Queensha.id – Edukasi Kesehatan,

 

Dalam beberapa tahun terakhir, masalah gagal ginjal pada usia muda semakin mendapat perhatian. Dahulu penyakit ini lebih sering dialami oleh lanjut usia, tetapi kini remaja dan orang dewasa muda juga mulai terdiagnosis akibat berbagai faktor, mulai dari penyakit kronis hingga pola hidup yang kurang sehat.

Dokter mengingatkan bahwa kesehatan ginjal harus dijaga sejak dini karena kerusakan ginjal sering berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas.

 

Apa Itu Gagal Ginjal?

Gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal tidak mampu menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari darah dengan baik. Akibatnya, zat sisa menumpuk di dalam tubuh dan dapat mengganggu fungsi organ lain.

 

Jenis-Jenis Gagal Ginjal

1. Gagal Ginjal Akut

Terjadi secara mendadak, biasanya dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Penyebabnya dapat berupa dehidrasi berat, infeksi, syok, atau efek obat tertentu. Bila penyebabnya segera ditangani, fungsi ginjal sering kali dapat pulih.

 

2. Gagal Ginjal Kronis

Terjadi secara perlahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Kerusakan ginjal bersifat menetap dan dapat berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir yang memerlukan cuci darah atau transplantasi ginjal.

 

Inilah 10 Penyebab Gagal Ginjal

1. Diabetes yang tidak terkontrol

Kadar gula darah tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah halus di ginjal.

 

2. Tekanan darah tinggi

Hipertensi yang tidak diobati dapat mempercepat kerusakan jaringan ginjal.

 

3. Terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri tertentu

Penggunaan obat antiinflamasi non steroid (NSAID) dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

 

4. Kurang minum dalam waktu lama

Dehidrasi berat dapat mengurangi aliran darah ke ginjal dan menyebabkan cedera ginjal akut.

 

5. Infeksi ginjal

Infeksi saluran kemih yang menyebar ke ginjal dan tidak segera diobati dapat menyebabkan kerusakan.

 

6. Batu ginjal

Sumbatan akibat batu ginjal dapat mengganggu aliran urine dan merusak ginjal jika berlangsung lama.

 

7. Penyakit autoimun

Beberapa penyakit autoimun dapat menyerang jaringan ginjal.

 

8. Kelainan bawaan

Sebagian orang memiliki kelainan ginjal sejak lahir yang baru diketahui saat dewasa.

 

9. Obesitas dan pola makan tidak sehat

Berat badan berlebih meningkatkan risiko diabetes dan hipertensi, dua penyebab utama gagal ginjal.

 

10. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan

Keduanya dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah pada ginjal.

Apakah Bisa Diatasi Secara Alami?

Cara alami tidak dapat menyembuhkan gagal ginjal, tetapi dapat membantu menjaga fungsi ginjal yang masih tersisa, antara lain:

  • Mengontrol tekanan darah dan gula darah.
  • Minum air putih sesuai anjuran dokter (tidak selalu harus sebanyak mungkin).
  • Mengurangi konsumsi garam.
  • Membatasi makanan tinggi natrium dan makanan ultra-proses.
  • Berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Tidur yang cukup.
  • Menghindari penggunaan obat atau jamu tanpa anjuran tenaga kesehatan.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pengobatan oleh Dokter

Penanganan medis disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan penyakit, antara lain:

  1. Mengobati penyebab utama, seperti diabetes atau hipertensi.
  2. Memberikan obat untuk mengontrol tekanan darah, anemia, atau gangguan mineral.
  3. Mengatur pola makan melalui konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
  4. Melakukan dialisis (cuci darah) bila fungsi ginjal sudah sangat menurun.
  5. Transplantasi ginjal pada pasien yang memenuhi syarat.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda yang perlu segera diperiksakan ke dokter antara lain:

  • Bengkak pada kaki atau wajah.
  • Mudah lelah.
  • Mual dan muntah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Buang air kecil berkurang atau berubah.
  • Urine berbusa atau bercampur darah.
  • Sesak napas.
  • Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan.

Pandangan Dokter

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi menegaskan bahwa sebagian besar penyakit ginjal kronis berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan rutin terhadap tekanan darah, gula darah, dan fungsi ginjal sangat penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, obesitas, atau riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.

 

Gagal ginjal bukan hanya penyakit pada usia lanjut. Anak muda juga dapat mengalaminya apabila memiliki penyakit kronis, pola hidup yang tidak sehat, atau faktor risiko lainnya.

Menjaga pola makan, berolahraga, mengontrol tekanan darah dan gula darah, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah terbaik untuk mencegah kerusakan ginjal. Jika muncul gejala yang mengarah pada gangguan ginjal, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.

 

***