Queensha.id – Edukasi Islam,
Persoalan hubungan suami istri sering menjadi pembahasan yang sensitif di tengah masyarakat. Salah satu pertanyaan yang banyak muncul adalah: “Mengapa dalam Islam istri disebut mendapat laknat malaikat jika menolak ajakan suami, sementara suami tidak disebut demikian ketika menolak istri?”
Pertanyaan tersebut kerap menimbulkan kesalahpahaman. Sebagian orang menganggap aturan tersebut tidak adil dan hanya menguntungkan salah satu pihak. Namun, apabila dipahami secara menyeluruh berdasarkan Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan para ulama, ajaran Islam sebenarnya tidak mengajarkan ketimpangan, melainkan mengatur hak dan kewajiban suami istri agar rumah tangga berjalan harmonis.
Memahami Hadis Tentang Istri Menolak Ajakan Suami
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu istrinya menolak sehingga suaminya bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknatnya sampai pagi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi salah satu dalil tentang pentingnya menjaga hak pasangan dalam hubungan suami istri.
Namun, hadis tersebut tidak boleh dipahami secara sempit sebagai alat untuk memaksa atau merendahkan perempuan. Islam memiliki prinsip bahwa hubungan suami istri harus dibangun dengan kasih sayang, penghormatan, dan kerelaan bersama.
Hubungan biologis dalam pernikahan bukan hanya persoalan memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah, menjaga kehormatan, memperkuat ikatan cinta, serta menghindarkan pasangan dari perbuatan yang dilarang agama.
Mengapa Hadis Lebih Menyoroti Sikap Istri?
Para ulama menjelaskan bahwa hadis tersebut berkaitan dengan kondisi tertentu, yaitu ketika seorang istri menolak tanpa alasan yang dibenarkan syariat dan bertujuan menyakiti suami.
Pada masa Rasulullah SAW, terdapat kondisi sosial tertentu di mana sebagian orang bisa mengabaikan hak pasangan dalam rumah tangga. Maka Rasulullah memberikan peringatan agar pasangan tidak saling meremehkan hak masing-masing.
Dalam kehidupan rumah tangga, kebutuhan biologis adalah salah satu hak yang harus diperhatikan. Jika salah satu pihak sengaja menutup pintu komunikasi tanpa alasan, hal tersebut dapat menimbulkan masalah besar seperti:
- munculnya rasa kecewa,
- renggangnya hubungan emosional,
- terbukanya peluang konflik,
- bahkan bisa menyebabkan pasangan mencari jalan yang salah.
Karena itu, Islam memberikan peringatan agar pasangan tidak menganggap remeh kebutuhan satu sama lain.
Apa Arti “Dilaknat Malaikat”?
Sebagian masyarakat memahami kata “laknat” sebagai hukuman langsung atau seseorang menjadi terkutuk selamanya. Padahal dalam penjelasan ulama, maknanya lebih luas.
Laknat berarti dijauhkan dari rahmat Allah atau malaikat mendoakan agar seseorang mendapatkan teguran karena melakukan perbuatan yang salah.
Namun, hadis tersebut memiliki batasan.
Istri tidak termasuk dalam ancaman tersebut apabila memiliki alasan yang dibenarkan, seperti:
1. Sedang sakit
Jika seorang istri sedang mengalami sakit fisik sehingga tidak mampu memenuhi ajakan suami, maka ia tidak berdosa.
Islam adalah agama yang penuh rahmat dan tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.
2. Sedang haid atau nifas
Dalam kondisi tertentu, hubungan seksual memang memiliki aturan khusus dalam Islam.
3. Mengalami kelelahan berat
Jika kondisi tubuh sangat lelah atau membutuhkan istirahat, maka pasangan dianjurkan untuk saling memahami.
4. Mengalami gangguan psikologis atau trauma
Masalah mental, tekanan, atau trauma juga menjadi hal yang harus diperhatikan dalam rumah tangga.
5. Ada perlakuan buruk dari suami
Jika suami melakukan kekerasan, menyakiti, atau memperlakukan istri dengan buruk, maka Islam tidak membenarkan istri dipaksa.
Apakah Suami Boleh Menolak Istri?
Jawabannya: Tidak boleh jika dilakukan dengan sengaja untuk menyakiti, menelantarkan, atau merendahkan istri.
Walaupun tidak ada hadis dengan redaksi yang sama tentang “laknat malaikat” kepada suami yang menolak istri, bukan berarti suami bebas berbuat sesuka hati.
