Queensha.id – Edukasi Sosial & Kesehatan

 

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, laki-laki memiliki angka harapan hidup yang lebih rendah dibanding perempuan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2025, umur harapan hidup laki-laki di Indonesia sekitar 71,96 tahun, sedangkan perempuan mencapai 77,10 tahun.

Banyak masyarakat beranggapan bahwa pria lebih cepat meninggal karena “terlalu banyak pikiran”. Benarkah demikian?

Menurut para pakar kesehatan, stres memang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Risiko kematian pada laki-laki dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, gaya hidup, pekerjaan, hingga kebiasaan menjaga kesehatan.

 

1. Beban Pikiran dan Stres Lebih Tinggi

Banyak pria dewasa memikul tanggung jawab sebagai pencari nafkah keluarga. Tekanan pekerjaan, ekonomi, utang, dan tanggung jawab sosial dapat memicu stres kronis.

Stres yang berlangsung lama meningkatkan hormon kortisol yang dapat memicu tekanan darah tinggi, penyakit jantung, gangguan tidur, diabetes, hingga penurunan daya tahan tubuh. Namun, stres bukan penyebab tunggal kematian, melainkan salah satu faktor risiko.

 

2. Lebih Banyak Merokok

Di Indonesia, kebiasaan merokok jauh lebih tinggi pada laki-laki dibanding perempuan.

Merokok meningkatkan risiko kanker paru, stroke, serangan jantung, penyakit paru kronis, dan berbagai penyakit mematikan lainnya. Faktor ini menjadi penyebab penting rendahnya harapan hidup laki-laki.

 

3. Jarang Memeriksakan Kesehatan

Banyak pria baru datang ke dokter ketika penyakit sudah cukup parah.

Padahal pemeriksaan kesehatan rutin dapat mendeteksi hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, maupun penyakit jantung sejak dini sehingga pengobatan bisa dimulai lebih cepat.

 

4. Risiko Pekerjaan Lebih Tinggi

Secara umum, lebih banyak laki-laki bekerja di sektor dengan risiko tinggi seperti konstruksi, pertambangan, transportasi, industri berat, hingga pekerjaan lapangan.

Paparan debu, bahan kimia, panas, maupun risiko kecelakaan kerja dapat meningkatkan angka kematian.

 

5. Lebih Sering Mengalami Kecelakaan

Laki-laki lebih banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas maupun cedera akibat aktivitas berisiko.

Cedera lalu lintas termasuk salah satu penyebab utama kematian pada laki-laki.

 

6. Lebih Rentan Mengalami Penyakit Jantung

Penyakit jantung dan stroke masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia.

Pada laki-laki, faktor seperti merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol, obesitas, dan kurang olahraga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

 

7. Faktor Biologis

Secara biologis, perempuan memiliki dua kromosom X, sedangkan laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y.

Selain itu, hormon estrogen pada perempuan memberikan perlindungan tertentu terhadap kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh, terutama sebelum menopause. Faktor biologis ini ikut berkontribusi pada harapan hidup perempuan yang lebih panjang.

 

8. Pola Hidup Kurang Sehat

Kurang olahraga, begadang, konsumsi makanan tinggi lemak, minuman manis, serta kurang tidur menjadi faktor yang memperbesar risiko penyakit tidak menular.

Kebiasaan ini bila berlangsung bertahun-tahun dapat mempercepat munculnya penyakit kronis.

 

9. Menahan Emosi

Banyak laki-laki merasa harus selalu tampak kuat sehingga enggan menceritakan masalah atau mencari bantuan ketika mengalami tekanan psikologis.

Akibatnya, stres dapat menumpuk dan berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.

 

10. Penyakit Tidak Menular Semakin Dominan

Menurut Menteri Kesehatan RI, penyebab utama kematian masyarakat Indonesia saat ini bukan lagi penyakit menular, melainkan penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal.

Penyakit-penyakit tersebut banyak dipengaruhi oleh gaya hidup sehingga pencegahan melalui deteksi dini, olahraga, pola makan sehat, dan berhenti merokok menjadi sangat penting.

 

Apa yang Bisa Dilakukan?

Para pakar kesehatan menekankan bahwa risiko kematian lebih tinggi pada laki-laki bukan berarti semua pria akan meninggal lebih cepat. Banyak faktor tersebut dapat dikurangi melalui perubahan gaya hidup.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga minimal 150 menit per minggu.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Tidur cukup 7–9 jam setiap malam.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
  • Mengelola stres dengan baik dan tidak ragu mencari dukungan keluarga atau tenaga profesional bila diperlukan.

Dengan menerapkan pola hidup sehat sejak usia muda hingga dewasa, risiko berbagai penyakit kronis dapat ditekan dan peluang untuk hidup lebih panjang serta berkualitas akan semakin besar.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.