Queensha.id – Edukasi Islam,

 

Zina merupakan salah satu dosa besar yang sangat dilarang dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, setiap Muslim diperintahkan untuk menjauhi segala hal yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Meski demikian, Islam juga mengajarkan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang benar-benar menyesali dosanya dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Salah satu amalan yang dianjurkan bagi seseorang yang ingin memohon ampun kepada Allah SWT adalah melaksanakan sholat taubat, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa taubat zina. Melalui doa tersebut, seorang hamba memohon agar Allah SWT menghapus dosa-dosanya dan melimpahkan rahmat-Nya.

Larangan Mendekati Zina dalam Al-Qur’an

Allah SWT secara tegas melarang umat manusia mendekati zina sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Isra ayat 32:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT bukan hanya melarang perbuatan zina, melainkan juga segala hal yang dapat mengarah kepadanya.

Sementara itu, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim menjelaskan bahwa zina adalah hubungan badan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang bukan pasangan suami istri yang sah menurut syariat Islam.

Islam Membuka Pintu Taubat

Meskipun zina termasuk dosa besar, Allah SWT tetap membuka kesempatan bagi setiap hamba untuk kembali kepada-Nya melalui taubat yang sungguh-sungguh (taubat nasuha).

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah ada seorang hamba yang melakukan suatu dosa, kemudian ia bersuci dengan baik, lalu sholat dua rakaat dan memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuninya.”

(HR Abu Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi dan Al-Baihaqi)

Hadis tersebut menjadi dasar disyariatkannya sholat taubat bagi setiap Muslim yang menyesali dosa dan ingin kembali kepada jalan Allah SWT.

Doa Taubat Zina Arab, Latin dan Artinya

Salah satu doa yang dianjurkan dibaca setelah sholat taubat adalah doa Nabi Adam AS dan Hawa yang terdapat dalam Surah Al-A’raf ayat 23.

Arab

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Latin

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.

Artinya

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

Menurut Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, doa tersebut merupakan ungkapan penyesalan Nabi Adam AS dan Hawa setelah melakukan kesalahan, sekaligus menjadi teladan bagi umat Islam dalam memohon ampun kepada Allah SWT.

Tata Cara Sholat Taubat

Bagi seseorang yang ingin bertaubat dari dosa, termasuk dosa zina, sholat taubat dapat dilakukan sebanyak dua rakaat dengan tata cara sebagai berikut:

  1. Membaca niat sholat taubat.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Membaca Surah Al-Fatihah.
  5. Membaca salah satu surah dalam Al-Qur’an.
  6. Rukuk.
  7. I’tidal.
  8. Sujud pertama.
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud kedua.
  11. Berdiri mengerjakan rakaat kedua dengan tata cara yang sama.
  12. Tasyahud akhir.
  13. Salam.
  14. Setelah selesai sholat, memperbanyak istighfar dan membaca doa taubat.

Niat Sholat Taubat

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Syarat Taubat yang Diterima Allah SWT

Para ulama menjelaskan bahwa taubat yang benar tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan melalui perubahan sikap. Adapun syarat taubat yang diterima Allah SWT meliputi:

  • Menyesali dosa dengan sepenuh hati.
  • Segera menghentikan perbuatan maksiat.
  • Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.
  • Apabila berkaitan dengan hak orang lain, wajib mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf.

Dengan memenuhi syarat-syarat tersebut, seorang Muslim diharapkan memperoleh ampunan dari Allah SWT.

Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah

Islam mengajarkan agar setiap orang yang pernah melakukan dosa tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Selama hayat masih dikandung badan dan pintu taubat belum tertutup, setiap hamba memiliki kesempatan untuk kembali kepada-Nya dengan penuh keikhlasan.

Karena itu, seseorang yang pernah terjerumus dalam perbuatan zina hendaknya memperbanyak istighfar, menjaga sholat, memperbanyak amal saleh, menjauhi segala penyebab kemaksiatan, serta terus memohon agar Allah SWT menguatkan hati dalam istiqamah.

Dengan demikian, taubat yang dilakukan tidak hanya menjadi penyesalan sesaat, tetapi menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

 

***

Sumber: Dtk.