Islam memberikan banyak peringatan kepada suami agar memenuhi hak istrinya.
Allah SWT berfirman:
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.”
(QS. An-Nisa: 19)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa suami memiliki kewajiban memperlakukan istri dengan baik, termasuk dalam urusan kasih sayang, perhatian, dan kebutuhan biologis.
Suami yang Menelantarkan Istri Bisa Berbuat Zalim
Dalam Islam, kepemimpinan suami dalam rumah tangga bukan berarti memiliki kekuasaan mutlak.
Seorang suami adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.”
(HR. Tirmidzi)
Artinya, ukuran kebaikan seorang laki-laki bukan hanya bagaimana ia berperilaku di luar rumah, tetapi bagaimana ia memperlakukan istri dan keluarganya.
Jika seorang suami sengaja:
- mengabaikan kebutuhan istri,
- menolak hubungan tanpa alasan,
- menggunakan hubungan sebagai alat hukuman,
- membuat istri menderita,
maka ia telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan prinsip keadilan Islam.
Islam Tidak Membenarkan Pemaksaan Dalam Rumah Tangga
Sering kali hadis tentang istri menolak suami disalahgunakan untuk membenarkan pemaksaan.
Padahal Islam mengajarkan mu’asyarah bil ma’ruf, yaitu mempergauli pasangan dengan cara yang baik.
Hubungan suami istri bukan hubungan antara majikan dan bawahan, melainkan hubungan dua manusia yang diikat oleh akad pernikahan.
Allah SWT berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)
Ayat ini menggambarkan bahwa tujuan pernikahan adalah menghadirkan ketenangan, cinta, dan kasih sayang.
Mengapa Hak Suami dan Istri Harus Seimbang?
Islam memberikan aturan bukan untuk memenangkan satu pihak, tetapi menjaga keseimbangan.
Hak suami:
- mendapatkan perhatian dan kasih sayang istri,
- mendapatkan pemenuhan kebutuhan biologis secara baik,
- mendapatkan penghormatan dalam rumah tangga.
Hak istri:
- mendapatkan perlakuan baik,
- mendapatkan kasih sayang,
- mendapatkan nafkah lahir dan batin,
- mendapatkan perlindungan dan rasa aman.
Keduanya memiliki hak sekaligus kewajiban.
Bagaimana Jika Suami Istri Mengalami Masalah Dalam Hubungan?
Islam mengajarkan penyelesaian dengan komunikasi.
Jika salah satu pasangan merasa tidak nyaman, maka sebaiknya:
- Berbicara dengan lembut.
- Tidak menggunakan hubungan sebagai senjata untuk menghukum pasangan.
- Memahami kondisi fisik dan psikologis pasangan.
- Mencari solusi bersama.
- Bila perlu meminta bantuan orang yang dipercaya atau ahli.
Rumah tangga tidak akan kuat jika hanya menuntut hak, tetapi melupakan kewajiban.
Kesimpulan: Islam Mengajarkan Kesalingan, Bukan Dominasi
Hadis tentang istri yang menolak ajakan suami bukanlah bentuk merendahkan perempuan. Hadis tersebut adalah peringatan agar seorang istri tidak meremehkan hak suami apabila tidak memiliki alasan yang dibenarkan.
Namun, Islam juga memberikan peringatan kepada suami agar tidak menzalimi istri, tidak menelantarkan, dan tidak memperlakukan pasangan dengan buruk.
Pesan utama dalam Islam adalah:
Suami dan istri bukan lawan, tetapi pasangan yang saling menjaga.
Hubungan rumah tangga bukan tentang siapa yang lebih berkuasa, tetapi tentang siapa yang lebih mampu memberikan cinta, tanggung jawab, dan kasih sayang.
Karena pernikahan adalah ibadah panjang, maka kebahagiaan rumah tangga hanya dapat terwujud apabila suami dan istri saling memahami, saling menghormati, dan saling memenuhi hak masing-masing sesuai tuntunan Islam.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.
- adab suami istri menurut Al-Quran dan hadis
- cara menjaga keharmonisan rumah tangga Islami
- hadis istri menolak suami dilaknat malaikat
- hak suami dan istri dalam Islam
- hubungan suami istri dalam Islam
- hukum istri menolak ajakan suami dalam Islam
- hukum suami menolak istri dalam Islam
- kewajiban suami terhadap istri menurut Islam
- pandangan Islam tentang rumah tangga harmonis

Tinggalkan Balasan