Queensha.id – Edukasi Kesehatan,
Banyak pria bertanya-tanya apakah gaya hidup sehari-hari benar-benar dapat merusak kualitas sperma. Jawabannya adalah ya, beberapa kebiasaan memang terbukti berhubungan dengan penurunan kualitas sperma, meskipun tidak semua pria akan mengalami dampak yang sama.
Menurut berbagai penelitian dan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), faktor gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, kurang aktivitas fisik, hingga paparan panas berlebih dapat memengaruhi jumlah, bentuk, maupun pergerakan sperma.
Dokter spesialis andrologi di Indonesia juga secara umum menganjurkan pria yang sedang merencanakan keturunan untuk menjalani pola hidup sehat agar produksi sperma tetap optimal.
1. Rokok
Merokok merupakan salah satu faktor yang paling kuat dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma.
Zat beracun seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida dapat meningkatkan stres oksidatif sehingga merusak DNA sperma, menurunkan jumlah sperma, serta mengurangi kemampuan sperma bergerak menuju sel telur. WHO juga menegaskan bahwa merokok berkaitan dengan gangguan kesuburan pria.
2. Rokok Elektrik (Vape)
Meski sering dianggap lebih aman, bukti ilmiah mengenai vape masih terus berkembang.
WHO menyatakan bukti terhadap rokok elektrik masih berkembang, namun produk tembakau dan nikotin tetap berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesuburan sehingga penggunaannya tidak dianjurkan bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.
3. Menyimpan HP di Saku Celana
Sebagian penelitian menunjukkan kemungkinan hubungan antara paparan ponsel dengan kualitas sperma, namun hasilnya belum konsisten.
Karena itu, menyimpan ponsel terlalu lama di saku celana sebaiknya dihindari sebagai langkah pencegahan, meskipun bukti ilmiahnya belum sepenuhnya pasti.
4. Sering Berendam Air Panas
Testis bekerja optimal pada suhu yang sedikit lebih rendah daripada suhu tubuh.
Berendam air panas terlalu sering atau sauna dalam waktu lama dapat meningkatkan suhu testis sehingga berpotensi mengganggu proses pembentukan sperma. Namun, kualitas bukti ilmiah mengenai dampak jangka panjangnya masih terbatas.
5. Sering Memangku Laptop
Laptop yang digunakan di atas paha dapat meningkatkan suhu skrotum.
Beberapa penelitian menemukan peningkatan suhu tersebut berpotensi mengganggu proses pembentukan sperma apabila dilakukan terus-menerus dalam waktu lama.
6. Celana Dalam Terlalu Ketat
Celana yang terlalu ketat diduga dapat meningkatkan suhu di sekitar testis.
Walaupun bukti ilmiahnya belum sepenuhnya kuat, banyak dokter menyarankan penggunaan celana yang lebih longgar, terutama bagi pria yang sedang menjalani program memiliki anak.
7. Bersepeda Lebih dari 5 Jam per Minggu
Bersepeda merupakan olahraga yang sehat.
Namun pada sebagian pria, durasi bersepeda yang sangat lama dapat meningkatkan tekanan pada area selangkangan sehingga diduga memengaruhi kenyamanan organ reproduksi. Risiko ini biasanya dapat dikurangi dengan sadel yang tepat, posisi duduk yang benar, dan waktu istirahat.
8. Obesitas
Obesitas merupakan salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan penurunan kesuburan pria.
Lemak tubuh berlebih dapat mengganggu keseimbangan hormon testosteron, meningkatkan suhu testis, serta menurunkan jumlah dan kualitas sperma.
9. Berat Badan Terlalu Kurus (Underweight)
Tidak hanya obesitas, berat badan yang terlalu rendah juga dapat mengganggu produksi hormon reproduksi.
Kondisi ini dapat menyebabkan jumlah sperma menurun apabila kekurangan gizi berlangsung dalam waktu lama.
10. Minuman Keras (Miras)
Konsumsi alkohol berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron, mengganggu pembentukan sperma, dan meningkatkan risiko gangguan fungsi seksual.
WHO memasukkan konsumsi alkohol sebagai salah satu faktor gaya hidup yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesuburan.
11. Narkoba
Penggunaan narkoba seperti ganja, kokain, metamfetamin, maupun steroid anabolik dapat mengganggu produksi hormon reproduksi dan menurunkan kualitas sperma.
Selain itu, penggunaan narkoba juga meningkatkan berbagai risiko kesehatan lainnya.
12. Malas Bergerak
Kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan gangguan metabolisme yang akhirnya berdampak pada kesehatan reproduksi.
Olahraga rutin dengan intensitas sedang membantu menjaga berat badan ideal dan kesehatan hormon.
13. Begadang
Kurang tidur atau sering begadang dapat mengganggu produksi hormon testosteron dan memperburuk kualitas sperma.
Tidur yang cukup, sekitar 7–9 jam setiap malam, menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan reproduksi pria.
Pendapat Pakar Kesehatan
Para pakar kesehatan reproduksi di Indonesia, termasuk dokter spesialis andrologi, umumnya menyarankan pria yang ingin memiliki keturunan untuk:
- Berhenti merokok.
- Menghindari alkohol dan narkoba.
- Menjaga berat badan ideal.
- Rutin berolahraga.
- Tidur cukup.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Mengelola stres.
- Memeriksakan diri ke dokter apabila belum memperoleh keturunan setelah satu tahun berhubungan secara teratur tanpa kontrasepsi.
Tidak semua pria yang memiliki salah satu kebiasaan di atas pasti mengalami infertilitas. Namun, semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar kemungkinan kualitas sperma menurun.
Menjalani pola hidup sehat sejak usia muda merupakan investasi penting bagi kesehatan reproduksi. Jika terdapat keluhan seperti sulit memperoleh keturunan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan