Queensha.id – Jepara,
Seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) bernama Iwan menjadi korban pengeroyokan saat menjalankan tugas pengamanan acara hiburan organ tunggal dalam hajatan pernikahan di Desa Gemulung RT 01 RW 02, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Selasa (9/6/2026).
Insiden tersebut terjadi ketika korban tengah bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi acara. Namun suasana yang semula berlangsung kondusif mendadak berubah ricuh setelah terjadi aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah penonton.
Akibat kejadian tersebut, Iwan mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah. Korban juga mengalami pendarahan cukup parah hingga tubuhnya berlumuran darah akibat hantaman benda keras yang digunakan para pelaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga menggunakan gelas serta toples berbahan kaca atau beling untuk menyerang korban secara bertubi-tubi.
Salah seorang saksi berinisial A.H. mengungkapkan bahwa korban dipukul secara membabi buta hingga mengalami luka yang cukup serius.
“Korban dipukul menggunakan gelas dan toples beling. Luka yang diderita cukup parah hingga tubuh korban berlumuran darah,” ujarnya.
Korban Sempat Dievakuasi, Namun Diduga Masih Dikejar Pelaku
Setelah pengeroyokan terjadi, warga berupaya mengevakuasi korban dan membawanya pulang untuk menghindari aksi kekerasan lanjutan. Namun menurut keterangan yang beredar, para pelaku diduga masih berusaha mengejar korban meski sudah diselamatkan oleh warga.
Korban kemudian mendapatkan pertolongan pertama di puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Kartini Jepara untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Hingga Sabtu (13/6/2026), korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif akibat luka yang dideritanya.
Identitas Pelaku Diklaim Sudah Diketahui
Pihak keluarga bersama rekan-rekan korban menyebut identitas para pelaku pengeroyokan telah berhasil diketahui. Mereka berharap aparat kepolisian segera melakukan langkah hukum agar para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat dan keluarga besar Linmas di Kabupaten Jepara yang meminta proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.
Paguyuban Linmas Jepara Kecam Aksi Kekerasan
Ketua Paguyuban Linmas Jepara, , mengecam keras aksi pengeroyokan yang menimpa anggotanya tersebut.
Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas pengamanan merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami mengecam keras tindakan pengeroyokan terhadap anggota Linmas yang sedang bertugas menjaga keamanan masyarakat. Paguyuban Linmas Jepara akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap seluruh pelaku yang terlibat,” tegas Joko Rintono.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Linmas dalam berbagai kegiatan masyarakat bertujuan membantu menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan warga. Oleh karena itu, tindakan kekerasan terhadap petugas pengamanan tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga mencederai rasa aman masyarakat.
Jadi Perhatian Ribuan Anggota Linmas di Jepara
Kasus pengeroyokan terhadap anggota Linmas ini kini menjadi perhatian ribuan anggota Linmas di Kabupaten Jepara serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Mereka berharap aparat kepolisian dapat segera menuntaskan penyelidikan dan memberikan kepastian hukum bagi korban serta keluarganya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa petugas keamanan yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat harus mendapatkan perlindungan dan penghormatan. Ketika petugas yang bertugas menjaga ketertiban justru menjadi korban kekerasan, maka penegakan hukum yang tegas menjadi langkah penting demi menjaga wibawa hukum dan rasa aman di tengah masyarakat.
***
Sumber: AR.

Tinggalkan Balasan