Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Belakangan ini beredar di media sosial sebuah narasi yang menyebutkan bahwa laki-laki akan dimiskinkan Allah apabila sering menyakiti istrinya. Narasi tersebut menyebut beberapa ciri, seperti suami yang kasar kepada istri, pelit, hingga lebih ramah kepada perempuan lain daripada kepada istrinya.

Lantas, benarkah pernyataan tersebut memiliki dasar dalam ajaran Islam?

 

Islam Tidak Menyebut Daftar “Ciri-ciri Laki-laki yang Allah Miskinkan”

Dalam literatur Islam, tidak ditemukan ayat Al-Qur’an maupun hadis sahih yang secara spesifik menyatakan “ciri-ciri laki-laki yang Allah miskinkan” sebagaimana narasi yang beredar.

Namun, para ulama menjelaskan bahwa kezaliman, akhlak buruk, dan kemaksiatan dapat menjadi sebab hilangnya keberkahan rezeki, meskipun bukan berarti setiap orang yang miskin pasti sedang dihukum Allah.

Islam mengajarkan bahwa rezeki adalah ketetapan Allah yang diberikan dengan hikmah-Nya, dan ujian bisa datang dalam bentuk kelapangan maupun kesempitan.

 

Suami Diperintahkan Memperlakukan Istri dengan Baik

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 19:

“Pergaulilah mereka (istri-istri) dengan cara yang patut (ma’ruf).”

Ayat ini menjadi dasar bahwa seorang suami wajib memperlakukan istrinya dengan penuh kasih sayang, kelembutan, penghormatan, dan tidak menyakitinya, baik secara fisik maupun lisan.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa ukuran kemuliaan seorang laki-laki di sisi Islam bukan hanya ibadahnya, tetapi juga akhlaknya kepada istri dan keluarganya.

 

Apakah Menyakiti Istri Bisa Mengurangi Keberkahan Rezeki?

Banyak ulama menjelaskan bahwa dosa dapat menjadi sebab hilangnya keberkahan dalam hidup.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam beberapa karyanya menjelaskan bahwa maksiat dapat menghalangi datangnya keberkahan dan ketenangan hidup.

Karena itu, apabila seorang suami gemar mencaci, berlaku kasar, pelit terhadap nafkah yang wajib, atau menzalimi istrinya, maka perbuatan tersebut merupakan dosa yang dapat menghilangkan keberkahan hidupnya.

Namun, Islam tidak mengajarkan kesimpulan pasti bahwa setiap suami yang rezekinya sempit pasti karena menyakiti istrinya. Rezeki merupakan rahasia Allah yang dipengaruhi banyak faktor dan menjadi bagian dari ujian kehidupan.

 

Hubungan Harmonis Membawa Keberkahan

Dalam Islam, rumah tangga yang dipenuhi kasih sayang (mawaddah wa rahmah) diyakini menjadi salah satu sebab turunnya keberkahan.

Suami yang memenuhi hak istrinya dengan ikhlas dan istri yang menjalankan kewajibannya dengan baik akan menciptakan keluarga yang saling mendoakan, saling menguatkan, dan saling menjaga.

Doa pasangan yang saleh juga menjadi salah satu sebab datangnya kebaikan dan keberkahan dalam rumah tangga.

 

Introspeksi Berlaku untuk Suami dan Istri

Islam tidak hanya menuntut suami menjadi pribadi yang baik, tetapi juga mengajarkan istri agar menghormati, bersyukur, serta menjaga amanah rumah tangga.

Jika salah satu pihak berbuat zalim, baik suami maupun istri, maka keduanya diperintahkan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

Dengan demikian, narasi yang menyebut “Allah memiskinkan laki-laki yang menyakiti istrinya” sebaiknya dipahami sebagai motivasi moral untuk memperbaiki akhlak, bukan sebagai ketetapan hukum Islam yang memiliki dalil khusus.

Dalam pandangan para ulama, yang memiliki dasar kuat adalah bahwa kezaliman, dosa, dan akhlak buruk dapat menghilangkan keberkahan hidup, sedangkan kasih sayang, keadilan, syukur, dan ketakwaan merupakan sebab datangnya rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.