Queensha.id – Jepara, (Edukasi Sosial)

 

Program revitalisasi madrasah melalui Bantuan Presiden (Banpres) menjadi perhatian dunia pendidikan Islam di Kabupaten Jepara. Sebanyak 17 madrasah mendapatkan bantuan dengan total anggaran mencapai Rp17 miliar atau sekitar Rp1 miliar untuk masing-masing lembaga.

Namun, banyak masyarakat masih bertanya-tanya, madrasah seperti apa yang bisa mendapatkan bantuan revitalisasi tersebut?

Pada dasarnya, bantuan revitalisasi madrasah bukan diberikan secara sembarangan. Ada beberapa kriteria dan pertimbangan yang biasanya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan penerima bantuan.

 

1. Madrasah dengan Kondisi Bangunan yang Membutuhkan Perbaikan

Salah satu faktor utama adalah kondisi sarana dan prasarana madrasah. Madrasah yang memiliki bangunan rusak, ruang kelas kurang layak, fasilitas sanitasi terbatas, atau membutuhkan peningkatan kualitas gedung menjadi prioritas.

Revitalisasi bertujuan agar peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan memenuhi standar pendidikan.

Perbaikan dapat mencakup:

  • Renovasi ruang kelas.
  • Perbaikan ruang guru.
  • Peningkatan fasilitas sanitasi.
  • Perbaikan sarana pendukung pembelajaran.

2. Madrasah yang Memiliki Jumlah Siswa Cukup Banyak dan Aktif

Madrasah dengan jumlah peserta didik yang banyak biasanya menjadi perhatian karena manfaat bantuan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Selain jumlah siswa, pemerintah juga dapat melihat keberlangsungan kegiatan belajar mengajar serta peran madrasah dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat sekitar.

 

3. Madrasah yang Memiliki Legalitas dan Administrasi Lengkap

Madrasah penerima bantuan umumnya harus memiliki administrasi yang jelas, seperti:

  • Terdaftar resmi di Kementerian Agama.
  • Memiliki izin operasional.
  • Memiliki data lembaga yang aktif.
  • Memiliki status akreditasi sesuai ketentuan.

Hal ini penting agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

4. Madrasah Swasta yang Melayani Masyarakat Kurang Mampu

Banyak madrasah swasta berdiri karena kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan agama dengan biaya yang terjangkau.

Madrasah yang memiliki peran besar dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu juga dapat menjadi perhatian pemerintah.

Sebab, keberadaan madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga menjadi sarana membangun generasi bangsa.

 

5. Madrasah yang Memiliki Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan

Selain bangunan, pemerintah juga melihat keseriusan madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Contohnya:

  • Pengembangan metode pembelajaran.
  • Peningkatan kompetensi guru.
  • Pemanfaatan teknologi pendidikan.
  • Program peningkatan prestasi siswa.

Dengan demikian, bantuan tidak hanya memperbaiki fisik gedung, tetapi juga berdampak pada kualitas pendidikan.

 

6. Madrasah yang Membutuhkan Fasilitas Digital Pembelajaran

Saat ini pendidikan semakin berkembang dengan penggunaan teknologi.

Rencana pemberian Interactive Flat Panel (IFP) kepada madrasah menjadi salah satu bentuk modernisasi pembelajaran.

Madrasah yang membutuhkan peningkatan fasilitas digital akan semakin siap mengikuti perkembangan zaman.

 

7. Madrasah yang Aktif Berkontribusi di Lingkungan Masyarakat

Madrasah yang memiliki hubungan kuat dengan masyarakat juga menjadi bagian penting.

Misalnya:

  • Menyelenggarakan kegiatan keagamaan.
  • Membina anak-anak sekitar.
  • Aktif dalam kegiatan sosial.
  • Menjadi pusat pendidikan Islam di wilayahnya.

Keberadaan madrasah seperti ini dianggap memiliki dampak luas bagi masyarakat.

 

Contoh di Jepara: MTs Darul Ulum Srikandang

Salah satu madrasah yang telah menerima revitalisasi adalah MTs Darul Ulum, Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri.

Madrasah tersebut menjadi contoh bahwa program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan Islam.

Dalam program revitalisasi Banpres, pemerintah berharap madrasah mampu memberikan fasilitas belajar yang lebih baik, mendukung guru dalam mengajar, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas.

Dengan adanya bantuan tersebut, madrasah diharapkan semakin mampu mencetak generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai keagamaan yang kuat.

 

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, mengatakan program revitalisasi madrasah harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, bantuan pemerintah tidak hanya dilihat dari sisi pembangunan fisik gedung, tetapi juga bagaimana madrasah mampu memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik bagi masyarakat.

“Revitalisasi madrasah jangan hanya berhenti pada perbaikan bangunan. Yang paling penting adalah bagaimana fasilitas tersebut mampu menunjang proses belajar mengajar, meningkatkan kualitas guru, serta memberikan ruang pendidikan yang lebih layak bagi para siswa,” ujar Purnomo, Sabtu (19/9/2026).

Ia menilai madrasah memiliki peran penting di tengah masyarakat, terutama dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan umum dan keagamaan.

Menurut Purnomo, perhatian terhadap madrasah juga perlu diikuti dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Sebab, kualitas pendidikan sangat berkaitan dengan kualitas dan motivasi para guru dalam menjalankan tugasnya.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Ketika fasilitas diperbaiki dan kesejahteraan pendidik ikut diperhatikan, maka dampaknya akan lebih besar terhadap mutu pendidikan,” tambahnya.

Purnomo berharap program revitalisasi madrasah di Jepara dapat berjalan transparan, tepat sasaran, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa, guru, dan masyarakat sekitar.

 

 

***

Sumber: Queensha Jepara/BS.

Penulis: Vico Rahman.