Queensha.id – Jepara,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menunjukkan komitmen serius dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan anggaran pembangunan jalan secara signifikan. Pada tahun 2026, alokasi anggaran bidang jalan dan jembatan mencapai Rp210,32 miliar, atau hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp73,39 miliar.
Selain meningkatkan anggaran melalui APBD, Pemkab Jepara juga mengajukan pinjaman daerah yang seluruhnya diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Langkah tersebut diambil agar masyarakat dapat segera merasakan manfaat jalan yang lebih baik, aman, dan nyaman.
Anggaran Jalan Terus Meningkat dalam Lima Tahun Terakhir
Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara menunjukkan tren peningkatan anggaran yang cukup signifikan.
Pada 2021, anggaran bidang jalan dan jembatan tercatat sebesar Rp73,39 miliar. Nilai tersebut meningkat menjadi Rp99,32 miliar pada 2022, kemudian sebesar Rp88,20 miliar pada 2023.
Pada 2024 sempat turun menjadi Rp63,12 miliar, namun kembali melonjak pada 2025 hingga mencapai Rp156,69 miliar, dan meningkat lagi menjadi Rp210,32 miliar pada 2026.
Peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
Fokus pada Pemeliharaan dan Pembangunan Jalan
Pada 2026, porsi terbesar anggaran dialokasikan untuk pemeliharaan berkala jalan sebesar Rp168,04 miliar.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan:
- Pembangunan jalan sebesar Rp24,08 miliar.
- Rehabilitasi jembatan sebesar Rp9 miliar.
- Penyusunan perencanaan teknis, pengawasan, dan pemeliharaan rutin pada berbagai ruas jalan.
Sementara pada 2025, anggaran digunakan untuk pemeliharaan berkala sebesar Rp76,7 miliar, pembangunan jalan Rp51,09 miliar, serta pemeliharaan rutin sebesar Rp15,19 miliar.
Sebanyak 52 Ruas Jalan Menjadi Prioritas
DPUPR Jepara mencatat terdapat 52 ruas jalan yang menjadi sasaran peningkatan pada 2026. Lokasinya tersebar di berbagai kecamatan, termasuk wilayah kepulauan Karimunjawa.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah peningkatan ruas Kemujan–Batulawang sepanjang 2.234 meter dengan lebar jalan antara 4 hingga 4,5 meter guna mendukung sektor pariwisata.
Selain itu, proyek yang telah lama dinantikan masyarakat adalah pemeliharaan ruas Damarwulan–Tempur, khususnya akses menuju Desa Duplak, Kecamatan Keling.
Ruas yang akan diperbaiki meliputi:
- Damarwulan–Dodol
- Dodol–Kajang
- Kajang–Kaliombo
- Kaliombo–Tempur
- Duplak–Tempur
Nilai anggaran proyek tersebut mencapai sekitar Rp4,9 miliar.
Jalan Beton Dinilai Lebih Tahan Lama
Dalam beberapa proyek, Pemkab Jepara memilih menggunakan konstruksi beton sebagai material utama.
Meskipun biaya pembangunannya lebih tinggi dibanding jalan beraspal, jalan beton dinilai memiliki daya tahan lebih baik, terutama pada ruas yang sering dilalui kendaraan dengan muatan berat.
Bupati Jepara Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit mengatakan sebagian ruas jalan di Jepara masih masuk kategori kelas C yang hanya mampu menahan beban maksimal delapan ton.
Namun, di lapangan masih banyak kendaraan yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas tersebut.
“Dengan melihat muatan-muatan truk yang luar biasa, obatnya cuma beton,” ujar Mas Wiwit saat meninjau proyek peningkatan Jalan Buaran–Bendanpete, Senin (6/7/2026).
DPUPR: Infrastruktur Menjadi Prioritas Pembangunan
Kepala DPUPR Kabupaten Jepara, Hery Yulianto, mengatakan peningkatan anggaran selama lima tahun terakhir merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang lebih baik.
Menurutnya, jalan yang berkualitas akan memberikan manfaat luas bagi mobilitas masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi, memperlancar distribusi barang, hingga mempercepat pemerataan pembangunan.
“Peningkatan anggaran ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Jepara sehingga memberikan manfaat luas bagi mobilitas warga, pertumbuhan ekonomi, hingga pemerataan pembangunan,” ujar Hery.
Ia menambahkan, besarnya anggaran tersebut harus diimbangi dengan pelaksanaan pekerjaan yang berkualitas, tepat waktu, dan sesuai standar teknis.
“Harapan kami, setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Infrastruktur yang baik akan memperlancar sektor industri dan pariwisata, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” katanya.
Warga Rasakan Dampak Positif
Peningkatan kualitas jalan mulai dirasakan masyarakat.
Salah seorang warga, M. Husni Mubarok, mengapresiasi perbaikan Jalan Bawu–Mindahan, khususnya di kawasan perempatan Bawu–Blimbing.
“Untuk jalan raya ini sekarang sangat bagus. Pengguna jalan menjadi lebih nyaman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ahmad Duhuri, pedagang asal Desa Teluk Awur. Ia mengaku perbaikan akses jalan menuju kawasan wisata berdampak positif terhadap usahanya.
“Pengunjung sekarang lebih nyaman karena jalannya bagus. Hampir tidak ada lagi wisatawan yang mengeluhkan kondisi jalan rusak, sehingga dagangan kami juga semakin ramai,” tuturnya.
Infrastruktur Jadi Investasi Jangka Panjang
Peningkatan anggaran hingga mencapai Rp210,32 miliar pada 2026 menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Jepara dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, bukan sekadar proyek sesaat.
Dengan akses jalan yang semakin baik, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor industri dan pariwisata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah, termasuk kawasan kepulauan Karimunjawa.
***
Sumber: Diskominfo Jepara.
Penulis: Vico Rahman.
- Anggaran pembangunan jalan Jepara 2026
- Berita Jepara Terbaru
- Bupati Jepara Witiarso Utomo
- DPUPR Jepara
- Hery Yulianto
- Infrastruktur jalan Jepara
- infrastruktur Jepara
- Jalan Bawu Mindahan
- jalan beton Jepara
- Jalan Damarwulan Tempur
- Karimunjawa
- Mas Wiwit
- pembangunan jalan Jepara
- Perbaikan Jalan Jepara
- pinjaman daerah Jepara
- Witiarso Utomo

Tinggalkan Balasan