Queensha.id – Jepara,
Informasi yang beredar luas di media sosial mengenai kebakaran kandang kerbau di Desa Ujung Pandan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, yang diklaim menyebabkan empat hingga lima ekor kerbau mati, dipastikan tidak benar.
Berdasarkan keterangan warga setempat, kabar tersebut merupakan informasi yang keliru atau hoaks. Memang benar terjadi kebakaran kandang, namun tidak ada kerbau yang mati dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran dilaporkan terjadi pada Kamis sekitar pukul 18.05 WIB, sesaat setelah waktu salat Magrib. Kepulan asap yang terlihat dari lokasi membuat warga sekitar segera berdatangan untuk membantu memadamkan api.
Berkat kerja sama dan gotong royong masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas.
Warga Bantah Ada Kerbau Mati
Seorang warga Desa Ujung Pandan, Abdullah, menegaskan bahwa informasi mengenai empat hingga lima ekor kerbau mati sama sekali tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kalau kebakaran memang iya. Tapi kalau kerbau mati tidak. Hanya satu kerbau yang lecet-lecet,” ujar Abdullah kepada awak media, Jum’at (11/9/2026).
Ia menjelaskan seluruh kerbau yang berada di dalam kandang berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh warga. Hanya seekor kerbau mengalami luka lecet akibat insiden tersebut.
Kerugian Material Sekitar Rp5 Juta
Meski tidak menimbulkan kematian pada hewan ternak, kebakaran tetap mengakibatkan kerusakan pada kandang beserta sejumlah perlengkapan di dalamnya.
Kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.
Warga Minta Masyarakat Tidak Mudah Percaya Informasi yang Belum Terverifikasi
Abdullah juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
“Mohon dicek dulu ke lapangan sebelum diunggah. Kasihan kalau jadi fitnah,” pesannya.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan keresahan di masyarakat sekaligus merugikan pihak yang menjadi objek pemberitaan.
Redaksi Mengajak Bijak Bermedia Sosial
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Desa Ujung Pandan maupun instansi terkait seperti BPBD Kabupaten Jepara mengenai kronologi lengkap kejadian tersebut.
Redaksi Queensha.id mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan sikap kritis, melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya, serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum memiliki dasar fakta yang jelas.
Di era digital, penyebaran informasi yang cepat harus diimbangi dengan tanggung jawab bersama agar hoaks tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.
***
Sumber: YAA.
Penulis: Yuda Agus Ariyanto.

Tinggalkan Balasan