Queensha.id – Batang,
Kebakaran lahan melanda kawasan hutan milik Perhutani di Alas Roban, tepatnya di Desa Sentul, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (1/11/2026) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar tiga hektar lahan semak belukar yang berada di tepi Jalan Raya Banyuputih–Gringsing, dekat jalur penyelamat Alas Roban.
Sulitnya medan menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Bahkan, petugas pemadam kebakaran harus merayap menuruni tebing curam untuk menjangkau titik api karena armada pemadam tidak dapat mendekati lokasi kebakaran.
Laporan Diterima Malam Hari
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Batang, Pandam Harjito, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 21.45 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Pos Damkar Limpung langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa satu unit armada pemadam serta empat personel.
“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 22.15 WIB. Namun, titik kobaran api berada di area lereng yang sangat curam, sehingga kendaraan pemadam tidak bisa mendekati pusat kebakaran,” ujar Pandam, Senin (2/11/2026).
Petugas Padamkan Api Secara Manual
Karena kendaraan pemadam tidak dapat mencapai titik kebakaran, petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Kebakaran diketahui terjadi di petak 79E kawasan Perhutani. Kondisi lereng yang terjal membuat petugas harus bekerja ekstra agar api tidak meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.
Meski menghadapi medan yang sulit, upaya pemadaman berlangsung efektif. Berkat kerja keras petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.50 WIB pada malam yang sama.
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam peristiwa tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“Sudah langsung padam malam itu juga,” kata Pandam.
Tiga Hektar Semak Belukar Terbakar
Secara terpisah, Camat Gringsing Ridho Budi Kurniawan menjelaskan bahwa luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai tiga hektar.
Namun demikian, api hanya membakar vegetasi bawah berupa semak belukar dan tidak merusak tegakan pohon jati yang menjadi tanaman utama di kawasan Perhutani tersebut.
“Yang terbakar semak-semak di bagian bawah, bukan pohon jatinya,” jelas Ridho.
Ia juga memastikan lokasi kebakaran berada cukup jauh dari kawasan permukiman, sehingga tidak mengancam keselamatan rumah-rumah warga sekitar.
Hujan Membantu Mencegah Api Muncul Kembali
Setelah proses pemadaman selesai dilakukan, wilayah Gringsing diguyur hujan. Kondisi tersebut membantu menurunkan suhu tanah sekaligus mengurangi potensi munculnya kembali titik api dari sisa vegetasi yang terbakar.
Menurut Ridho, hujan yang turun setelah kebakaran menjadi faktor pendukung dalam memastikan api benar-benar padam.
Alas Roban Termasuk Kawasan Rawan
Ridho menambahkan, kawasan Alas Roban merupakan salah satu wilayah strategis di jalur Pantura Jawa Tengah yang memiliki karakteristik topografi bergelombang, turunan tajam, serta dikelilingi hutan kayu keras milik Perhutani.
Kondisi geografis tersebut membuat penanganan kebakaran lahan di kawasan Alas Roban memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama apabila titik api muncul di lereng yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Oleh karena itu, koordinasi yang cepat, kesiapan personel, serta dukungan kondisi cuaca menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas dan merusak kawasan hutan yang lebih besar.
***
Sumber: KPS.

Tinggalkan Balasan