Queensha.id – Jakarta,

 

Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali menghebohkan publik. Informasi yang menyebut harga Pertalite akan melonjak hingga Rp14.000 per liter mulai April 2026 viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga WhatsApp.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kabar tersebut tidak benar alias hoaks.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa tidak ada rencana kenaikan harga BBM subsidi, baik Pertalite maupun Solar, setelah 31 Maret 2026.

“Tidak ada kenaikan BBM subsidi. Harga tetap,” tegas Laode saat dikonfirmasi, Senin (30/03/2026).

Isu yang beredar sebelumnya menyebutkan harga Pertalite akan naik dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 per liter, sementara Solar subsidi dari Rp6.800 menjadi Rp9.500 per liter. Bahkan, BBM non-subsidi seperti Pertamax juga disebut-sebut akan naik menjadi Rp16.500 per liter dari harga saat ini Rp12.300.

Informasi tersebut langsung memicu keresahan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Banyak warga khawatir kenaikan BBM akan berdampak pada harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi.

Namun, Laode memastikan bahwa kabar tersebut tidak memiliki dasar resmi dan tidak berasal dari kebijakan pemerintah.

“Info yang salah,” ujarnya singkat namun tegas.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar luas di media sosial. Warga diminta untuk selalu mengecek sumber resmi sebelum menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan kepanikan publik.

Meski demikian, spekulasi kenaikan harga BBM non-subsidi masih menjadi perhatian, seiring fluktuasi harga minyak dunia. Namun hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga tersebut.

Fenomena viralnya kabar ini menjadi cerminan betapa cepatnya informasi menyebar di era digital namun sayangnya, tidak semuanya benar.

Masyarakat pun diingatkan untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan sampai hoaks justru memperkeruh situasi.

 

***
(Laporan: Queensha Jepara | 30 Maret 2026)