Queensha.id – Edukasi Alam,

 

Kesibukan bekerja bukan berarti tidak memiliki kesempatan untuk menambah penghasilan. Dengan memanfaatkan waktu luang dan lahan kosong di sekitar rumah, masyarakat dapat menanam berbagai jenis tanaman yang cepat panen, mudah dirawat, dan memiliki nilai jual tinggi.

Konsep urban farming atau berkebun di pekarangan rumah kini semakin berkembang. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasil panennya juga dapat dijual sehingga menjadi sumber pendapatan tambahan. Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga dan peningkatan ekonomi rumah tangga.

1. Cabai

Cabai merupakan salah satu komoditas yang hampir selalu dibutuhkan masyarakat.

Cara menanam:

  • Gunakan benih unggul.
  • Tanam di polybag atau pot.
  • Siram setiap hari.
  • Berikan pupuk organik setiap dua minggu.

Masa panen: sekitar 2–3 bulan.

Manfaat:

  • Harga jual relatif tinggi.
  • Permintaan pasar stabil.
  • Bisa dipanen berkali-kali.

2. Tomat

Tomat mudah tumbuh di dataran rendah maupun tinggi.

Cara menanam:

  • Gunakan media tanah yang gembur.
  • Berikan ajir agar tanaman tidak roboh.
  • Siram secara rutin.

Panen: 60–90 hari.

Manfaat:

  • Dijual segar.
  • Bahan baku sambal dan saus.
  • Kaya vitamin A dan C.

3. Kangkung

Kangkung termasuk tanaman tercepat dipanen.

Cara menanam:

  • Sebar benih.
  • Siram setiap pagi dan sore.
  • Tidak membutuhkan lahan luas.

Panen: 20–30 hari.

Manfaat:

  • Cepat menghasilkan.
  • Modal kecil.
  • Permintaan pasar tinggi.

4. Bayam

Bayam sangat cocok bagi pemula.

Cara menanam:

  • Tanam langsung dari benih.
  • Berikan sinar matahari cukup.
  • Jaga kelembapan tanah.

Panen: sekitar 3–4 minggu.

Manfaat:

  • Kaya zat besi.
  • Mudah dijual.
  • Bisa ditanam sepanjang tahun.

5. Pakcoy

Sayuran ini banyak dibutuhkan restoran dan pasar modern.

Cara menanam:

  • Gunakan polybag.
  • Berikan pupuk organik.
  • Hindari genangan air.

Panen: 30–45 hari.

Manfaat:

  • Nilai jual baik.
  • Cepat panen.
  • Kaya vitamin.

6. Daun Bawang

Daun bawang memiliki pasar yang stabil.

Cara menanam:

  • Bisa dari anakan.
  • Siram setiap hari.
  • Berikan pupuk kandang.

Panen: sekitar 1 bulan.

Manfaat:

  • Bumbu dapur.
  • Mudah dipasarkan.
  • Bisa dipanen berulang kali.

7. Seledri

Permintaan seledri terus meningkat.

Cara menanam:

  • Tanam di tempat teduh.
  • Gunakan media gembur.
  • Rajin menyiram.

Panen: 40–60 hari.

Manfaat:

  • Harga jual cukup tinggi.
  • Banyak dibutuhkan usaha kuliner.

8. Kemangi

Kemangi memiliki aroma khas dan mudah tumbuh.

Cara menanam:

  • Gunakan biji.
  • Siram secara rutin.
  • Pangkas daun tua.

Panen: sekitar 30 hari.

Manfaat:

  • Dijual sebagai lalapan.
  • Bisa dipanen terus-menerus.

9. Pepaya

Pepaya termasuk tanaman buah yang relatif cepat berbuah.

Cara menanam:

  • Gunakan bibit unggul.
  • Tanam di tempat terbuka.
  • Berikan pupuk secara berkala.

Panen: sekitar 6–9 bulan.

Manfaat:

  • Buah bernilai ekonomi.
  • Daun juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.

10. Pisang

Pisang menjadi salah satu tanaman paling menguntungkan.

Cara menanam:

  • Gunakan bibit anakan sehat.
  • Tanam di tanah subur.
  • Berikan pupuk organik.

Panen: sekitar 8–12 bulan.

Manfaat:

  • Permintaan tinggi sepanjang tahun.
  • Hampir seluruh bagian tanaman bermanfaat.
  • Cocok dijadikan usaha rumahan.

Cara Agar Tanaman Cepat Menghasilkan

  1. Pilih bibit unggul.
  2. Gunakan pupuk organik secara rutin.
  3. Siram sesuai kebutuhan tanaman.
  4. Pastikan tanaman mendapat sinar matahari yang cukup.
  5. Kendalikan hama sejak dini.
  6. Gunakan polybag jika lahan sempit.
  7. Lakukan pemangkasan pada tanaman tertentu.
  8. Panen pada waktu yang tepat.
  9. Jual hasil panen melalui pasar, tetangga, atau media sosial.
  10. Tanam bertahap agar panen berlangsung terus-menerus.

Menurut Pengamat Sosial

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, mengatakan bahwa kebiasaan menanam tanaman produktif di sekitar rumah bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian keluarga.

“Masyarakat sebaiknya mulai memanfaatkan setiap jengkal pekarangan yang ada. Menanam cabai, sayuran, buah, maupun tanaman bumbu bukan sekadar hobi, melainkan investasi jangka panjang. Selain mengurangi pengeluaran rumah tangga, hasil panennya dapat dijual sehingga menambah pendapatan keluarga. Jika gerakan ini dilakukan secara luas, maka ketahanan pangan masyarakat akan semakin kuat dan ekonomi warga juga ikut tumbuh,” ujar Purnomo Wardoyo, Kamis (22/10/2026).

Ia menambahkan, budaya memanfaatkan lahan pekarangan juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan produktif.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.