Queensha.id – Edukasi Sosial,
Banyak masyarakat bertanya apakah bergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) maupun organisasi keagamaan dapat menjadi sumber penghasilan. Jawabannya adalah bisa, tetapi tidak semua organisasi memiliki tujuan mencari keuntungan.
Pada dasarnya, organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan bersama, seperti sosial, keagamaan, pendidikan, profesi, maupun pemberdayaan ekonomi. Karena itu, ada organisasi yang mampu membuka peluang kerja dan penghasilan, namun ada pula yang seluruh kegiatannya bersifat sukarela. Organisasi kemasyarakatan sendiri merupakan wadah yang dibentuk masyarakat secara sukarela untuk berpartisipasi dalam pembangunan sesuai peraturan perundang-undangan.
Organisasi yang Bisa Menghasilkan Uang
Berikut beberapa jenis organisasi yang berpotensi memberikan penghasilan bagi anggotanya.
- Koperasi
- Anggota dapat memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU).
- Membuka peluang usaha bersama.
- Organisasi Profesi
- Seperti organisasi dokter, advokat, akuntan, atau wartawan.
- Penghasilan berasal dari profesi anggotanya, sementara organisasi menjadi wadah peningkatan kompetensi, jaringan, dan peluang kerja.
- Organisasi Bisnis atau Pengusaha
- Memperluas relasi usaha.
- Membuka peluang kemitraan dan investasi.
- Lembaga Pendidikan atau Pelatihan
- Pengurus, pelatih, atau instruktur biasanya memperoleh honor sesuai tugasnya.
- Lembaga Sosial Berbadan Hukum
- Pegawai atau staf yang bekerja secara profesional dapat menerima gaji sesuai ketentuan lembaga.
Organisasi yang Umumnya Tidak Menghasilkan Uang
Beberapa organisasi lebih mengutamakan pengabdian daripada keuntungan finansial, seperti:
- Organisasi keagamaan.
- Karang Taruna.
- Kelompok relawan kemanusiaan.
- Organisasi pecinta lingkungan.
- Komunitas sosial.
Dalam organisasi tersebut, anggota umumnya bekerja secara sukarela. Jika ada dana operasional atau honor kegiatan, jumlahnya bergantung pada program dan bukan menjadi penghasilan tetap.
Organisasi yang Justru Membutuhkan Iuran Anggota
Tidak sedikit organisasi yang meminta anggotanya membayar iuran untuk mendukung operasional, antara lain:
- Paguyuban perumahan.
- Organisasi alumni.
- Organisasi profesi.
- Organisasi hobi.
- Organisasi keagamaan tertentu.
- Klub olahraga.
Dana iuran biasanya digunakan untuk kegiatan sosial, administrasi, pelatihan, bakti sosial, hingga pemeliharaan fasilitas organisasi.
Jenis Organisasi yang Cocok untuk Mencari Pekerjaan
Bagi masyarakat yang ingin memperoleh penghasilan melalui jaringan organisasi, beberapa pilihan yang dinilai potensial adalah:
- Koperasi.
- Organisasi profesi.
- Asosiasi pengusaha.
- Organisasi yang memiliki unit usaha.
- Yayasan yang mempekerjakan tenaga profesional.
- Lembaga pendidikan dan pelatihan.
- Organisasi yang mengelola program pemberdayaan masyarakat secara profesional.
Namun demikian, penghasilan diperoleh karena seseorang bekerja atau menjalankan usaha melalui organisasi tersebut, bukan semata-mata karena statusnya sebagai anggota.
Pandangan Pengamat Sosial Jepara Purnomo Wardoyo
Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai masyarakat perlu memahami tujuan utama sebuah organisasi sebelum memutuskan bergabung.
Menurutnya, organisasi bukanlah tempat mencari gaji secara instan, melainkan wadah membangun jejaring, meningkatkan kemampuan, mengembangkan kepemimpinan, serta memperluas kesempatan kerja dan usaha.
“Jika sebuah organisasi memiliki unit usaha yang dikelola secara profesional, tentu dapat membuka lapangan pekerjaan bagi anggotanya. Namun organisasi sosial dan keagamaan pada hakikatnya lebih mengedepankan nilai pengabdian, gotong royong, dan pelayanan kepada masyarakat daripada orientasi keuntungan ekonomi,” ujarnya.
Purnomo juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur bergabung dengan organisasi yang menjanjikan penghasilan tanpa kejelasan sumber dana maupun aktivitas yang sah. Transparansi pengelolaan keuangan, kepatuhan terhadap hukum, dan tata kelola organisasi yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Bergabung dalam organisasi memang dapat membuka peluang memperoleh penghasilan, terutama melalui organisasi profesi, koperasi, lembaga pendidikan, maupun organisasi yang memiliki unit usaha.
Sebaliknya, sebagian besar organisasi sosial dan keagamaan berorientasi pada pelayanan masyarakat sehingga tidak menjadikan pemberian penghasilan sebagai tujuan utama. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya memilih organisasi sesuai tujuan, minat, dan manfaat jangka panjang yang ingin dicapai.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan