proyek strategis nasional. Masak perencanaannya justru menyisakan persoalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan? Kami berharap segera dibenahi. Jangan sampai menunggu ada korban, baru kemudian dievaluasi,” katanya.

Bukan Sekadar Paving, tetapi Menyangkut Keselamatan Publik

Sorotan warga bukan ditujukan pada kualitas paving semata, melainkan pada aspek keselamatan konstruksi. Hal yang dinilai perlu dievaluasi meliputi perbedaan elevasi antara paving dan badan jalan, kondisi bahu jalan, akses keluar-masuk kendaraan, sistem drainase, hingga keamanan bagi pengguna jalan.

Perbedaan ketinggian yang cukup signifikan tanpa transisi yang aman berpotensi menimbulkan risiko, terutama bagi pengendara sepeda motor, pesepeda, pejalan kaki, maupun kendaraan yang harus menghindari kendaraan lain di ruas jalan tersebut.

Karena itu, pemeriksaan hasil pekerjaan dinilai tidak cukup hanya memastikan proyek selesai secara fisik. Aspek fungsi dan keselamatan akses publik juga seharusnya menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.

 

Warga Minta Dilakukan Evaluasi

Masyarakat menegaskan bahwa kritik tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat. Sebaliknya, warga mendukung hadirnya fasilitas pendidikan yang berkualitas, namun berharap seluruh proses pembangunan juga mengutamakan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Pemerintah maupun pihak pelaksana proyek diharapkan turun langsung meninjau kondisi di lapangan dari sudut pandang pengguna jalan, bukan semata berdasarkan gambar perencanaan maupun laporan administrasi.

Apabila ditemukan desain akses, elevasi, atau jarak konstruksi yang dinilai belum memenuhi aspek keselamatan, warga berharap dilakukan penyempurnaan secepatnya sebelum menimbulkan insiden.

Bagi masyarakat, keberhasilan pembangunan fasilitas publik bukan hanya diukur dari selesainya pekerjaan atau berdirinya bangunan, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas tersebut aman digunakan oleh masyarakat setiap hari.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari instansi terkait maupun pihak pelaksana proyek mengenai kondisi konstruksi tersebut maupun kemungkinan langkah evaluasi yang akan dilakukan.

 

**”

Sumber: AR.

Penulis: AR.