Queensha.id – Edukasi Kesehatan,

 

Warna sperma yang normal umumnya putih keabu-abuan. Namun, sebagian pria pernah mendapati cairan mani berwarna merah, merah muda, atau kecokelatan. Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai hematospermia, yaitu adanya darah yang bercampur dengan cairan mani.

Menurut dokter spesialis urologi dan andrologi di Indonesia, hematospermia sering kali bukan merupakan kondisi yang berbahaya, terutama pada pria berusia di bawah 40 tahun yang hanya mengalaminya sekali tanpa gejala lain. Meski demikian, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dalam beberapa kasus dapat menjadi tanda adanya infeksi, peradangan, cedera, atau penyakit pada organ reproduksi.

 

Apa Penyebab Sperma Berdarah?

Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan.

 

1. Infeksi dan Peradangan

Ini merupakan penyebab yang paling umum.

Infeksi dapat terjadi pada:

  • Kelenjar prostat (prostatitis).
  • Saluran kencing (uretritis).
  • Epididimis.
  • Vesikula seminalis.

Infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri atau penyakit menular seksual dan dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah sehingga darah ikut keluar bersama sperma.

 

2. Cedera atau Trauma

Benturan pada area selangkangan, hubungan seksual yang terlalu kuat, masturbasi berlebihan, atau olahraga tertentu dapat menyebabkan pembuluh darah kecil robek sehingga sperma tampak kemerahan.

 

3. Setelah Prosedur Medis

Pria yang baru menjalani:

  • Biopsi prostat.
  • Vasektomi.
  • Pemeriksaan saluran kemih.

Dapat mengalami hematospermia selama beberapa hari hingga beberapa minggu sebagai efek samping sementara.

 

4. Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat membuat pembuluh darah halus lebih mudah pecah sehingga darah muncul dalam cairan mani.

 

5. Gangguan Prostat

Peradangan maupun pembesaran prostat dapat menyebabkan keluarnya darah saat ejakulasi.

 

6. Batu atau Sumbatan Saluran Ejakulasi

Adanya batu kecil atau penyumbatan pada saluran reproduksi dapat melukai jaringan dan menyebabkan perdarahan.

 

7. Tumor atau Kanker (Jarang)

Dalam sebagian kecil kasus, darah pada sperma dapat berkaitan dengan tumor atau kanker prostat, kandung kemih, atau organ reproduksi lainnya, terutama pada pria berusia di atas 40 tahun atau yang memiliki faktor risiko tertentu.

Apa Ciri-ciri Sperma Berdarah?

Ciri-ciri hematospermia antara lain:

  • Sperma berwarna merah terang.
  • Sperma merah muda.
  • Sperma kecokelatan seperti karat.
  • Terdapat bercak darah pada cairan mani.
  • Kadang tidak disertai keluhan lain.

Rasa Sakitnya Seperti Apa?

Tidak semua penderita merasakan nyeri.

Namun jika disebabkan oleh infeksi atau peradangan, gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Nyeri saat ejakulasi.
  • Perih saat buang air kecil.
  • Nyeri pada selangkangan.
  • Nyeri di bawah perut.
  • Nyeri di area antara anus dan buah zakar.
  • Nyeri pinggang bagian bawah.
  • Demam apabila terjadi infeksi berat.

Sampai Kapan Sperma Berdarah Terjadi?

Lama berlangsungnya bergantung pada penyebabnya.

  • Akibat cedera ringan atau prosedur medis: biasanya membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.
  • Akibat infeksi: umumnya membaik setelah mendapatkan pengobatan yang sesuai.
  • Jika berulang atau menetap lebih dari satu bulan, perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis urologi.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila:

  • Sperma berdarah muncul berulang kali.
  • Berlangsung lebih dari 3–4 minggu.
  • Disertai nyeri hebat.
  • Keluar darah saat buang air kecil.
  • Demam tinggi.
  • Sulit buang air kecil.
  • Terdapat benjolan pada buah zakar.
  • Usia di atas 40 tahun dengan keluhan yang menetap.

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?

Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Wawancara riwayat kesehatan.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Analisis urine.
  • Tes darah.
  • Pemeriksaan infeksi menular seksual bila diperlukan.
  • USG saluran kemih atau prostat.
  • MRI atau sistoskopi pada kasus tertentu.

Menurut Pakar Kesehatan di Indonesia

Dokter spesialis urologi dan andrologi di Indonesia menjelaskan bahwa sebagian besar kasus hematospermia bersifat jinak dan dapat sembuh sendiri, terutama pada pria muda tanpa faktor risiko. Namun, bila darah pada sperma muncul berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti nyeri, demam, atau darah dalam urine, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebab yang mendasarinya.

 

Cara Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi Pria

Untuk membantu menjaga kesehatan sistem reproduksi, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Tidak merokok.
  • Menghindari minuman beralkohol dan narkoba.
  • Menjaga kebersihan organ intim.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Berhubungan seksual secara aman.
  • Rutin berolahraga.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengontrol tekanan darah.
  • Segera berobat jika mengalami infeksi saluran kemih atau keluhan pada organ reproduksi.

 

Jadi, sperma berwarna merah atau berdarah (hematospermia) memang dapat menimbulkan kekhawatiran, tetapi tidak selalu menandakan penyakit serius. Penyebab tersering adalah infeksi, peradangan, cedera, atau efek setelah tindakan medis. Meski banyak kasus dapat membaik sendiri, jangan mengabaikan kondisi ini jika terjadi berulang, menetap lebih dari beberapa minggu, atau disertai gejala lain.

 

Pemeriksaan oleh dokter spesialis urologi diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat. Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.