Queensha.id – Edukasi Kesehatan,

 

Istilah “masuk angin” sangat dikenal di masyarakat Indonesia. Biasanya kondisi ini ditandai dengan badan terasa tidak enak, perut kembung, sering bersendawa, pegal-pegal, menggigil, atau merasa lelah.

Namun secara medis, angin tidak benar-benar masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Istilah masuk angin lebih menggambarkan kumpulan keluhan yang bisa berkaitan dengan berbagai kondisi seperti tubuh kelelahan, perubahan suhu, gangguan pencernaan, kurang tidur, atau daya tahan tubuh menurun.

Ketika seseorang terkena angin malam, terutama udara dingin, tubuh bisa memberikan respons berupa penyempitan pembuluh darah dan perubahan aktivitas saraf serta otot.

 

Kenapa Ada Orang yang Mudah Masuk Angin Saat Kena Angin Malam?

Beberapa penyebab seseorang lebih mudah merasa tidak nyaman saat terkena udara malam antara lain:

 

1. Tubuh Sensitif Terhadap Suhu Dingin

Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas berbeda. Ada orang yang tubuhnya cepat bereaksi terhadap perubahan suhu.

Gejalanya bisa berupa:

– Perut terasa tidak nyaman,

– Pinggang terasa pegal,

– Badan menggigil,

otot terasa kaku.

 

 

2. Kondisi Fisik dan Kebugaran Tubuh

Orang yang jarang berolahraga biasanya memiliki kemampuan adaptasi tubuh yang lebih rendah terhadap perubahan suhu.

Aktivitas fisik membantu:

– Meningkatkan sirkulasi darah,

– Memperkuat otot,

– Menjaga metabolisme tubuh.

 

 

3. Faktor Pencernaan

Sebagian orang merasa “masuk angin” karena sebenarnya mengalami gangguan pencernaan ringan seperti:

– Produksi gas berlebih,

– Perut kembung,

– Lambung sensitif.

Udara dingin dapat membuat sensasi tidak nyaman semakin terasa.

 

Kenapa Orang Gemuk Bisa Mudah Masuk Angin?

Banyak yang beranggapan orang gemuk pasti lebih tahan dingin karena memiliki lemak lebih banyak. Namun kenyataannya tidak selalu demikian.

Berikut beberapa alasan orang dengan berat badan berlebih bisa lebih mudah merasa tidak nyaman saat terkena dingin:

 

1. Lemak Tidak Sama dengan Penghasil Panas

Lemak memang berfungsi sebagai penyimpan energi dan membantu isolasi panas, tetapi otot lebih aktif menghasilkan panas tubuh.

Orang gemuk yang memiliki massa otot rendah bisa tetap mudah merasa dingin.

 

2. Kurang Aktivitas Fisik

Sebagian orang dengan berat badan berlebih memiliki aktivitas fisik rendah.

Akibatnya:

– Peredaran darah kurang optimal,

– Metabolisme lebih lambat,

tubuh lebih sulit beradaptasi dengan suhu dingin.

 

 

3. Risiko Gangguan Metabolisme

Berat badan berlebih dapat berkaitan dengan kondisi seperti:

– Resistensi insulin,

– Peradangan ringan dalam tubuh,

– Gangguan hormon tertentu.

Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa lebih mudah lelah atau tidak nyaman.

 

Kenapa Orang Kurus Bisa Lebih Tahan Angin?

Tidak semua orang kurus tahan dingin, tetapi ada beberapa faktor yang membuat sebagian orang kurus terlihat lebih kuat.

 

Kelebihan Orang Kurus:

1. Lebih Aktif Bergerak

Orang kurus yang aktif biasanya memiliki:

– Metabolisme baik,

– Sirkulasi darah lancar,

– Otot yang bekerja optimal.

2. Tubuh Terbiasa Beradaptasi

Jika seseorang sering berada di lingkungan dingin, tubuhnya dapat beradaptasi sehingga lebih tahan terhadap perubahan suhu.

3. Kondisi Kebugaran Lebih Baik

Berat badan ideal dengan pola hidup sehat dapat membantu tubuh mengatur suhu lebih efektif.

 

Kelemahan Orang Kurus Saat Menghadapi Udara Dingin

Meski ada yang tahan dingin, orang kurus juga memiliki kelemahan.

1. Cadangan Lemak Lebih Sedikit

Lemak membantu menjaga panas tubuh. Orang dengan lemak tubuh sangat rendah bisa lebih cepat kehilangan panas.

2. Mudah Menggigil Jika Kekurangan Energi

Jika asupan kalori kurang, tubuh lebih sulit menghasilkan panas.

3. Risiko Kekurangan Massa Otot

Orang kurus yang kurang olahraga bisa memiliki otot rendah sehingga produksi panas tubuh berkurang.

 

Kelebihan Orang Gemuk Saat Menghadapi Dingin

Orang dengan berat badan lebih besar juga memiliki beberapa keuntungan:

1. Lapisan Lemak Menahan Kehilangan Panas

Lemak tubuh dapat membantu memperlambat pelepasan panas.

2. Cadangan Energi Lebih Banyak

Tubuh memiliki lebih banyak simpanan energi untuk digunakan.

 

Kelemahan Orang Gemuk Saat Menghadapi Dingin

 

1. Tidak Selalu Memiliki Metabolisme Tinggi

Berat badan besar tidak otomatis membuat tubuh menghasilkan panas lebih banyak.

 

2. Beban Tubuh Lebih Berat

Ketika tubuh kurang aktif, sirkulasi darah dan kebugaran bisa menurun.

 

3. Lebih Rentan Mengalami Masalah Kesehatan Tertentu

Beberapa gangguan metabolisme dapat membuat tubuh lebih mudah merasa lelah dan tidak nyaman.

 

Menurut Pakar Kesehatan di Indonesia

Pakar kesehatan di Indonesia menjelaskan bahwa kemampuan seseorang menghadapi udara dingin tidak hanya dipengaruhi oleh bentuk tubuh, apakah gemuk atau kurus.

 

Faktor yang lebih menentukan adalah:

1. Kondisi metabolisme,

2. Jumlah massa otot,

3. Kebugaran tubuh,

4. Kualitas tidur,

pola makan,

kondisi kesehatan,

kemampuan adaptasi terhadap suhu.

Para ahli juga mengingatkan bahwa istilah “masuk angin” sering merupakan gabungan dari beberapa keluhan tubuh, bukan karena angin masuk secara langsung ke dalam tubuh.

Jika seseorang sering mengalami keluhan seperti kembung, nyeri pinggang, mudah lelah, atau sering buang air kecil saat terkena dingin, sebaiknya memperhatikan pola hidup dan melakukan pemeriksaan kesehatan bila keluhan berulang.

 

Orang gemuk maupun kurus sama-sama bisa mudah mengalami “masuk angin”. Berat badan bukan satu-satunya penentu.

Orang yang memiliki otot kuat, tubuh bugar, pola hidup sehat, dan metabolisme baik biasanya lebih mampu menghadapi perubahan suhu.

Jadi, bukan soal gemuk atau kurus, tetapi bagaimana kondisi tubuh dalam menjaga keseimbangan suhu dan kesehatan secara keseluruhan.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.