Queensha.id – Edukasi Sosial,
Anggapan bahwa generasi muda saat ini lebih memilih menikmati gaya hidup dibanding memiliki rumah ternyata tidak sepenuhnya benar. Di balik tren You Only Live Once (YOLO) yang identik dengan nongkrong, traveling, hingga berburu konser, mayoritas anak muda masih menyimpan impian untuk memiliki rumah sendiri.
Namun, tantangan yang mereka hadapi bukan sekadar soal gaya hidup, melainkan kemampuan finansial (affordability), tingginya harga properti, serta sulitnya menemukan rumah dengan lokasi yang sesuai kebutuhan.
Keinginan Memiliki Rumah Masih Sangat Tinggi
Kepala Departemen Riset Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menjelaskan bahwa generasi muda tidak kehilangan keinginan untuk memiliki rumah.
Menurutnya, yang berubah hanyalah waktu pembelian, lokasi hunian, serta jenis rumah yang dianggap sesuai dengan kondisi keuangan mereka saat ini.
Data penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga menunjukkan mayoritas penerima KPR subsidi berasal dari kelompok usia 19–30 tahun. Hal ini menjadi bukti bahwa ketika harga rumah dan skema pembiayaan sesuai kemampuan, generasi muda tetap ingin membeli rumah.
Harga Rumah Semakin Sulit Dijangkau
Bagi pekerja di kota besar seperti Jakarta, membeli rumah menjadi pilihan yang tidak mudah.
Rumah dengan harga terjangkau umumnya berada jauh dari pusat pekerjaan. Sebaliknya, rumah yang dekat dengan lokasi kerja memiliki harga yang jauh lebih mahal.
Selain harga rumah, calon pembeli juga harus mempersiapkan berbagai biaya lain seperti:
- Uang muka (DP).
- Cicilan KPR.
- Biaya notaris.
- Pajak.
- Renovasi.
- Furnitur.
- Biaya transportasi.
Akibatnya, banyak anak muda memilih menunda membeli rumah hingga kondisi keuangan lebih stabil.
Menyewa Bukan Berarti Menyerah
Banyak generasi muda akhirnya memilih menyewa tempat tinggal lebih dulu.
Langkah ini dianggap lebih realistis karena mereka tetap bisa tinggal dekat tempat kerja tanpa harus terbebani cicilan rumah yang terlalu besar.
Sebagian lainnya memilih membeli rumah di wilayah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, maupun kota satelit lainnya yang memiliki akses transportasi umum menuju Jakarta.
Penghasilan Dinilai Lebih Penting daripada Sekadar Berhemat
Bagi sebagian anak muda, persoalan utama bukan karena terlalu sering membeli kopi atau jalan-jalan.
Mereka justru menilai peningkatan pendapatan menjadi solusi utama.
Dengan gaji yang masih terbatas, menabung untuk membeli rumah memang membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, meningkatkan keterampilan, mencari pekerjaan dengan penghasilan lebih tinggi, atau memiliki sumber pendapatan tambahan dinilai menjadi langkah yang lebih efektif.
Fenomena Present Bias
Perencana keuangan Melvin Mumpuni menjelaskan bahwa banyak orang mengalami fenomena present bias, yaitu kecenderungan lebih menghargai kebahagiaan yang dirasakan saat ini dibanding manfaat yang baru diperoleh di masa depan.
Ngopi, makan bersama teman, traveling, atau menikmati hobi memberikan kepuasan secara langsung, sedangkan menabung untuk DP rumah baru memberikan hasil bertahun-tahun kemudian.
Meski demikian, Melvin menegaskan bahwa gaya hidup YOLO bukan sesuatu yang salah selama tetap disertai perencanaan keuangan.
Ia menyebut konsep Healthy YOLO, yakni tetap menikmati hidup tanpa melupakan tabungan, investasi, dana darurat, dan rencana masa depan.
Rumah Tetap Menjadi Impian
Banyak anak muda mengaku masih ingin memiliki rumah.
Hanya saja, definisi rumah kini berubah. Rumah tidak lagi dipandang semata sebagai simbol kesuksesan, melainkan sebagai tempat tinggal yang harus sesuai dengan kemampuan finansial.
Keputusan menunda membeli rumah bukan berarti kehilangan impian, melainkan bentuk penyesuaian terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Edukasi Finansial Menjadi Kunci
Di tengah kenaikan harga properti, para ahli menilai edukasi keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Mulai dari menyusun anggaran, menyiapkan dana darurat, berinvestasi secara rutin, hingga meningkatkan penghasilan merupakan langkah yang dapat memperbesar peluang memiliki rumah di masa depan. Dengan perencanaan yang matang, impian memiliki rumah tetap dapat terwujud.

Tinggalkan Balasan