Queensha.id – Jogja,
Dunia seni Indonesia kembali berduka. Seniman teater senior asal Yogyakarta, Susilo Nugroho atau yang lebih dikenal sebagai Den Baguse Ngarso, meninggal dunia pada Senin (21/9/2026) di usia 67 tahun.
Kabar wafatnya aktor sekaligus pelawak senior tersebut membawa duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan seniman, hingga masyarakat yang mengenalnya melalui berbagai pertunjukan teater, serial televisi, film, dan panggung seni selama hampir lima dekade.
Rumah duka di kawasan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, sejak sore hingga malam dipenuhi pelayat. Warga sekitar bergotong royong memasang tratak dan menata kursi untuk menyambut keluarga serta para pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir. Sementara itu, jenazah almarhum sempat berada di RS Bethesda Yogyakarta sebelum dibawa ke rumah duka.
Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Tidur
Keponakan almarhum, Uri, mengungkapkan bahwa Susilo Nugroho ditemukan telah meninggal dunia di kamar tidurnya.
Ia datang ke rumah setelah dipanggil istri almarhum yang panik karena kondisi tubuh sang suami sudah tidak bergerak.
Saat diperiksa, tubuh Susilo berada dalam posisi tidur menyamping. Kaki dan tangannya sudah terasa dingin serta kaku. Setelah seorang mantri kesehatan datang melakukan pemeriksaan, almarhum dinyatakan telah meninggal dunia. Kondisi tubuh yang sudah kaku mengindikasikan bahwa beliau kemungkinan telah wafat beberapa waktu sebelum ditemukan keluarga.
Sosok Den Baguse Ngarso
Susilo Nugroho lahir di Yogyakarta pada 5 Januari 1959. Namanya melejit lewat karakter Den Baguse Ngarso, tokoh priyayi yang sombong, ceplas-ceplos, dan kerap berbicara dengan gaya menyindir dalam serial legendaris “Mbangun Deso” di TVRI Yogyakarta.
Karakter tersebut begitu melekat di hati masyarakat hingga nama panggung Den Baguse Ngarso lebih dikenal dibandingkan nama aslinya.
Meski memerankan tokoh antagonis, gaya aktingnya yang kuat, ekspresi khas, dan dialog penuh satire membuatnya menjadi salah satu ikon seni pertunjukan Yogyakarta.
Pendiri Teater Gandrik
Perjalanan seni Susilo dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas pada tahun 1977.
Pada tahun 1983, bersama Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, Sepnu Heryanto, dan Saptaria Handayaningsih, ia mendirikan Teater Gandrik, kelompok teater yang kemudian menjadi salah satu ikon seni pertunjukan Indonesia.
Melalui Teater Gandrik, Den Baguse Ngarso tampil dalam berbagai pementasan yang mengangkat kritik sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat dengan balutan humor khas Yogyakarta.
Aktif Bermain Film dan Serial
Selain dikenal sebagai aktor teater, Susilo Nugroho juga aktif membintangi berbagai film dan serial televisi.
Beberapa karya yang pernah dibintanginya antara lain:
– Preman in Love (2009) sebagai Heri.
– Ayat-Ayat Adinda (2015).
– Ipar adalah Maut (2024) sebagai Junaedi Prawito.
– Sah! Katanya… (2025) sebagai Kusno.
– Film pendek Lemantun (2014).
– Nusabrata (2022).
– Mawawisa, yang juga melibatkan dirinya sebagai penulis naskah.
– Serial web Telu (2020–2021).
Dedikasinya menunjukkan bahwa ia mampu beradaptasi dari panggung teater menuju layar kaca hingga perfilman nasional.
Kehilangan Besar bagi Dunia Seni
Selama hampir 50 tahun berkarya, Den Baguse Ngarso dikenal sebagai sosok yang konsisten menghidupkan seni pertunjukan, khususnya di Yogyakarta. Kiprahnya tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak generasi seniman muda.
Kepergian Susilo Nugroho meninggalkan duka mendalam bagi dunia seni Indonesia. Warisan karya, karakter ikonik, dan dedikasinya terhadap teater akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan seni pertunjukan nasional.
Selamat jalan, Den Baguse Ngarso. Terima kasih atas karya dan pengabdianmu bagi dunia seni Indonesia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.Artikel ini dapat diperbarui jika informasi resmi mengenai penyebab meninggal dunia, jadwal pemakaman, atau pernyataan dari keluarga dan Teater Gandrik telah diumumkan.
***
Sumber: Wiki.

Tinggalkan Balasan