Queensha.id – Jogja,

 

Kabar duka datang dari dunia seni dan budaya Yogyakarta. Seniman teater senior Susilo Nugroho yang dikenal luas dengan nama Den Baguse Ngarsa, meninggal dunia pada Senin (21/9/2026) sore.

Rumah duka yang berada di kawasan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, mulai dipenuhi warga, kerabat, dan para pelayat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 18.40 WIB, warga sekitar tampak bergotong royong memasang tratak serta menata kursi guna menyambut para pelayat. Hingga malam hari, jumlah pelayat terus bertambah, sementara jenazah almarhum saat itu masih berada di RS Bethesda Yogyakarta.

 

Ditemukan Meninggal di Tempat Tidur

Keponakan almarhum, Uri, menceritakan bahwa Susilo Nugroho ditemukan telah meninggal dunia di kamar tidurnya.

Menurutnya, ia datang ke rumah setelah dipanggil oleh istri almarhum yang panik karena kondisi tubuh Susilo sudah tidak seperti biasanya.

“Ibu memanggil saya sambil menangis dan meminta melihat kondisi Om Sus karena kakinya terasa sangat dingin,” ujar Uri kepada awak media.

Saat mencoba memeriksa, Uri mendapati tubuh pamannya dalam posisi tidur menyamping. Ia merasakan kaki dan tangan almarhum sudah dingin serta kaku.

“Saya pegang kakinya sudah dingin dan kaku. Tangannya juga begitu. Saat melihat kukunya mulai menghitam, saya sudah merasa ada yang tidak beres,” ungkapnya.

 

Dipastikan Meninggal Setelah Diperiksa Mantri

Mengetahui kondisi tersebut, Uri segera meminta bantuan seorang mantri kesehatan untuk memeriksa kondisi Susilo Nugroho.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menyatakan bahwa Den Baguse Ngarsa telah meninggal dunia.

Menurut keterangan yang diterima keluarga, kondisi tubuh yang sudah kaku mengindikasikan almarhum kemungkinan telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan.

 

Dunia Seni Kehilangan Sosok Berpengaruh

Kepergian Den Baguse Ngarsa menjadi kehilangan besar bagi dunia seni pertunjukan di Yogyakarta. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu seniman teater senior yang aktif berkarya dan turut memberikan kontribusi dalam perkembangan seni budaya di Kota Gudeg.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, sahabat, hingga para seniman yang mengenal sosok almarhum.

Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

 

***

Sumber: Detik Jogja.